j. maaf

94 29 1
                                        

"Yen, kamu pasti capek ya, sama aku?"

Yena yang sedang mengupaskan apel untuk Changbin lantas mengalihkan seluruh atensinya kepada pria itu.

Changbin masih bergulung di dalam selimut, sementara Yena duduk di kursi tak jauh dari tempat tidurnya.

"Kenapa lo tanya gitu?"

"Aku nyebelin ya?"

Yena ingin mengangguk sebenarnya, namun melihat kondisi Changbin, Yena memutuskan untuk tidak menjawabnya sama sekali dan beralih melanjutkan aktivitasnya.

"Maaf."

Celetukan Changbin meminta maaf membuat Yena terkejut, tentu saja. Ia tidak sengaja menggores jarinya dengan pisau yang ia gunakan untuk mengupas apel.

"Akhh-"

Perih.

Yena tidak biasa terluka, ditambah gadis itu memiliki trauma terhadap darah.

Yang tergores hanya jari, namun bisa membuat Yena sesenggukan nyaris pingsan jika saja Changbin tidak peka dengan keadaan.

sebel [discontinued]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang