9:48
Perlahan sinar matahari menusuk kepada mata yang baru saja terbuka, melihat sekelilingnya.
"Lho?"
Terasa ada batu di kepalanya, sangat berat sehingga membuat badannya terjatuh kembali ke kasur, kepalanya terbentur pada benda kecil yang ditimpanya.
Diambilnya barang itu ternyata Handphonenya yang sedang bergetar dan menunjukkan nama 'Ohm' di layarnya.
Digesernya tombol hijau itu, "Halo?"
"Nah bangun juga lo Frank...gue bangunin daritadi kek orang mati aja lo."
"Ha?"
"Liat jam berapa tuh, mandi terus pakai aja baju yang di lemari oke."
Frank menepikan sedikit handphonenya dari telinganya,ia melirik pada kamar yang tidak asing baginya, "Ini gue dimana emangnya?"
"Lo di apart gue. Gue udah nitip sama chimon bilangin abang lo kalau lo nginep sama gue jadi tenang aja, btw cepetan ke kantor ya gue buru buru bye-"
"Eh Ohmㅡ" tuutt
Sambungan telpon diputus oleh satu pihak yang mengaku sedang terburu-buru itu.
Frank yang tidak terasa familiar dengan apartemen Ohm Pawat itu hanya diam terduduk masih melekat di kasur.
Bagaimana tidak, ia baru saja dekat dengannya beberapa minggu yang lalu. Ia hanya mengenal dekat teman SMA nya, Nanon dan Chimon.
Ia memilih untuk meletakkan badannya ke arah sembarangan dan menimpa apa yang ada di kasur,
"Aiih-" terdengar dibalik badan Frank, terdengar eluhan dibalik selimut yang membuat Frank sedikit melompat dan mengumpat.
Sosok dibalik selimut itu menampakkan dirinya dengan mata yang masih tertutup, "Drake?" setengah teriakan Frank cukup membuat mata Drake terbuka dan menerima cahaya dari jendela.
"Kenapa sih teriak teriak.." ia mendudukkan dirinya dan kembali melihat Frank yang masih terkejut melihat keberadaannya disampingnya.
Dengan posisi keduanya sama sama terduduk namun sebelahan menimbulkan pertanyaan lagi untuk Frank, "Lo kok disini juga?"
"Lo gak ingat sama gue kemarin malam ya..."
Sementara Frank yang masih mencerna apa yang terjadi, Drake memutuskan untuk berdiri dan menampakkan bahwa ia hanya memakai celana pendek tanpa baju.
"Berarti parah banget lo minum nya.." lanjut Drake melempar kain yang berserakan di lantai ke arah Frank.
"Apanih?" tanya Frank mengangkat sebuah baju untuk dipertanyakan,
"Baju lo."
"Lah ini gue makai baju." Frank meraba badan bagian atas nya dan melihat untuk memastikan ia benar sedang berpakaian.
"Yang lo pakai baju gue, itu yg baru gue kasih baru baju lo." Drake mengusak rambutnya pelan dan menghela nafasnya.
"Kok gue gapakai baju gue? dan kenapa gue makai baju lo?"
Ini baru pagi dan kepala Drake sangat pusing ditambah lagi pertanyaan Frank yang membuat dia bingung cara menjawabnya, "Frank.." ucapnya pelan dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Frank yang sedikit ingat dengan alasan ia bersama Drake tadi malam terdiam mendengar suara Drake yang seperti menahan tangisan.
"I'm sorry Drake.." ucap Frank, ia berpindah ke sebelah kasur itu dan menarik tangan Drake yang masih menutupi wajahnya.
Drake kemudian terduduk ke kasur dan bertempat di sebelah Frank, "Don't.. please."
Ia memohon Frank untuk tidak melihat wajahnya, "Jangan liat gue kek gini."
Frank perlahan menurunkan tangan nya dan menepuk pundak seorang disampingnya itu.
Terkadang ada tahap dimana kita nyaman walaupun sedang tidak berinteraksi satu sama lain dan tidak canggung, ini salah satunya.
Keduanya hanya terdiam, dengan Drake yang memalingkan wajahnya dan Frank yang hanya bisa tersenyum tanpa bisa melakukan apa apa.
Selang beberapa menit, Drake memutar badannya dan mengambil baju yang tadi ia beri kepada Frank,
"Gue pakai baju lo dulu ya. Lo pakai baju gue aja dulu sama jaket kita makan di dekat kantor aja takut telat." dan beranjak mengambil barang barangnya.
"Lo udah gapapa?" tanya Frank yang ikut menyibukkan diri dengan mengambil jaket yang disodorkan Drake kepadanya, "Kalau diterusin sedihnya ga abis abis."
"Yaudah..."
...
"Eh ntar gue lupa ada janji disuruh manager ke kantor bentar.." ucap Frank setengah panik melihat layar hp nya dan mengetik cepat.
Frank masih bersama Drake dengan janji makan di dekat kantor terlebih dahulu, "Ohh yaudah pergi aja nanti gue bungkusin bawa ke lo aja." ucap Drake mengangguk.
"Gausah dibungkusin udah, lo makan aja oke jangan mikirin yang lain.. nanti kalau udah selesai makan langsung aja ke kantor gausah nunggu gue."
Terlihat Frank yang sedikit kewalahan dalam mengurus temannya dan dengan urusan nya dengan percakapan di layar hp nya.
"Iya, hati hati tuh liat jalan jangan liat hp." kemudian keduanya berlambai tangan dan sosok satunya menghilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
actor ; drakefrank / frankdrake
FanfictionKedua aktor yang bertemu dalam satu ruangan. skenario yang dapat terjadi di wattpad dan mungkin di real life. top : drake bot : frank gabisa diganggu gugat >:(
