Hari ini kampus menjadi riuh dan ramai karena mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu lalang juga bergosip ria membicarakan sesuatu.tampak dari mereka berwajah riang seperti mendapatkan sebuah hadiah berharga atau melihat sesuatu yang unik atau istimewa.
Aurel dan Melly berjalan ke kelasnya dengan santainya melewati koridor tak peduli dengan teman temannya yang tengah berbahagia melompat-lompat ria sesuka mereka.yang di butuhkan adalah ia segera sampai ke kelasnya,takut jika tertinggal pelajaran lagi.
Aurel dan Melly berjalan ke arah kelasnya, samar-samar Aurel dan Melly mendengar suara beberapa mahasiswi yang setengah berteriak meneruskan sesuatu.Aurel dan Melly saling berpandangan,suara itu berada di dekat kelas mereka.keduanya sangat penasaran lalu mempercepat langkahnya.begitu sampai Aurel dan Melly mengernyit heran melihat di depan kelas mereka sudah banyak mahasiswi yang berkerumun.Aurel dan Melly berada di belakang kerumunan,berniat membubarkan mereka.
"Khem... Permisi kita mau lewat" kata Aurel pada teman temannya yang masih berada di depan kelas tak bergerak sedikitpun.
"Woy teman teman sekalian... Kita mau lewat.tolong beri jalan"teriak Melly mengagetkan dan seketika menyingkir dari kelas membubarkan diri masing masing.termasuk teman-teman sekelasnya masuk satu persatu.
Aurel dan Melly langsung memasuki kelas setelah pintu lenggang.tapi baru beberapa langkah berjalan,langkah mereka terhenti.tepat di depannya,Aurel dan Melly kaget melihat keberadaan makhluk yang menyebalkan berada di kelasnya.
Keduanya diam, masih kaget dengan mereka.beberapa detik kemudian akhirnya tersadar,bahkan Melly sekarang berjalan ke arah mereka dengan menatap tajam.
Brakk...
Suara gebrakan meja yang sangat keras karena ulah Melly membuat seisi kelas terlihat kaget dan menatap Melly.kecuali mereka yang menjadi amukannya hanya menatap datar tak terpengaruh.
"Kenapa kalian berada di sini?!"Melly melotot tak melepaskan pandangan.
" Sebagai seorang perempuan seharusnya Lo bersikap lembut dan sopan juga tidak mengganggu kenyamanan orang lain"kata seorang laki-laki yang sama saat bertengkar dengannya tadi pagi.
"Nggak usah mengalihkan pembicaraan.jawab pertanyaan gue kenapa kalian ada di sini?" Melly.
"Kenapa ya?Lo mau tau atau mau tau banget?" laki-laki itu mengedipkan matanya.
"Nggak usah kedip-kedip,gue nggak akan tertarik sama Lo"
"Kenapa?padahal gue ganteng" laki-laki
"Buruan jawab,gue nggak ada waktu lama-lama" Melly.
"Kenapa kita harus jawab?dengan adanya dan tidak adanya kita di sini itu bukan urusan Lo" jawab salah satu dari mereka.
"Lo" Melly geram. Tanpa aba-aba Melly melayangkan pukulan padanya,tapi dapat di tahan laki-laki itu.keduanya saling menatap marah satu sama lain. Seisi kelas menjadi hening,mereka melotot kaget melihat Melly yang berani melayangkan pukulan.
Aurel sama kagetnya,ia memberanikan diri berjalan ke arah mereka. Aurel memegang bahu Melly,meminta untuk menghentikan nya. Melly hanya diam seperti patung. Aurel beralih pada laki-laki itu untuk melepaskan tangan Melly yang di genggamnya,tapi laki-laki itu juga tak bergerak. Aurel bingung,lalu tangannya bergerak menyentuh tangan keduanya yang masih tergenggam.saat tangan Aurel berada di antara mereka,tiba-tiba keduanya berteriak dan tangan mereka terlepas. Melly meringis karena tangannya berdarah juga terasa panas. Aurel menatap Melly khawatir juga merasa bersalah,ia pun menghampiri Melly.
"Mell,Lo nggak papa kan?maafin gue,gue nggak bermaksud melukai Lo,gue hanya ingin nolongin Lo" Aurel memegang tangan Melly.
"Gue nggak papa rel,cuma tangan gue sakit. Rel tolongin anterin gue ke klinik kampus" Melly menahan sakit.
"Oke. Sekarang gue anterin,tangan Lo harus segera di obati" Aurel menuntun Melly ke klinik.
Setelah kepergian Aurel dan Melly,kelas yang tadi hening kembali seperti semula bahkan bertambah ramai.semua mahasiswa dan mahasiswi saling berbisik satu sama lain.
"Lo nggak papa Vin?" tanya saudaranya.
"Gue nggak papa Joe,luka gue bisa sembuh dengan sendirinya" jawab Kevin.
"Gue makin penasaran sama mereka,terutama cewek yang ngebuat tangan Lo terluka"Leo.
" Gue juga sama Leo,gue merasakan aura yang sangat kuat pada cewek tadi"Willy.
"Siapakah gadis itu"." aku merasakan lagi,jantungku berdebar dan terasa sesak.aku harus mencari tau siapa gadis itu,benarkah gadis itu yang ada di gambar buku itu"
***
Melly berbaring di atas ranjang.tangannya sudah di obati dan di perban. Aurel duduk di samping Melly menjaganya yang sedang tertidur.pikirannya melayang pada kejadian tadi,saat menyentuh tangan laki-laki itu ia merasakan sengatan yang mengalir di tangannya lalu tiba-tiba mereka berdua berteriak.aneh,ia melihat tangannya dan berfikir apa yang sedang terjadi dengannya.
Eungh.. Suara lenguhan Melly membuatnya tersadar,ia segera mendekatinya.Aurel membantu Melly duduk.seseorang datang memasuki klinik,ia adalah dokter yang mengobati luka Melly.
"Bagaimana keadaannya sekarang?masih merasakan sakit?" tanya dokter.
"Saya sudah mendingan dok,rasa nyerinya juga hilang" jawab Melly.
"Syukurlah kalau begitu,tapi kamu tetap harus menghabiskan obatnya agar lukamu cepat sembuh"dokter.
" Baik Dok,terima kasih sudah mengobati saya"Melly.
"Sama-sama, saya permisi dulu" dokter keluar setelah memeriksa Melly.
"Mell Lo yakin tangan Lo udah nggak ngerasain sakit lagi" Aurel khawatir.
"Gue yakin rel,tangan gue kan udah di obati sama dokter" Melly menenangkan.
"Okelah.kalau gitu kita pulang aja yuk,tangan Lo kan sakit. Jadi gak mungkin ikut pelajaran" Aurel.
"Setuju. Gue juga nggak mood,gue pengen tiduran di rumah sambil nonton film kesukaan gue" Melly.
"Dasar,terserah Lo dah maunya apa" Aurel menggerutu.
Aurel tengah bersiap-siap pergi ke minimarket untuk membeli camilan karena stok camilan sudah habis. Aurel hanya memakai kaos pendek,celana panjang,dan tak lupa jaket ia bawa karena udara malam yang dingin. Aurel melangkah keluar rumah lalu mengunci pintu. Jalanan sangat sepi,tidak ada orang yang lalu lalang karena sudah malam. Sekarang sudah menunjukan pukul 09.30. Aurel memilih berjalan kaki karena jarak antara rumah dan minimarket cukup dekat.
Aurel berjalan sendirian,sebenarnya ia sangat malas karena harus keluar saat ini. Ia lebih memilih tidur di kasurnya yang empuk,tapi Melly memaksa dan mengancam akan menghabiskan uangnya tanpa sisa,ia terpaksa menurutinya dan sekaranglah ia tengah berada di dalam minimarket. Memilih camilan yang di pesan Melly dan juga untuk dirinya.
Tiba-tiba sebuah ide terbersit dan ia tersenyum menyeringai. Lalu ia melanjutkan belanjanya memilih barang yang ia pilih. Setelah selesai ia segera berjalan ke kasir untuk membayar semua barang dan camilan yang ia beli.
Setelah membayar semuanya,Aurel segera pulang membawa barang-barang nya sambil bersenandung ria. Ia membayangkan reaksi Melly bila melihat apa yang ia lakukan padanya. Aurel terkikik, tidak sabar melihatnya. Aurel terus berjalan melangkah dan dari arah yang sama di seberang jalan,beberapa orang berpakaian hitam berjalan di depan Aurel. Saking asyiknya tidak memperhatikan,mereka saling menabrak satu sama lain. Aurel terhuyung ke belakang dan barang serta makanannya berserakan di mana mana. Ia menatap ke depan kesal begitu juga dengan mereka yang menatapnya kaget. Karena tidak mungkin manusia biasa dapat melihatnya. Mereka merasa curiga pada Aurel. Salah satu dari mereka mencoba untuk masuk ke dalam pikiran Aurel,tapi baru beberapa detik orang itu terpental beserta lainnya lalu mereka menghilang.
________
Selamat membaca dan terima kasih
Salam hangat.Hanna_0946602
KAMU SEDANG MEMBACA
Flower Girl
FantasyGadis itu membuka matanya perlahan mengedarkan pandangannya ke segala arah,menelisik setiap tempat.gadis itu mencoba bangun dari tidurnya menapakkan kaki polosnya di atas lantai "Dingin" batinnya. Gadis itu berjalan menyusuri tempat itu dengan hati...
