"Seulgi, ini Mommy sayang. Maafin Mommy karena udah ninggalin kamu."
"BULLSHIT ANJING, GUE GAK BAKAL PERCAYA APAPUN KATA LO. DAN ASAL LO TAU GUE UDAH NGANGGAP MOMMY GUE MATI BERTAHUN-TAHUN YANG LALU."
Gyuri mengajak Seulgi mencari tempat yang agak sepi. Seulgi yang baru saja ingin pergi.
"Apa Irene tidak memberitahukannya padamu?"
Langkah Seulgi terhenti.
"Jadi benar, selama ini Irene tidak pernah bilang. Ooh apa kamu lupa, waktu Mommy datang ke rumah. Mungkin karena takut Mommy akan membawamu pergi, dan dia akan kehilangan segalanya. Karena apa? Itu karena kau pewaris tunggal."
Seulgi berbalik badan, dan menatap datar kearah Gyuri.
"Jadi sekarang lo mau jelek-jelekin Irene? Ck cara main lo norak tau gak."
"Sadarlah Seul, Irene hanya orang asing yang masuk kedalam keluarga kita."
"JANGAN SEBUT GUE SEBAGAI KELUARGA LO",
"Gue dan lo, gak ada hubungan apapun lagi. Setelah bertahun-tahun yang lalu lo pergi ninggalin gue sama Daddy gue, dan gue yakin Irene gak sejelek yang lo bilang."
"Benarkah? Apa kau tidak curiga dengan kejadian kecelakan itu?"
Seulgi memilih pergi dari sana, air mata yang sedari tadi ia bendung kini membasahi pipinya.