1O. Pergi Dengan Harapan Baru

239 37 10
                                        

"Ara!!!!!!! Lo beneran mau ninggalin gue?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ara!!!!!!! Lo beneran mau ninggalin gue?"

Sakura menghela napasnya kasar sambil memasukkan beberapa bajunya ke dalam koper. Mungkin hingga sepuluh kali, Minho menanyakan hal yang sama. Dilihatnya Minho yang sedang berada di kasur Sakura, menatapnya dengan bibir yang menukik ke bawah.

"Minho, gue ke Jepang sekarang tuh cuma mau liat tempat tinggal Bapak Junmyeon sama ngeliat Oka-san ama Mashiho. Gue tinggal di sananya masih tahun depan pas kita lulus."

"Tapi tetep aja, lo ujung-ujungnya juga ninggalin gue!!!!!!!!!!!"

Setelah pertengkaran yang berujung haru dua bulan yang lalu itu, Sakura memutuskan untuk benar-benar tinggal di Jepang bersama Junmyeon setelah kelulusan sekolahnya yang tinggal beberapa bulan lagi. Saat ini Sakura masih tinggal di rumah lamanya bersama Irene. 

Sakura beranjak dari tempatnya di depan lemari dan menghampiri Minho, "Berisik deh," decaknya seraya duduk di pinggir kasur, memandangi wajah Minho yang cemberut.

"Terus menurut lo, gue harus gimana biar lo gak ngerasa gue tinggalin, Minho?"

"JANGAN PANGGIL GUE GITU!" sungut Minho sebal, mendapati Sakura memanggil namanya.

Sakura berdecak, "Ya Ino maunya gimana?"

"Gak tau!"

Sakura yang gemas dengan Minho, memukul lengannya sambil mencubitnya pelan, "Maunya apa sih?"

"Sakit ih, Ra!"

"Lagian gak jelas banget deh!"

"Gue takut kangen!"

"Biasanya juga kalo kangen langsung nelpon sih, susah amat."

"Beda banget feelnya, Ara!" kini Minho mendudukkan tubuhnya. "Kalo di sini langsung gue telpon, terus besoknya gue bisa langsung ke rumah lo atau ngajak lo jalan kemana kek. Ini lo-nya bakal ada di negara lain, yang berarti gue kudu beli tiket trus naik pesawat dulu. Trus nyari lo lagi di sono. Belom lagi gue mesen hotel, jalan-jalan, jajanin lo makanan Jepang yang gue gak tau berapa harganya. Kalo di sini kan, lo bisa gue empanin cilok."

"Empanin, Anjrit, lo kata gue ayam."

"Istilahnya, Ara sayang."

Sakura menelan salivanya gugup, "Jangan manggil gue gitu, ah!"

Minho lalu tersenyum miring, "Kenapa, Sayang? Ara salting ya Ino panggil gitu?"

"No, ih! Geli tau kalo lo yang manggil gue begitu."

"Gak romantis banget sih lo ah. Itung-itung belajar jadi pacar gitu, kali aja di Jepang lo dapet laki baru."

"Ya 'kan kalo sama orang sana, gue gak geli gitu. Beda kalo sama lo."

"Dih gitu amat. Yaudah gini deh," Minho memandangi Sakura yang sekarang sedang bermain ponselnya, "Ara! Liat Ino!"

Sakura mendongak, "Apa sih?"

[✓] Not PerfectCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang