[0.9]

26 5 1
                                    

"Maaf banget sebelumnya kalian masih inget apa yang bikin kalian meninggal?" tanya Nara kepada dua teman beda alamnya.

"Gak mungkin juga gue lupa kejadian sial itu," ucap Faikha.

"Lo mau kita nyeritain?" ucap Keysa. Nara mengangguk.

"Iya, gue harus tau apa penyebab kalian meninggal. Itu salah satu petunjuk biar gue tau siapa yang bunuh kalian," ucap Nara.

"Okay. Kalo bukan karena lo, gue gak akan bahas ini," ucap Faikha.

Flashback on.

Seorang perempuan berjalan di tengah dinginnya udara malam. Ia merapatkan jaket yang tengah digunakannya untuk mencegah angin dingin yang masuk.

Sambil berjalan, ia membayangkan akan tidur nyenyak di kasur lembutnya bersama dengan selimut yang hangat nanti. Karena lelah dan ingin cepat cepat tidur, perempuan itu mempercepat langkahnya.

Ia terpaksa mengambil jalan pintas untuk mempercepat waktu. Perempuan itu, Faikha, melewati gang kecil yang sangat sepi tanpa memikirkan apa yang mungkin akan terjadi. Pikirannya hanya tertuju pada kasur dan selimutnya yang hangat dan lembut.

"Tolong! Tolong!" sayup sayup, Faikha mendengar seseorang berteriak meminta bantuan. Ia memelankan langkahnya seraya mempertajam pendengaran.

Namun, suara itu tidak terdengar lagi. Faikha berpikir jika ia salah dengar. Jadi, ia mempercepat kembalu jalannya.

"Tolong! Siapapun tolong saya!" kali ini perempuan itu berhenti berjalan. Suara itu benar benar terdengar jelas. Dan ia yakin, ia tidak salah dengar.

"TOLONG! TOLONG!" Faikha membalikkan badan lalu melihat sekeliling. Tidak ada seorang pun, namun rasa penasarannya menuntun agar mencari tau dimana suara itu.

Ia melangkahkan kaki perlahan.

"Ada orang?" ucap Faikha. Tidak ada yang menjawab.

"Apa ada orang?" ucap Faikha.

"TOLONG! TOLONG! AKU DISINI!"

"HEI! DIEM!"

Faikha langsung berlari ke asal suara. Ia berlari dan sampai di sebuah rumah tua. Rumah itu bercat putih dan terlihat kotor. Lampu penerangannya juga remang remang.

"TOLONG SAYA! TOLONG! SIAPAPUN TOLONG SAYA!"

"LO TERIAK LAGI, GUE PASTIIN BESOK TINGGAL NAMA!" terdengar suara laki laki menggertak.

Tanpa basa basi, Faikha masuk ke dalam rumah tersebut.

"AAAA!" teriakkan itu membantu Faikha menemukan asal suara.

Ia terkejut ketika melihat ada 5 laki laki bertopeng dan satu perempuan yang sedang diikat di sebuah kursi.

Kelima laki laki itu terlihat menggeledah seisi ruangan itu.

"WEH?! PERAMPOKAN ITU!" batin Faikha. Ia lalu mencari benda agar bisa melindungi diri.

Ia melihat sebuah kursi yang tebuat dari. Ia langsung mengambil kursi itu dan membawanya ke arah salah satu laki laki itu.

Brak!

Kursi itu tepat mengenai kepala laki laki tersebut.

"WOY! SIAPA LO?!" teriak seorang laki laki.

"WOY! SIAPA LO?!" teriak seorang laki laki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 16, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

She is Strange or Different?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang