Assalamu'alaikum, Pembaca semua!
Semoga hari ini kita berada dalam keadaan sehat dan selalu diberi kesehatan. Jangan lupa untuk menerapkan protocol kesehatan, gunakanlah masker ketika keluar dan cucilah tangan apabila kembali dari bepergian. Semoga dengan usaha kecil tersebut kita dapat selalu terhindar dari penyakit dan selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.
Untuk hari ini, saya mohon izin untuk melanjutkan diskusi kita sebelumnya. Kali ini saya akan bercerita mengenai macam-macam mata kuliah yang saya pelajari selama perkuliahan farmasi.
Sebenarnya, tidak ada pembagian khusus mata kuliah di perkuliahan strata satu Farmasi, tetapi untuk memudahkan penjelasan maka saya akan membagi mata kuliah tersebut menjadi empat bidang. Keempat bidang tersebut adalah bidang Farmasi Bahan Alam, Farmasi Sains dan Teknologi, Farmasi Industri serta Farmasi Klinik dan Komunitas.
Penjelasan pertama akan saya mulai dari Farmasi Bahan Alam. Secara umum yang saya sebut sebagai Farmasi Bahan Alam adalah disiplin-disiplin ilmu yang bersentuhan atau berkaitan dengan alam. Mayoritas yang menjadi sorotan selama saya berkuliah adalah mengenai masalah tumbuh-tumbuhan yang memiliki khasiat obat. Hal ini banyak dibahas mungkin dikarenakan Indonesia amat sangat kaya akan jenis tanaman herbalnya.
Mahasiswa farmasi umumnya cukup dekat dengan tanaman berkhasiat obat atau yang biasa dikenal oleh masyarakat sebagai herbal. Di dalam perkuliahan, saya belajar mengenai banyak herba dan fungsinya.
Sebagai contoh, salah satu tanaman yang sering disebut selama perkuliahan adalah pegagan (Centella asiatica). Pegagan berfungsi untuk mempercepat penyembuhan luka, mengobati masalah kulit, dan fungsi-fungsi lainnya. Didalam perkuliahan juga sering dibahas mengenai rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahe, temu ireng, temu manga, atau herba lain seperti kumis kucing.
Saya juga belajar untuk tahu alasan kenapa tumbuh-tumbuhan tersebut memiliki khasiat khusus yang masing-masingnya berbeda khasiat. Saya contohkan pada rimpang kunyit, rimpang ini memiliki kandungan kurkuminoid—kurkumin—yang tinggi. Kandungan kurkumin inilah yang ternyata bertanggung jawab atas banyak sekali efek kesehatan yang diberikan oleh rimpang kunyit.
Di dalam perkuliahan juga diajarkan caranya mengolah tumbuhan tersebut dari proses panen hingga pasca panen. Hal yang dibahas seperti cara pengolahan tumbuhan setelah di panen, mulai dari proses pencuciannya, perajangan, sampai ke pengeringan dan pengemasannya.
Alasan kenapa hal tersebut diajarkan adalah ternyata meskipun tumbuhan ditanam dengan bagus, di tempat yang tepat untuk pertumbuhannya sehingga dia memiliki kandungan zat berkhasiat yang tinggi, bila proses panen dan pasca panennya tidak baik, hal ini dapat menurunkan kualitas tumbuhan. Karena proses panen dan pasca panen yang buruk memberikan resiko lebih besar untuk tanaman kehilangan zat berkhasiatnya.
Sebagai contoh, ada beberapa zat berkhasiat yang sangat mudah untuk menguap. Bila pemanenan tidak memperhatikan hal tersebut, kemudian tanaman di panen pada siang hari, kemungkinan besar tanaman telah kehilangan banyak sekali zat berkhasiatnya.
Akibatnya nilai mutu tanaman tersebut akan sangat turun. Resiko-resiko ini tidak hanya dapat terjadi saat pemanenan, saat proses pencucian tanaman, perajangan dan pengeringan pun beresiko untuk merusak atau menghilangkan zat-zat berkhasiat tersebut. Tentunya hal ini sangat tidak diinginkan.
Setelah pembahasan mengenai proses panen dan pasca panen, hal selanjutnya yang dibicarakan di dalam perkuliahan adalah bagaimana mengolah tanaman yang sudah dipanen dan diproses tersebut hingga siap untuk dikonsumsi.
Cara yang diajarkan kepada saya cukup beragam. Mulai dari cara yang sangat sederhana seperti penyeduhan sampai cara rumit yang membutuhkan alat dan bahan tertentu misalnya dalam pembuatan ekstrak atau serbuk instan. Sangat menarik karena di sini diperlihatkan mulai dari cara pembuatan obat yang sederhana seperti obat herbal untuk batuk hingga obat yang rumit seperti obat kanker.
Hal ini menjadi lebih menarik karena masih banyak kekayaan alam Indonesia yang bisa dieksplor untuk dijadikan bahan baku obat maupun pilihan-pilihan alternative pengobatan. Apakah kamu tertarik mengkaji masalah obat-obatan herbal seperti ini? Mari bergabung dengan pejuang farmasi lainnya!
KAMU SEDANG MEMBACA
FARMASI BERDISKUSI
NonfiksiSatu lagi produk dari Program Kerja Kuro_Orenjiiro (Anindita A.W.) dalam rangkaian KKN UNS COVID-19. Masih seputar kefarmasian, nih! Sebelumnya, telah dilaksanakan diskusi melalui whatsapp perihal ilmu-ilmu kefarmasian yang dibagi menjadi 6 kali per...
