"Phi?"
"Iya."
"Aku punya kabar bagus."
Aku masih diam, mencoba menebak kabar yang akan Putra sampaikan kepadaku. Nihil. Aku tidak bisa memikirkan satu kemungkinan saja. Kecuali....
"Aku udah diputus sama pacarku. Akhirnya...."
Oh, benar ternyata dugaanku. Selama ini aku memang mempertanyakan hubungan di antara kami yang semakin lama memang harus diperjelas.
"Lalu?" tanyaku. Sekarang aku gamang.
Kami berdua sudah lama jalan bareng. Jalan yang berarti bukan hanya jalan sebagai teman, tapi ada rasa dan ada sesuatu yang dihalangi dengan status pacaran Putra yang membuat kami berdua belum bisa resmi.
Putra diam. Aku pun.
Terus siapa yang mau nembak gitu, kan?
[]
A/N
Hi. Aku bawa cerita baru dengan judul Tacenda. Akan aku update kalau bisa seminggu sekali, karena part cerita ini juga nggak panjang. Aku nggak suka ngetik panjang-panjang sebenernya, sih. Jujur aja nanti malah mbulet wkwkwk.
Cerita ini lanjutan dari An Acquaintance, mong-ngomong. Kalau ada yang belum baca, mampir dulu di work sebelah, ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tacenda
Ficção GeralCerita ini lanjutan dari An Acquaintance, mong-ngomong. Kisah antara Adam dan Putra setelah mereka jadian.