▪ 3. Insiden

176 8 0
                                        




Saat ini geng yang memiliki anggota lebih dari lima puluh orang itu sedang berada di Waras. Ranger, geng itu sedang membahas strategi untuk melawan Dragon. Ya walaupun Ranger adalah geng yang kuat namun tetap dibutuhkan strategi dalam melawan musuhnya, apalagi geng Dragon yang dikenal dengan kelicikannya dalam menghadapi musuhnya. Dragon juga selalu membawa senjata saat tawuran.

"Tutup semua akses jalan, jangan bawa senjata, fokus, saling jaga satu sama lain!" Pesan Arga pada seluruh anggota geng Ranger. Jam sudah menunjukan pukul dua siang, artinya bel pulang sekolah telah berbunyi lima belas menit yang lalu.

"Ga kita jalan sekarang apa nanti?" Tanya Gavin.

"Sekarang aja, jangan lupa ada yang jaga di gerbang sekolah depan sama belakang, pastikan sekolah kosong!" Perintah Arga,yang diangguki semuanya. Setelah itu semua anggota geng Ranger berkumpul dan berdoa bersama yang dipimpin oleh Arga. Sudah biasa bagi geng Arga melakukan hal tersebut. Ia juga sering mengingat kan pada anggotanya untuk tidak meninggalkan sholat.

Setelah berdoa mereka langsung menuju lapangan samping sekolah dengan berjalan kaki yang dipimpin oleh anggota inti Ranger, Arga, Zidan, Gavin, dan Adit. Mereka memutuskan untuk berjalan kaki karena jarak Waras dengan lapangan samping sekolah tidak terlalu jauh.

Ketika sampai di lapangan, mereka melihat bahwa geng Dragon telah berkumpul dengan masing-masing senjata di setiap anggotanya. Ada yang membawa balok kayu, celurit, dan linggis. Namun hal itu sama sekali tidak ditakuti oleh Arga dan anggotanya. Mereka sudah kebal terhadap serangan benda benda tersebut. Kedua geng tersebut berdiri saling berhadapan.

"Punya nyali juga lo semua" Ujar Leo dengan wajah meremehkan.

"Gausa banyak bacot deh lo" Terlihat Adit sudah terpancing emosi, hampir saja ia akan menonjok wajah leo jika saja tidak ditahan oleh yang lain.

"Wohoo, santaii tujuan gue nantangin kalian adalah buat bales dendam karena lo udah mukulin Dikta." Dikta adalah sepupu Leo, makanya mengetahui Dikta babak belur karena dihajar Arga,Leo tak tinggal diam.

"Cih, tukang ngadu" Arga berdecih memandang Leo dengan seringaian dibibir.

"Bacot lo. SERANG!!" Seru Leo pada seluruh anggota geng nya. Setelah itu suara gaduh pun terdengar. Arga saat ini sedang melawan Leo yang membawa balok kayu.

Beberapa kali Arga menangkis pukulan balok kayu yang dilayangkan Leo.

"Cemen pake senjata." Mendengar hal itu Leo menggeram marah dan membuang balok kayu yang ada ditangannya dan langsung mendaratkan bogemannya di sudut bibir Arga hingga mengeluarkan darah

Bugh

Bugh

Arga membalas pukulan Leo di wajah Leo, kemudian Arga menendang perut Leo hingga terjatuh ditanah dengan posisi terlentang dan menindih nya. Berkali kali Arga memukul wajah Leo hingga terkapar tak berdaya. Arga bangkit dari tubuh Leo yang sempat ditindihnya melihat Leo yang sudah tidak berdaya.

Arga mengedarkan pandangannya untuk melihat kondisi anggotanya. Banyak anggota dari geng Dragon yang sudah terkapar di tanah, beda halnya dengan geng Ranger yang terlihat baik baik saja meskipun warna biru menghiasi wajah mereka.

Tak lama seluruh anggota geng Dragon sudah terkapar di tanah.

"Lain kali gue pastikan lo bakal kalah!" Tegas Leo. Setelah itu geng Dragon langsung menaiki motornya.

Namun tiba tiba mata Arga teralihkan melihat seorang gadis yang sedang berjalan di jalan pinggir lapangan dengan mata yang terfokus pada ponselnya. Ia bingung kenapa gadis itu terlihat sangat santai padahal jelas jelas banyak anak laki-laki serta terdengar suara motor yang berasal dari geng Dragon yang hendak meninggalkan lapangan.

ARGA (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang