Supo menghentikan langkah kakinya,
di depannya kini telah berdiri lima orang yang telah menghadang jalannya.
jika dilihat dari mukanya,maka terlihat jelas jika mereka kurang bersahabat.
mereka berlima,tangannya memegang gagang golok.
meskipun goloknya belum dikeluarkan,namun ada niatan dari mereka untuk segera mengeluarkan dari pinggang mereka.
tiba tiba orang terdepan langsung mencabut goloknya dan mengacungkan kearah Supo.
"kamu pasti Supo...,buronan pemerintah goverment"
kata orang tersebut.
"apa mau kalian..?"
"tentu saja menangkapmu,hidup atau mati"
"lakukanlah kalau kalian mampu"
"bangsat....,ayo kita habisi dia"
Secara serempak mereka langsung mengepung Supo.
golok yang semula masih di pinggang,
kini sudah mereka keluarkan.
"mati kau......."
orang pertama langsung mengayunkan goloknya kepada Supo.
berkali kali ayunan goloknya terus mengarah pada tubuh Supo,namun Supo masih bisa menghindari.
saat beberapa sabetan goloknya tidak berhasil melukai Supo,giliran orang kedua maju.
tapi hasil yang dia dapatkan sama dengan orang pertama.
serangannya tidak berarti apa apa bagi Supo.
merasa kesal dengan apa yang dilihat,orang ketiga giliran maju kedepan.
"dasar tidak berguna"
umpatan langsung keluar dari mulutnya untuk kedua temannya tersebut.
"akan aku tunjukkan caranya untuk menghabisi orang ini"
ucapnya dengan sombong.
Tanpa basa basi dia langsung menyerang Supo dengan ayunan golok yang sangat cepat.
Supo bagai orang terdesak,dia bergerak mundur untuk menghindari sabetan golok orang tersebut.
karena begitu bernafsunya dia untuk mengalahkan Supo,dia tidak sadar pada pertahanan dirinya sendiri.
Supo melihat celah dari orang tersebut,dan sebuah pukulan keras dia lepaskan.
pukulan langsung telak menghantam wajah orang itu.
dia memang tidah roboh,tapi kepalanya terdongak keatas.
mulut dan hidungnya langsung mengeluarkan darah.
dia langsung tersentak kaget,tapi belum sempat hilang rasa kagetnya,
sebuah pukulan datang bertubi tubi
sudah menghujani wajahnya,dan dia langsung roboh tidak bergerak lagi.
Sontak hal ini tidak membuat gentar para pengeroyok Supo,namun justru membangkitkan amarah mereka dan kian menjadi jadi.
"bangsat....aku bunuh kamu"
teriak salah satu diantara mereka,
yang langsung membuat mereka berhamburan menyerang Supo.
Supo bergerak kesana sini menghindari tiap sabetan golok yang mengarah pada dirinya.
dia juga berpikir,bagaimana mencari celah untuk membalas serangan mereka.
saat kesempatan itu datang,Supo langsung tidak menyia nyiakan.
sebuah pukulan keras berhasil dia lepaskan,dan seorang lawan langsung terjungkal.
lalu sebuah tendangan juga berhasil dia lepaskan pada lawan yang lain.
kini keadaan sudah berbalik,satu persatu lawannya kini mulai bertumbangan.
Mereka berempat mengerang kesakitan,dan tidak mampu untuk bangkit kembali.
"hebat.....,sungguh hebat"
semua mata langsung tertuju kearah suara yang baru saja terdengar.
ternyata seorang pria tua dengan rambut dan janggut yang juga sudah memutih berjalan kearah mereka.
"siapa kau pak tua?"
tanya Supo yang merasa sedikit heran dengan kedatangan orang tersebut.
"aku Suro gali"
nama yang tidak asing bagi Supo,karena dia pernah mendengar nama tersebut.
"ada urusan apa kau datang kesini?"
"tentu saja,untuk menangkapmu Supo"
"bukankah kau selama ini selalu melawan kompeni?"
"seribu gulden sangat menarik bagiku"
Ternyata Suro gali yang selama ini dikenal sangat anti dengan kompeni.
kini tiba tiba berbalik arah memihak kompeni dan memburu Supo demi uang seribu gulden.
KAMU SEDANG MEMBACA
Legenda rakyat maling cluring 2
Historical FictionVoc benar benar dibuat kelabakan oleh seseorang yang melakukan pencurian kepada orang orang kaya. berbagai cara Voc lakukan untuk menangkap ataupun membunuh pencuri tersebut,namun sering mengalami kegagalan. hingga akhirnya diadakan sayembara untuk...
