3

21 3 2
                                        

Aurel berdiri di balkon kamarnya memandang langit sore yang sebentar lagi berubah jadi petang.angin semilir menerpa wajahnya yang sedikit berkerut.Ia menatap ke depan,sejak berdiam diri tak berbicara maupun berbuat sesuatu.biasanya dia akan bercerita konyol atau menjahili Melly hanya untuk bercanda.Melly yang melihatnya hanya mendengus,jengah dengan Aurel yang tiba tiba diam sejak pulang dari kampus.bahkan Melly yang mengajaknya berbicara tak di gubrisnya.Aurel masih memikirkan perkataan dosennya yang entah apa maksudnya tak mengerti,sekeras apapun ia mencari arti kata itu ia tetap tak menemukan apapun.

"Aurel! Lo kalau nggak masuk bakal gue kunci Lo dari dalam" Melly kesal meninggalkan Aurel lalu berjalan masuk kemudian menutup pintu kamarnya bersiap mengunci pintu.

"Jangan kunci gue atau Lo bakal tau akibatnya!" Aurel berjalan masuk dengan wajah yang sedikit memerah menahan marah dan kesal sampai Melly kaget melihat Aurel yang tiba tiba berteriak marah.

"O-oke,gue nggak akan ngunci Lo elah.gue kan cuma bercanda rel" jawab Melly kikuk.

Aurel berjalan masuk ke dalam kamarnya berbaring di atas kasur.Melly berjalan ke arah pintu ingin dari kamar,ia tahu keadaan Aurel sedang tidak mood jadi ia lebih baik meninggalkan Aurel supaya dapat menenangkan diri.

"Maaf" satu kata keluar dari mulut Aurel.Melly berhenti melangkah saat sedang menggenggam kenop pintu.ia diam ingin mendengar kata selanjutnya yang keluar.

"Maafin gue karena udah bentak Lo,gue lagi nggak mood dan capek hari ini.dan gue nggak bermaksud nyakiti Lo jadi gue minta maaf" Aurel lirih.

"Gue ngerti kok kalo Lo lagi nggak mood,Lo nenangin diri dulu.gue pengen keluar bentar nggak ganggu Lo dan gue bakal panggil pas makan malam" jawab Melly keluar dari kamar Aurel.

Helaan nafas keluar dari mulut Aurel.setelah kepergian Melly,Aurel terduduk lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.setelah selesai mandi Aurel mematut dirinya di depan cermin,mengamati dari atas sampai bawah.Ia  menatap pantulan dirinya,gumaman kecil keluar dari mulutnya.sebuah kata yang membuatnya kembali bersemangat dan ia tersenyum lebar pada cermin di depannya.cukup lama ia menatap,suara seseorang mengganggunya dan membuatnya tersadar.Aurel segera bersiap karena ia tau bahwa itu suara Melly yang mengajaknya untuk makan malam.beberapa menit kemudian Aurel sudah selesai dan keluar kamar menyusul Melly yang sudah berada di bawah dengan dua orang tua Melly dan adiknya duduk menunggu dirinya.

Aurel menggeser kursinya dan duduk di samping Melly.semua mulai makan dengan tenang tidak ada yang bsuara sedikit pun kecuali suara sendok dan piring yang beradu.Aurel sudah menyelesaikan makannya dan meletakkan sendoknya begitupun yang lain.suasana terasa hening menyelimuti ruang makan.sampai beberapa saat suara Ayah Melly yaitu Om Sam memecah keheningan.

"Aurel bagaimana keadaan kamu?" tanya Om Sam.

"Saya baik baik aja kok Om,kalian nggak usah khawatir.Aurel bisa jaga diri kok" jawab Aurel.

"Tadi Om dengar dari Melly katanya kamu lagi nggak enak badan,kalau kamu sakit istirahat saja.jangan memaksakan diri kamu" nasihat Om Sam.

"Terima Kasih Om sudah mengkhawatirkan Aurel" Aurel.

"Kamu tidak perlu berterimakasih, sudah seharusnya Om menjaga dan merawatmu karena kamu adalah keponakan Om dan juga sudah ku anggap putriku sendiri begitu juga dengan Alesya kakakmu sama seperti Melly.jadi kamu tak perlu sungkan,kalau ada apa apa tinggal bilang pada Om atau Tante". Om Sam.

" Baik Om,Tante, Aurel ngerti.sekarang Aurel pamit mau ke kamar"Aurel beranjak ke kamarnya.

"Melly juga ke kamar pa" Melly  berjalan ke kamarnya.itu hanya alasan,sebenarnya Melly ingin menemui Aurel di kamarnya dan hanya di angguki oleh papanya.

"Marvel juga mau ke kamar pa,tugas Marvel banyak" ucap Marvel juga pergi ke kamarnya tak ingin mengganggu kedua orangtuanya.kini hanya tinggal Om Sam dan Tante Lidya di ruang makan saling menatap satu sama lain.

"Sudah 10 tahun yang lalu sejak kepergian mereka keadaan sekarang masih tetap sama" ucap Tante Lidya.

"Benar,Aurel masih tetap sama.ia merasa sangat kesepian walupun di luar Aurel terlihat kuat tetapi sesungguhnya ia sangat rapuh" ucap Om Sam.

"Pa,bagaimana cara kita menjelaskan pada Aurel tentang jati diri dia yang sebenarnya dan juga tentang alasan kematian orang tuanya Eric dan Liana?setelah tau semuanya apakah dia akan menerima dengan ikhlas?" tanya Tante Lidya.

"Aku juga tidak tahu,kejadian sepuluh tahun yang lalu sangat mengguncang Aurel dan butuh waktu yang lama baginya untuk menerimanya.apalagi kalau kita memberitahunya entah apa jadinya.tapi juga kita dapat menyembunyikan selamanya pada Aurel,lambat laun dia juga akan mengetahuinya" jawab Om Sam.

"Aku merasa takut akan keadaan Aurel kedepannya.akhir akhir ini aku mendapatkan firasat juga mimpi" ucap Tante Lidya.

"Apa itu?apakah pertanda baik atau buruk?" tanya Om Sam.

"Bisa jadi buruk,bisa jadi baik" jawab Tante Lidya.

"Ceritakanlah,aku ingin mendengarnya supaya kita dapat mencari solusinya" Om Sam.

"Ini tentang kekuatan Aurel yang tersegel dan juga bunga kembar yang hanya muncul seribu tahin sekali.bunga kembar yang memiliki kekuatan dahsyat,kekuatan kehidupan dan kematian.kekuatan ini selain kuat tapi juga berbahaya saking kedahsyatan nya tidak ada kekuatan yang bisa menandinginya.karena bunga kembar mempunyai kekuatan pengendalian dari semua kekuatan yang ada" Tante Lidya menjelaskan.

"Lalu apa hubungannya dengan Aurel?" tanya Om Sam.

"Aku belum tahu dengan jelas karena mimpi yang ku dapat hanya samar samar" jawab Tante Lidya.

***
Melly mengetuk pintu kamar Aurel terlebih dahulu lalu masuk setelah di perbolehkan.Melly berjalan pelan menghampiri Aurel yang tengah membaca buku di kasurnya.Melly duduk di samping Aurel diam tak ingin mengganggu.udara malam menyeruak masuk melalui jendela kamar yang sedikit terbuka membuat Melly tanpa sadar menggumam karena angin yang menyentuh kulitnya.

Aurel yang melihat Melly kedinginan berdiri menutup jendela dengan rapat lalu melanjutkan membacanya.
Melly menarik nafas lalu menghembuskan nya.dirinya melirik Aurel,menyiapkan kata kata yang akan di ucapkan nya.

"Rel,Lo belum ngantuk?" tanya Melly sambil melirik Aurel.

"Gue belum ngantuk,kalau Lo ngantuk tidur duluan aja" jawab Aurel.

"Gue tidur di sini boleh ya,gue takut tidur di kamar sendirian soalnya tadi gue habis nonton film horor"Melly beralasan.

" terserah Lo,tapi jangan sampai Lo ngiler di bantal gue"balas Aurel.

"Enak aja kalau ngomong,Lo aja kali yang ngiler" jawab Melly lalu merebahkan dirinya menarik selimut sampai batas leher.Aurel yang melihatnya hanya tersenyum dan menutup bukunya lalu ikut berbaring di samping Melly,tak lama kemudian dirinya terpejam memasuki dunia mimpi.

_______

Hai teman-teman terima kasih udah mampir ke cerita aku dan selamat membaca.

Salam hangat.Hanna_0946602

Bye-bye

Flower GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang