Ini bukan hanya tentang impian atau masa depan, ini semua tentang kehidupan.
Sakura Kim hanya menginginkan kesempurnaan dari keluarganya yang telah mengalami kerusakan. Di belakangnya ada sosok Minho Lee, seorang sahabat yang tak luput dari pandang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ara!!!!!!! Lo beneran mau ninggalin gue?"
Sakura menghela napasnya kasar sambil memasukkan beberapa bajunya ke dalam koper. Mungkin hingga sepuluh kali, Minho menanyakan hal yang sama. Dilihatnya Minho yang sedang berada di kasur Sakura, menatapnya dengan bibir yang menukik ke bawah.
"Minho, gue ke Jepang sekarang tuh cuma mau liat tempat tinggal Bapak Junmyeon sama ngeliat Oka-san ama Mashiho. Gue tinggal di sananya masih tahun depan pas kita lulus."
"Tapi tetep aja, lo ujung-ujungnya juga ninggalin gue!!!!!!!!!!!"
Setelah pertengkaran yang berujung haru dua bulan yang lalu itu, Sakura memutuskan untuk benar-benar tinggal di Jepang bersama Junmyeon setelah kelulusan sekolahnya yang tinggal beberapa bulan lagi. Saat ini Sakura masih tinggal di rumah lamanya bersama Irene.
Sakura beranjak dari tempatnya di depan lemari dan menghampiri Minho, "Berisik deh," decaknya seraya duduk di pinggir kasur, memandangi wajah Minho yang cemberut.
"Terus menurut lo, gue harus gimana biar lo gak ngerasa gue tinggalin, Minho?"
Sakura yang gemas dengan Minho, memukul lengannya sambil mencubitnya pelan, "Maunya apa sih?"
"Sakit ih, Ra!"
"Lagian gak jelas banget deh!"
"Gue takut kangen!"
"Biasanya juga kalo kangen langsung nelpon sih, susah amat."
"Beda banget feelnya, Ara!" kini Minho mendudukkan tubuhnya. "Kalo di sini langsung gue telpon, terus besoknya gue bisa langsung ke rumah lo atau ngajak lo jalan kemana kek. Ini lo-nya bakal ada di negara lain, yang berarti gue kudu beli tiket trus naik pesawat dulu. Trus nyari lo lagi di sono. Belom lagi gue mesen hotel, jalan-jalan, jajanin lo makanan Jepang yang gue gak tau berapa harganya. Kalo di sini kan, lo bisa gue empanin cilok."