Johnny terus-menerus mengawasi Jaehyun sepanjang malam, membangunkan pemuda manis itu setiap kurang lebih satu jam, memeriksa bola matanya. Meskipun jengkel karena tidurnya terganggu, Jaehyun merasa senang. Johnny baru saja memeriksanya satu jam yang lalu. Dia telah meyakinkan pria itu bahwa dirinya baik-baik saja dan akhirnya berhasil memaksa Johnny untuk tidur.
Saat ini Jaehyun tengah mengamati Johnny yang terbaring di tempat tidur dengan kasur berukuran sempit. Hanya dengan menatap pria itu membuat jantungnya berdebar aneh. Johnny lah yang telah memberikannya ciuman pertama, telah menjadi orang pertama yang membuatnya benar-benar jatuh cinta. Seandainya jika bukan karena kehormatan dan kesopanan Johnny, dia mungkin telah kehilangan kepolosannya bertahun-tahun lalu.
Jaehyun merona, dia mengingat bagaimana mereka berdua nyaris lepas kendali, meski saat itu dia merasa menyesal, namun untuk saat ini dia justru bersyukur karena mereka masih memiliki akal sehat untuk tidak melakukannya. Dan perkataan Johnny masih terngiang hingga saat ini, 'Aku mencintaimu. Dan aku ingin memilikimu saat kita telah sah dan terikat di hadapan Tuhan.' meski kenyatannya Tuhan mungkin tidak menakdirkan mereka untuk bersama.
Bersama Johnny, Jaehyun tidak pernah takut pada apa pun, bahkan pada ayahnya. Saat ayahnya melarangnya bertemu Johnny, untuk pertama kali dalam hidupnya dia berani menentangnya. Orangtuanya cukup bijaksana untuk menyadari bahwa menghukumnya hanya akan membuatnya menentang lebih keras lagi, jadi mereka setuju membiarkannya berkencan dengan Johnny, selama pria itu menjemputnya di depan pintu dan mengantarnya pulang pada waktu yang pantas.
Lambat laun, ibunya entah bagaimana mulai menyukai Johnny, dan meskipun Jaehyun ragu ibunya akan sepenuhnya setuju jika putranya berkencan dengan pria sederhana seperti Johnny, namun ibunya –Jessica- telah melakukan yang terbaik untuk membuat Johnny merasa diterima. Ibunya lah yang berusaha menghibur dirinya saat dia putus dengan Johnny, meyakinkannya jika dia akan menemukan pria yang tepat dan jauh lebih baik dari Johnny bila saatnya tiba nanti.
Jaehyun pernah beranggapan jika Mingyu adalah pria yang 'tepat' itu, sampai dia berdiri di samping pria itu di altar dan menyadari segala kebodohannya. Seraya mendesah Jaehyun mengumpulkan pakaiannya dari depan perapian. Dengan punggung menghadap tempat tidur, dia melepas kaus milik Johnny dan mengenakan celana jins dan kausnya sendiri.
Dengan mengendap-ngendap, Jaehyun melintasi ruangan, lalu menuangkan secangkir teh madu dari termos. Berkat perawatan Johnny, bengkak di pergelangan kakinya telah hilang dan nyaris tidak terasa sakit lagi. Dia merogoh kantung pelana, mencari sesuatu untuk dimakan. Dia mengeluarkan roti bulat manis, lalu duduk di kursi dan memakannya, namun tatapannya tertuju ke wajah Johnny. Lama Jaehyun duduk di situ sambil menatap Johnny, mengalihkan tatapannya sejenak ke arah jendela, di luar masih hujan meski tidak sederas tadi, lalu kembali menatap wajah tertidur Johnny.
Dia bertanya-tanya apakah ada seseorang yang mencari mereka. Mungkin tidak, putusnya. Siapa pun yang mengenal Johnny pasti tahu jika pria itu mampu untuk menjaga dirinya sendiri.
***
Hari sudah pagi ketika Johnny terbangun dan mendapati Jaehyun tengah duduk menatapnya. Dia mengangkat sebelah alis dengan ekspresi geli.
Jaehyun mengendikkan bahu acuh. "Tidak ada lagi yang bisa dilihat di sini."
Seraya duduk, Johnny melirik termos yang berada di atas meja. "Masih ada teh?"
"Aku rasa masih, tapi tidak banyak."
Ketika Jaehyun mulai berdiri, Johnny memberi isyarat agar pemuda manis itu tetap ditempatnya. "Biar aku sendiri yang mengambilnya. Aku tidak ingin kau terlalu banyak bergerak dengan keadaan kaki yang seperti itu."
Jaehyun tersenyum manis, merasa senang dengan perhatian kecil Johnny kepadanya. "Baiklah," ucapnya lembut.
Johnny membuka termos dan menuangkan teh terakhir ke dalam cangkir. Seraya beranjak ke jendela, dia menatap ke luar. Di luar masih hujan, tapi awan mulai menipis. "Mungkin kita bisa pulang besok pagi," ucapnya sambil menghirup tehnya tanpa mengalihkan pandangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dude Ranch Bride (Johnjae)
FanfictionJaehyun memutuskan untuk melarikan diri dari pernikahannya dan bersembunyi di Jeju. Namun, disana dia justru bertemu dengan mantan kekasihnya, Johnny Seo. Pria yang sangat dicintainya hingga saat ini. Apakah perasaan pria itu juga tak berubah terhad...
