O5. Runtuhnya Pertahanan

215 41 2
                                        

Sakura dan Minho berjalan menyusuri jalan yang gerimis di sekitar terminal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sakura dan Minho berjalan menyusuri jalan yang gerimis di sekitar terminal. Setelah ada bus yang akan mereka tumpangi, Sakura maupun Minho langsung bergegas menaikinya dan duduk di kursi panjang di belakang bus. Minho mengeluarkan satu lembar sepuluh ribu dan memberikannya ke kernet bus dekat pintu belakang.

"Dua ya, Bang."

Merasa tak enak, Sakura melirik Minho sambil merogoh saku depan tasnya yang ia letakkan dipangkuan, "Nih, gue ganti langsung."

Namun, Minho menahan tangan Sakura, "Kaga usah, Ara. Santuy sih."

"Utang, No. Gak enak gue..."

Minho terkekeh setelahnya, "Beliin cilok aja, gak usah ganti duit begitu, Ra."

Sakura hanya tersenyum menatap Minho seraya menganggukkan kepalanya, "Makasih ya, No."

"Sama-sama, Ara," sahut Minho.

Bus mulai berjalan saat hujan turun dengan derasnya, dan beberapa pengamen masuk ke dalam bus––dua perempuan dan satu laki-laki memegang gitar––mengiringi perjalanan Sakura serta Minho di malam hari sambil melantunkan salah satu lagu favorit Sakura, Diary Depresiku dari band Last Child. Meski tak seluruh isi lagu menggambarkan kehidupan Sakura, tapi setidaknya lagu itu sama dengan inti dari permasalahannya saat ini.

🎵 Malam ini hujan turun lagi.
Bersama kenangan yang mungkin luka di hati,
Luka yang harusnya dapat terobati,
Yang kuharapkan tak pernah terjadi 🎵

Sakura ikut melantunkan bait demi bait dengan suara pelan, mengikuti nada iringan gitar yang begitu enak dari para pengamen jalanan perempuan bersuara merdu di tengah bus.

🎵 Kuingat saat ayah pergi
Dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan.

Di saat kumulai mengerti,
Arti sebuah perceraian, yang hancurkan semua hal indah
Yang dulu pernah aku miliki... 🎵

Sambil menatap Minho di sebelahnya yang memejamkan mata dengan tangan yang dilingkarkan di tangan Sakura, gadis itu tersenyum.


🎵 Wajar bila saat ini ... ku iri pada kalian, yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah,
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan ... 🎵

 🎵

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[✓] Not PerfectCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang