Part Three

3.6K 379 3
                                        

Seo Johnny menurunkan Jaehyun di depan pondoknya saat mereka pulang ke peternakan, lalu dia kembali ke penginapan untuk menurunkan barang-barang persediaan. Dari semua nasib yang menyedihkan, nasibku pasti yang paling buruk, batin Johnny. Mengapa pemuda manis itu muncul di sini? Dari semua tempat yang ada? Jaehyun tidak lebih dari seorang pemuda polos saat Johnny pertama kali bertemu dengannya, meski usianya sudah dua puluh dua tahun. Tetapi, Jaehyun kini telah matang dan dewasa, meski wajahnya tidak menunjukan usia yang seharusnya.

Setelah selesai membongkar muatan dari truk, dia mengendarai truknya kembali ke pondoknya. Dia memarkirkan truknya di samping pondoknya, mematikan mesin, dan bergegas membuka pintu truknya. Ali mendekat saat Johnny melangkah keluar, dan pria itu menghabiskan waktu beberapa saat untuk menggaruk-garuk telinga anjing itu sebelum masuk ke dalam rumah untuk mengganti kausnya, mengambil topi dan memakai sepatu boots. Dia memandang jam dinding, menyadari dia masih punya waktu dua puluh menit sebelum jadwalnya mengantar sebuah kelompok untuk berkuda.

Memasuki dapur, dia menyambar sekaleng bir dari kulkas, lalu melangkah ke beranda dan duduk di tangga. Ali berbaring di sebelahnya. Johnny meneguk minumannya, lalu menyeka mulutnya dengan punggung tangan. "Kenapa Jaehyun harus datang ke sini?" gumamnya. Ali menggeram sebagai balasan, seolah mengerti apa yang dirasakan tuannya.

"Sial!" Setelah menghabiskan minumannya, Johnny berdiri dan melempar kaleng kosong itu ke tempat sampah. Harapan satu-satunya adalah pemuda manis itu akan segera bosan, lalu kembali ke tempatnya berada, kembali ke ayahnya yang kaya, ke rumahnya yang besar dan nyaman, dan ke mobilnya yang mewah.

Johnny pernah mengantar pemuda manis itu pulang ke rumahnya pada suatu malam tidak lama setelah pertemuan pertama mereka. Rumah? Bangunan itu merupakan mansion berlantai tiga, dikelilingi pagar besi tempa dengan penjaga berseragam di pintu gerbang. Dia tidak terlalu memperhatikan tempat itu saat pertama kali melihatnya. Tetapi, melihatnya malam itu, membuat dirinya menyadari saat itu juga bahwa mereka tidak punya masa depan bersama.

Dia tidak bisa membayangkan apa yang orangtua Jaehyun akan katakan jika pemuda manis itu mengajaknya makan malam pada hari Minggu. Dan saat hal itu terjadi satu bulan kemudian, makan malam itu menjadi malapetaka paling buruk yang pernah Johnny bayangkan. Ayah Jaehyun, Jung Yunho menatap dirinya seolah pemuda manis itu membawa pulang seorang gelandangan dan berencana untuk membantunya. Sementara ibu Jaehyun, Jung Jessica hanya tersenyum canggung dan terlihat gugup saat melihatnya.

Di meja makan, ayah dan ibu Jaehyun berbicara dengan sopan mengenai cuaca, bertanya mengenai keluarganya, jelas-jelas terkejut saat dirinya mengatakan pada mereka bahwa dia berkerja sebagai penyanyi serabutan. Saat dia berpamitan, Johnny tidak diundang untuk datang lagi. Jung Yunho menawarkan perpisahan yang tegas, nada bicara dan ekspresinya jelas-jelas mengatakan bahwa dia tidak akan diterima lagi di rumah itu.

***

Johnny menuruni tangga dan menyusuri jalan setapak menuju penginapan. Dia tidak dapat memikirkan hal lain yang lebih buruk dari pada pertemuan dengan Jung Jessica dan Jung Yunho itu, sampai dia tiba di kandang dan mendapati Jaehyun sedang menunggu di sana bersama enam tamu lainnya. Yuta sudah menyiapkan beberapa ekor kuda. Kuda-kuda itu terikat di pagar kandang dengan ekor yang mengibas malas.

Mata Jaehyun membelalak begitu melihatnya, dan Johnny tahu pemuda manis itu tidak berada di sini karena ingin melihatnya.

"Selamat siang, Tuan dan Nyonya." Johnny mengangguk ke arah para penunggang kuda. Perjalanan berkuda ini khusus ditunjukkan bagi orang dewasa. Pasangan paling muda berusia di pertengahan dua puluhan, pasangan paling tua berusia sekitar enam puluhan. Jaehyun satu-satunya yang tidak memiliki pasangan.

"Apakah ada diantara kalian yang sudah tahu cara berkuda?" Johnny mengedarkan pandangannya dan dibalas oleh gelengan. "Tidak ada? Well... Tidak apa-apa, begitu hari ini berakhir, kalian semua akan menjadi mahir. Pertama-tama kita akan belajar bagaimana memasang pelana. Dan jangan khawatir mengenai kuda-kuda ini. Ini kuda-kuda terlatih, saya bisa pastikan itu."

Dude Ranch Bride (Johnjae) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang