Dendam Yang Tidak Terbalaskan 2

171 12 0
                                        


Sabetan pertama berhasil dihindari oleh Supo,namun Kuncoro kembali melayangkan sabetan kedua.
namun secara bertubi tubi,Kuncoro terus menyabetkan goloknya.
sementara Supo sendiri terus menghindar dan menghindar mundur ke kebelakang.
hingga akhirnya kaki Supo sudah tidak lagi berpijak diatas jembatan bambu,tapi menginjak tanah.

"kau mau lari dari aku Supo?"

"aku tidak pernah lari"

"kalau begitu....,mati kau Supo.."

Sebuah lompatan dan sabetan golok langsung dilakukan Kuncoro.
tapi sebuah gerakan kaki Supo ternyata lebih cepat.
sebuah tendangan yang Supo lepaskan langsung membuat Kuncoro terlempar ke belakang.

tubuhnya terhempas keras ke tanah,golok dalam genggaman terlepas.
namun dengan cepat Kuncoro kembali meraih golok tersebut.

"aku tidak ingin berurusan denganmu Kuncoro"

"kau gila...,mana mungkin tidak berurusan denganku setelah kau bunuh orang tuaku"

"lalu bagaimana ayah dan ibuku Kuncoro?"

"aku tidak perduli,hari ini aku akan membunuhmu"

"kalau memang itu maumu,ayo ..lakukanlah"

Kuncoro kembali melompat dengan kekuatan penuh dan langsung menyabetkan goloknya.

Supo kembali mundur beberapa langkah ke belakang untuk menghindarinya.
tapi Kuncoro terus menyabetkan goloknya tiada henti.
Supo terus bergerak mundur mebghindari,tapi sebuah gerakan cepat Kuncoro berhasil menyabetkan goloknya pada Supo.

Begitu kerasnya sabetan itu,sehingga menimbulkan luka dari dada sampai ke perut Supo.
Supo terhuyung huyung ke belakang dengan kedua telapak tangan membekap lukanya yang mulai mengeluarkan banyak darah.

"ha...ha......tamat riwayatmu hari ini Supo.."

"hentikan tawamu Kuncoro"

Supo lalu mengusap luka yang mengeluarkan banyak darah itu dengan telapak tangan kanannya.
tiba tiba bekas sabetan golok Kuncoro langsung hilang seketika.

"rawarontek..."

Kuncoro hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,namun itulah kenyataan yang terjadi di depan matanya.

"kau terkejut Kuncoro?"

Kuncoro terdiam,dia mulai berpikir,bahwa tidak akan mudah membunuh Supo,karena dia menguasai ajian rawarontek.

"tapi aku tidak takut Supo..."

"melihat suaramu,aku tahu kau takut Kuncoro"

Tanpa kata kata,Kuncoro langsung melompat dan kembali menyabetkan goloknya.
namun Kuncoro tidak belajar dari pengalaman sebelumnya.
kembali gerakan kaki Supo sudah menghantam perutnya lebih dahulu.
untuk kali kedua tubuhnya langsung terlempar ke belakang.
namun kali ini lebih jauh dari sebelumnya.

Kuncoro langsung berusaha untuk bangkit kembali,tapi tanpa dia duga.
ternyata Supo sudah bergerak lebih dahulu dengan melepaskan sebuah pukulan.
sebuah pukulan yang begitu terasa menyakitkan bagi Kuncoro.
sebuah hantaman keras yang begitu telak mendarat di wajah Kuncoro,membuat dia langsung terhempas lagi ke tanah.

"dengar Kuncoro,aku tidak ingin membunuhmu.dan aku ingin permusuhan ini selesai"

Supo benar benar tidak ingin membunuh Kuncoro,dengan tenang dia berjalan meninggalkan Kuncoro yang terbaring di tanah.

Kuncoro kembali mencoba untuk bangkit,dia melihat Supo telah berjalan membelakangi dirinya.

"hey....,bagaimana dengan..."

"cukup Kuncoro..." potong Supo.

"ayahmu mati,dan aku juga kehilangan ayah dan ibuku,kita impas"

"tidak semudah itu Supo......"

Kuncoro langsung bergerak dengan golok terhunus  majapahit menyerang Supo.

"rupanya kau pilih mati Kuncoro.."

Supo yang semula berjalan membelakangi Kuncoro,langsung membalikkan badan dan melepaskan pukulan tenaga dalamnya.
saat itu juga,tubuh Kuncoro kembali terlempar oleh hempasan tenaga yang Supo lepaskan.
tubuhnya terlempar lebih jauh dari sebelumnya dan tercebur ke sungai.

Legenda rakyat maling cluring 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang