Ini bukan hanya tentang impian atau masa depan, ini semua tentang kehidupan.
Sakura Kim hanya menginginkan kesempurnaan dari keluarganya yang telah mengalami kerusakan. Di belakangnya ada sosok Minho Lee, seorang sahabat yang tak luput dari pandang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mengetik balasan pesan untuk sang ayah, Sakura bangkit dari tidurnya. Dilihatnya wanita yang menasihatinya dengan kata-kata lembut tadi, Sana––ibunya Minho yang sudah terlelap. Perlahan-lahan Sakura turun dari tempat tidur, mencoba untuk tidak membangunkan Sana. Sakura mengambil selimut yang ada di dekatnya, lalu menyelimuti Sana seraya tersenyum, melihat raut wajah Sana yang tenang saat tidur.
Setelah menyelimuti ibu dari sahabatnya itu, Sakura berniat keluar untuk pergi ke kamar mandi. Namun, saat pintu kamar di buka, ia melihat Minho yang sedang bermain dengan ponselnya sembari menatap gadis itu keluar kamar dari sofa di ruang tengah.
Minho menggeleng, "Gak bisa tidur." Minho menepuk tempat di sebelahnya sambil menatap Sakura dengan senyum. "Sini."
Sakura menghampiri Minho yang sedang duduk di sofa, lalu menyenderkan kepalanya ke pundak laki-laki itu. Lengan Minho merangkul pundak Sakura dan mengelusnya pelan.
"Kok bangun?" tanya Minho yang sekarang membelai rambut Sakura di pundaknya.
"Tiba-tiba aja kebangun," jawab gadis itu. "Kebetulan tadi Ayah Ara ngechat. Ara ketauan kabur, doi lagi di rumah."
"Pak Junmyeon marahin Ara?"
"Enggak sih kayanya, cuma nanyain Ara di mana. Ara bilang aja Ara aman, siang nanti Ara baru balik."
Minho hanya ber-oh ria sambil memainkan rambut Sakura, sesekali Minho mengecup puncak kepala gadis itu dengan gemas.
"Ino." Sakura mendongakkan kepalanya dan menatap Minho yang juga ikut menatapnya.
"Iya, Ara?"
Sakura berdeham, "Ara kayanya bakal tinggal sama Ayah."
"Ara bakal ikut sama Ayah ... ke Jepang. Ara tinggal di sana."
Aktifitas memainkan helaian surai gadis itu tiba-tiba terhenti, "Jauh amat, Ara. Tega banget Ara ninggalin Ino di sini!" sembur Minho, ia langsung memeluk Sakura dan mendekapnya dengan erat.