LAST PART

113 13 0
                                        

Haloo semuanyaa. Gak nyangka aku bisaa nulis bagian terakhir dari cerita perdana aku untuk genre Fansfiction.
Gimana nih menurut readers?
Bagus kah? Kalian bisa komen aja yaa atau bisa dm aku hehehehh. Aku membuka peluang untuk kritik dan saran kok.
Lanjut yaa ceritanya 😊
......

Yuna termenung. Memikirkan betapa egois dirinya. Seharusnya bukan itu yang harus ia lakukan.

Pikirannya kacau sekali. Jika seperti ini, Yuna bisa saja meninggalkan waktunya untuk berlatih dan itu akan memunculkan emosi dari Meneger Ho.

" aku jahat Eonni-ya " ucapnya berkali kali kepada Lia.

Membuat Lia bosan dan memintanya untuk meninggalkan Lia sendiri dikamarnya.

" berhenti merengek Yuna-ya. Lagipula kau sudah menyarankan Jungkook untuk datang kepada Presdir Han " sergahh Ryujin.

Itu benar. Namun perasaan bersalah Yuna lebih besar. Harapannya sekarang, perjodohan itu di batalkan.

Cepat atau lambat. Perasaannya terhadap Maknae Bangtan itu akan memudar. Yuna sudah yakin akan itu.

Namun sisa sisa perasaannya itu selaku berterian untuk Yuna bergerak. Merenggut hati Jungkook dan memilikinya. Betapa Egois nya.

" ayo kita makan " ajak Yeji.

Ryujin dengan sigap menarik tangan Yuna menunu ruang makan.

Aroma masakan Yeji tercium dan membuat semua yanga da di perut meronta ronta.

Tidak dengan Yuna. Nafsu makannya kini menurun. Ia masih sibuk memikirkan hal itu.

" makanlah Yuna " seru Yeji.

.................................................................

Presdir Jung meluangkan waktunya untuk bertemu Jona saat makan siang sebelum keberangkatan Yeoja itu kembali ke Korea.

" Mana Sora? " tanya Jung Yo.

" sedang Bersiap siap di atas " jawab Jona.

Mereka berdua mendahulu untuk menyantap makan siang bersama. Mengingat Jung Yo tak memiliki waktu yang banyak.

Pekerjaannya terlalu banyak jika harus di tinggalkan. Walau berat melepas Jona untuk kembali.

" seharusnya aku mengantarmu "

" kau sedang Sibuk sekali Chagi. Aku akan aman dengan sopirmu " Jona tersenyum.

Sora datang dengan jaket hitam tebal. Duduk di samping Jona dengan wajah tak cerah.

" Gwencanna-yo? " tanya Presdir Jung kepada Sora.

" aku sangat gugup Oppa. Entah aku akan bertemj dengan appa atau aku menghindarinya saja "

Jona dan Presdir Jung terkekeh melihat ekspresi absurd Sora yang seperti saat ini.

" aku berjanji akan segera terbang ke Korea. Bertingkahlah sewajarnya sebelum aku datang "

My Hopes  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang