22. || Basket.

2.7K 150 30
                                        

"Eh, itu mereka dah ganti baju!" Tunjuk Rara ke arah Reyhan dkk.

selamat membaca!

"Ganteng parah!"

"Si Vano buat gua aja!"

"GO REYHAN GO GO REYHAN AWW!"

"Coba aja gua berhati iblis, udah gua tikung tuh si Misa!"

"Revan gua karungin deh!"

"Varo kuuuuu"

"Parah, Reyhan gantengnya nambahhh!"

"Emang bener ya, anak basket tuh ganteng-ganteng."

Begitulah kehebohan cewe-cewe yang menyaksikan latihan basket ini. Clarissa tak ambil pusing dengan perkataan mereka yang jelas-jelas meneriaki nama suaminya. Ini baru saja latihan, gimana kalo pertandingan nanti. Ia harus siap menyaksikan suami nya menjadi sorotan cewe-cewe disana.

Berbeda dengan Rara, ia merasa panas saat mendengar nama Varo. Apakah ia memiliki rasa? Ah, sudahlah, lupakan.

Sebelumnya banyak siswa yang sudah mendaftarkan dirinya di eskul basket ini, tetapi hanya 5 orang saja yang terpilih untuk mengikuti pertandingan. Yakni, Reyhan, Varo, Revan, Arga, dan Satya. 2 lelaki tersebut seorang junior, yang seangkatan dengan Clarissa.

Mereka mulai mendribble bola, dan mengiringnya ke arah Ring basket.

Percobaan pertama Satya gagal memasukkan bola ke Ring, tetapi percobaan ke dua ia berhasil memasukkan bola tersebut dengan baik.

Mereka melakukannya secara bergiliran, hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan latihannya di hari lain.

"Aaaa gua pengen lap-in keringat satyaa"

"Kadar kegantengan Reyhan melebihi kapasitas."

"Varo buat gua aja euyy, gemesh"

"Revan gak kalah ganteng!"

"Gak dapet Reyhan, gua ama Arga aja deh!"

"Pengen lap-in keringat mereka!"

Clarissa yang mulai jengah mendengar perkataan cewe-cewe tersebut, segara mengajak Rara untuk pergi dari tempat ini.

"Ayo, Ra. Pergi yok, males gua," ucap Clarissa.

"Yok, Ca. Gua juga males banget huh," sahut Rara lalu beranjak dari duduknya.

Saat diperjalan Rara tidak sengaja menabrak seorang cowo.

Brukk....

"AWH! MASA GAK LIAT SI, GUA SEGEDE GABAN JUGA!" omel Rara.

Clarissa sudah tak kuasa menahan tawanya, akhirnya tawa Clarissa pecah.

"Tawa lo! bantuin napa" pinta Rara.

"Liat dulu noh siapa yang nabrak lo!" ujar Clarissa.

Rara mendongakkan kepalanya.

Lima detik kemudian ia tersadar.

"LO?! GUA SEGEDE INI MASIH AJA LO TABRAK!" kesal Rara.

"KALO JALAN MAKE KAKI, LIAT NYA MAKE MATA!" balas Varo.

"TANGGUNG JAWAB!"

"DIH! LO NYA AJA JALAN SAMBIL MAIN HP!"

"LO TUH YA, JADI COWO GADA BANGET TANGGUNG JAW-

SHE IS MINE!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang