"Joy gak boleh tau Wen, pasti bakal ngebuat dia kepikiran dan bakal berpengaruh ke Bayi kalian juga."
"Itu juga yang gue pikirin Ji, sialan emang tuh orang. Apa sih masalahnya sama cewek-cewek, sampai dendamnya awet banget."
"Eh Ka Seul, kan katanya siapa tuh si Elena itu Saudara lo. Dan seumuran sama Ka Irene, ceritanya gimana sih gue ampe bingung sama silsilah keluarga lo." Ujar Yeri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Para Pria duduk di halaman belakang rumah WenJoy, sedangkan para Wanita masih berkutat didapur menyiapkan cemilan dan juga minumannya.
"Dari surat yang gue baca, katanya sebelum Gyuri nikah sama Daddy ternyata Gyuri udah lama nikah sama tuh orang Jerman... Ya tapi karena matre jadi deh Daddy gue dijadiin Suami kedua, dan selama berapa tahun gue gak tau tepatnya kapan Daddy gue baru tau aslinya Gyuri kek mana pas gue umur satu tahun. Dah lah, gue udah gak mau bahas dia. Rasanya seperti anda menjadi ironmen, pen gorok aja tuh orang."
"Parah banget njir, kalau gue yang ada diposisi lo mungkin gue bakal racunin ya tapi balik lagi untungnya bukan gue."
"Ngomong apaan sih lo Manobal, belibet bae... Gue masih ragu, buat ngerestuin lo sama Jendeuk."
"Kasian Ji anaknya Om Manoban lo gituin, ingat Ji dia udah banyak kali nolongin Jennie... Tuh liat mukanya kek pengemis pas lo ngomong ragu ngasih restu."
"Yaaah Ka WenWen mah, kirain mau ngebela taunya ngeledek juga. Yaudah gue nungguin anaknya Ka Wenwen aja, siapa tau jodoh gue."
"Enak aja, ponakan gue mana mau sama tiang kek lo Dek. Udahlah lo berjuang aja dapetin Jennie, gak usah pikirin restunya nih manusia Chikin... Tuh ada Yeri yang bisa wakilin."
"Idih amit-amit gue restuin lo sama Ka Jennie, bukannya dulu lo anti banget sama Ka Jennie. Kenapa sekarang ngebet banget sama Ka Jennie?"
"Bwahahaha Yeri mulutnya pedes banget, hayo loh Lis dua pawangnya Jennie gak restuin."
"Gakpapa Ka Wen, gue bakal langsung minta restu ke calon mertua."
"Savage... Okey guys sekarang gue ada di pihak Lisa." Ucap Seulgi.
"Penghianat lo Beruang Sipit." Ujar Jisoo lalu Seulgi hanya membalasnya dengan smirk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara itu keadaan di dapur hampir sama seperti keadaan para Pria, tapi bedanya para Wanita membahas trend fashion, brand-brand terkenal dan juga barang yang baru saja diluncurkan.
Jennie dan Rosé membuat kentang goreng, macaron dan pancake. Irene, Joy dan Saeron membuat minuman seperti milkshake, jus jeruk, mangga dan stroberi.
"Apa perlu kita beri tau Joy?"
"Enggak Rosé, emang kamu mau Joy kepikiran abis itu berpengaruh ke anaknya? Enggak 'kan." Jawab Jennie dengan berbisik.
Saat selesai membuat minuman, Irene menghampiri Jennie dan Rosé.
"Ada masalah?"
"Tidak kok, cuman Rosé bilang katanya kita harus kasih tau Joy. Ya aku bilang aja gak usah, dia lagi hamil dan mungkin aja gak baik juga buat anaknya."
"Kita lindungi aja Joy, gak usah kasih tau. Dan kita buktiin ke mereka kalau kita ini bisa lebih kejam kalau di ganggu."
"Ya benar sekali, aku bahkan sudah sangat kesal pada kelakuan mereka. Mungkin kalau saja Gyuri ataupun Elena ada di hadapanku, akan bernasib sama seperti kentang ini."
"Wow Jen aku rasa jiwa psycho mulai muncul dalam dirimu." Tungkas Rosé.
"Hei kalian membicarakan apa? Daritadi aku dengar cuman psycho, ada apa?"
Lagi ngomongin lagu Beludru Merah neng Joyii ku sayang
Irene, Jennie dan Rosé sama-sama terdiam. Rosé menyenggol lengan Irene, tapi Irene malah menatap Jennie.
"Kenapa diam? Atau jangan-jangan ada sesuatu yang kalian sembuhkan dariku?"
"Enggak Joy, kami...kami hanya emm itu, kami hanya membicarakan hadiah yang akan kami berikan pada anakmu nanti. Iya 'kan Rene?"
"H-huh? Ooh iya, masa kami ngasih tau hadiahnya. Gak bakal seru kalau kamu tau."
"Wah Kakak-kakak sekalian, kenapa Saeron gak diajak sih. Sebenarnya aku ini siapa?"
"Kamu masih kecil." Balas Rosé.
"Ka Chaeyoung jahat, dah aku temenan sama Dedek Bayi aja."
"Nah itu lebih baik, tapi jangan diajarin yang enggak-enggak ya Debaynya." Timpal Jennie.
"Ngajarin yang enggak-enggak? Setauku Saeron yang paling polos diantara kita?"
"Puji Tuhan, seorang Bae Irene mengakui kalau dia mesum... Fenomena alam yang begitu langka."
"Yak Park Sooyoung, tidak maksudku Son Sooyoung... Kok jadi abstrud sih pembicaraan kita?"
"Ya mana aku tau, dah ya. Ayo Ka Joy kita pergi aja, kasian Dedek Bayinya bisa ketularan jenius kayak tiga perempuan ini. Ya bagus kalau cuman cantiknya aja, Dedek Bayi nanti kalau lahir jangan mesum kayak mereka ya."
"Yak!!!" Irene, Jennie dan Rosè kompak meneriaki Saeron. Sedangkan Joy hanya tertawa geli melihat tingkah mereka.
🐻🐰
Para dakjal mulai aktif ya bund harus banget gitu jadiin orang lain sebagai kambing hitam jadi idol ujiannya susah ya bund pen tak cekek aja tuh yang nge up berita
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.