Mark menjatuhkan tubuhnya di sofa setelah pulang dari tempat fitness. Ia lapar. Tapi lagi ngga pengen makan sendirian
Matanya menatap langit-langit apartemennya lalu tiba-tiba meraih hpnya cepat berniat menghubungi Yeri untuk menemaninya makan
"Eh mending langsung samperin aja deh ke apart nya" Mark menaruh hp nya kembali dan beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya. Lagian semalem pas chattingan Yeri bilang ngga ada rencana mau ngapain hari ini. Jadi kemungkinan besar cewe itu sedang berada di apartemennya.
. "Mark?" Mark tersenyum pada Doyeon yang membukakan pintu untuknya dan mempersilahkannya masuk
"Yeri mana?"
"Ada tuh di kamarnya dari tadi ngga keluar. Samperin aja sono"
Mark mengangguk, melihat Doyeon kembali ke sofa untuk menonton tv "Lo, ngga keluar sama Lucas?"
"Lagi nugas anaknya. Ntar aja malem gue pacarannya" Doyeon menjawab tanpa menoleh pada Mark. Cowo itu berjalan menuju kamar Yeri
"Yerm.." Mark mengetuk kamar Yeri. Iya, diketok dulu. Takutnya Yeri lagi clothless
"Yerm?" Mark mengeraskan ketukannya saat tidak ada respon sama sekali dari dalam kamar. Ia mendekatkan kupingnya dan kaget saat mendengar isakan dari dalam kamar
"Yerm? Yerim?" Mark memutar ganggang pintu yang ternyata tidak dikunci. Ia masuk kamar dengan panik. Kenapa Yeri menangis?
"Yerm? Lo kenapa?" Yeri posisinya lagi tengkurap berbalut selimut sedang memakai headset dan berada di balik laptop. Sebentar, dibalik laptop dan memakai headset?
"Loh, Mark? Ko ada disini?" Gadis itu mendongak dan melepas satu headsetnya. Mukanya belerr
"Lo.. lo kenapa nangis?"
"Oh, ini. Ihhh sedih banget inituh Markkkk! Huaaa.." Mark menghela napasnya. Yeri malah semakin menjadi nangisnya. Sesenggukannya berlanjut. Wajah gadis itu sudah benar-benar bengkak dan merah
"Yerm,"
"Hm"
"Lo nonton apa?"
"Hiks, drakor Mark. Sedih bangeeett huhu" Mark menghela napasnya sekali lagi dan tersenyum. Bayangkan dia udah panik banget tadi kirain Yeri nangis kenapa taunya perkara drakor. Wah bocil inii...
Mark berjalan kearah Yeri dan duduk disamping cewe itu "Yerm, udahan nangisnya. Muka lo jadi jelek banget tau ga, bengkak" ucapnya sambil mengelus kepala Yeri
"Hm? Jelek?"
"Yeeerrr, eh buset lo kenapaa sinting itu muka apa tomat rebus" ucapan Doyeon menginterupsi percakapan Mark dan Yeri. Cewe bongsor itu muncul di pintu kamar Yeri
"Ihh emang jelek banget??"
"Ck ck ck," sebenarnya Doyeon sudah terbiasa banget Yeri mewek gini kalo abis nonton film sedih. Ia mendekat pada Mark dan Yeri. Sedikit mengintip apa yang Yeri tonton. Ah pantesan aja. Sahabatnya itu menonton film 'On Your Wedding Day'
"Yer gue mau ke Lucas. Jadi belanjanya besok aja kali. Gapapa?"
Yeri mengangguk. "Lagian muka gue begini Yeon. Maluu"
"Okedeh gue cabut dulu"
Mark sampai lupa tujuan awal ia kesini saking asiknya ngeliatin muka lucu Yeri. Mata dan hidungnya sembab, raut mukanya sedih-lucu dengan bibir yang melengkung kebawah
"Mark, lo ngapain ada disini?"
"Ah iya.." Mark memutus pandangannya dari wajah Yeri. Tapi hanya sebentar, tiga detik selanjutnya ia menatap lagi wajah meler itu "gue laper"
"Hah" alis Yeri berkerut
"Gue mau ngajakin elo makan Yer"
Yeri menoleh sebentar pada Jam dinding disamping kasurnya, "makan kategori apa jam segini. Ini jam 4 sore Mark.." ia menjeda, mengambil nafas. "Lagian lo mau ngajakin gue makan dimana? Gue gamau keluar!"
"Ahahaha iya iya oke. Ngga keluar. Tapi temenin gue makan ya, kita go food aja. Lo ngga laper abis nangis?"
"Hmm yaudah"
. "Asiiikkk, sekelompok sama Yeri!!!" Teriak Yohan di kuping kanan Yeri saat kelas baru saja bubar
"Apasih Yohaaann brisiikkk!!"
Pletakk!
"Aww Yuqi lu kira itu buku ensiklopedi enteng? Bisa penyok pala gue nih!"
"Biarin. Lagian siapa suruh tereak-tereak" Yuqi menjawab lalu menjulurkan lidahnya. Baru saja Yohan akan membalas sebelum
"Pengen nge-mall!!!" Kali ini Tzuyu yang teriak. Yuqi langsung heboh
"Waah, iya Tzu ayooo gue juga pengen haduh pusing banget kuliah yaAllah Kuyyyy nge mall!!"
Pletakk!
"Yohaan apaansi anjing??"
"Lo juga tereak barusan"
. "Jadi nyamuk Lucas Doyeon mulu lu Yer. Cari cowo sendiri dong" celetuk Yohan setelah Yeri bilang tadi dia nebeng Lucas sama Doyeon. Saat ini mereka sedang dalam mobil Yohan menuju mall. Mau tidak mau cowo itu harus ikut atau namanya tidak ditulis dalam tugas. Meskipun dia cowo sendiri disini
"Brisik mulu heran. Gue mah iya bener nyari cowo. Lo tuh. Cari temen setidaknya. Ngerecokin kita mulu kerjaannya"
"Gue juga kan biasanya sama Hwiyoung sama kalian juga. Cuma tuh gembel sok iye sibuk banget di organisasi. Lagian ya lu pada. Banyakin bersyukur bisa temenan sama gue. Diluar sana banyak orang mikir keras gimana setidaknya kenal sama gue. Kalo kalian lupa, gue ini famous guys,"
"Najisss famous pantat lu." Yuqi melempar bantal leher kearah Yohan
Niat awal Yeri ikut ke mall cuma pengen nongkrong aja di cafe-nya. Sambil nugas. Jadi dia ngga ikutan Yuqi sama Tzuyu yang lagi muter-muter mall. Nanti aja. Dia belum se-stress mereka. Akhirnya dia tetap di cafe sambil menghidupkan laptopnya. Sama Yohan juga. Tapi Yohannya tidur. Yaudahlah gapapa dari pada ngusik ya kan
. "Yang, ini gimana sih kok katanya Mark gajadi jemput Yeri. Terus Yeri pulang gimana dong. Apa kita balik kampus lagi aja?" Lucas berbicara sambil tangannya bergerak-gerak memegang hp menunjukkan chattingannya dengan Mark
"Kenapa ngga jadi jemput?"
"Gatau. Pas aku tanya lagi dimana dia bilang dijalan abis dari pvj. Yang Yeri gimana? Ntar ngamuk ah males"
"Bentar aku telpon Yeri dulu" Lucas hanya mengangguk dan Doyeon langsung men-dial nomer Yeri. Tadi tuh mempung Yeri ngga bawa kendaraan ke kampus, Lucas sama Doyeon nyuruh Mark buat jemput Yeri
"Yer, lo dimana?"
"Diluar Yeon, lagi nugas"
"Terus pulangnya sama siapa? Gue ama Lucas udah di apart ini"
"Oh iya maap tadi gue lupa ngasih tau. Gapapa Yeon, gampang ntar sama anak-anak ini ramean ko" Lucas lega dengernya.
Temen sekelas Yerii:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.