"makanlah dulu tadi sudah aku siapkan,aku akan keluar sebentar melihat situasi"
"baiklah"
Tidak ada rasa curiga sedikitpun dari Supo terhadap orang itu,bagi Supo cuma orang ini yang menurutnya paling bersimpati kepada dirinya.
ternyata rasa simpati Supo pada orang tersebut salah,
Supo yang sedang menikmati makannya,
tiba tiba dari arah belakang orang ini menusuk punggung Supo dengan golok.
tusukan tersebut tembus sampai ke perut,
"aku kira kau tidak sama dengan yang lainnya"
"aku sudah berkata,hanya orang gila yang tidak mau uang seribu gulden"
"tapi kau tidak bisa membunuhku"
Dia sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,
golok yang dia tancapkan ke tubuh Supo tembus sampai ke perut,namun yang terjadi adalah,
Supo seolah olah tidak merasakan tusukan golok itu.
dengan muka pucat penuh ketakutan,dia cabut golok itu dan langsung menebas leher Supo.
kepala Supo langsung terpisah dari badannya,namun dengan cepat kembali menyatu dengan tubuh.
"sudah...."
orang itu gemetaran,golok yang ada ditangan terlepas karena ketakutan.
dia langsung duduk bersimpuh di bawah.
"aku mohon....ampunilah aku..."
Supo mengambil golok yang tergeletak di tanah,dia pandangi orang tersebut,sementara ada buliran air yang mengalir dari kedua bola matanya.
"kamu tadi seolah olah tidak mengasih ampun kepadaku"
"aku khilaf....ampuni aku...."
tapi gerakan tangan Supo sangat cepat,dan golok yang dia pegang sudah menebas leher orang tersebut.
Supo mulai menyadari,jika uang seribu gulden untuk menangkap dirinya hidup atau mati,ternyata sangat menarik bagi semua orang.
baik itu dari kalangan orang biasa ataupun pendekar.
dia pandangi mayat orang yang baru saja di bunuhnya,terbesit rasa penyesalan yang begitu mendalam pada dirinya kini.
"kenapa aku begitu kejam?"
penyesalan memang datangnya terlambat,namun orang tersebut sudah menjadiayat,dan tidak mungkin untuk di hidupkan lagi.
Sementara diluar,ada puluhan pendekar dan orang orang yang tidak memiliki keahlian ilmu kanuragan yang sudah pasti mencari keberadaan dirinya.
mereka adalah orang orang yang ingin memburunya hidup atau mati.
kini Supo harus semakin waspada,karena sudah tidak tahu lagi,mana yang bersimpati kepadanya dan yang memburu dirinya.
Sudah tidak terhitung lagi banyaknya para pendekar yang mencari Supo.
tiap kampung orang selalu menyebut namanya dan juga ingin tahu keberadaan dirinya.
Supo merasa kesulitan untuk bisa keluar pada siang hari,karena sudah bisa dipastikan,orang akan sangat mudah mengenali dirinya.
meskipun menjadi buronan paling dicari oleh voc,Supo tetap menjalankan aksinya untuk menjarah harta harta orang kaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Legenda rakyat maling cluring 2
Historische RomaneVoc benar benar dibuat kelabakan oleh seseorang yang melakukan pencurian kepada orang orang kaya. berbagai cara Voc lakukan untuk menangkap ataupun membunuh pencuri tersebut,namun sering mengalami kegagalan. hingga akhirnya diadakan sayembara untuk...
