Yena duduk sendiri di meja panjang sebelah barat kantin fakultas. Ia sedang menunggu seseorang untuk makan bersama siang ini.
Siapa lagi kalau bukan Changbin.
Pria itu tadi mengirimi pesan kalau ia sedang ada urusan dengan kakak tingkat, namun udah satu jam Changbin belum menunjukkan batang hidungnya.
"Sendirian aja neng?"
Suara lelaki menyapa indra pendengarnya. Yena menoleh dan melihat seseorang hendak duduk di sebelahnya.
"Lagi nunggu orang," balas Yena jutek.
Lelaki itu tidak menyerah, ia bahkan mengulurkan tangan untuk mengajak Yena berkenalan.
"Park Jihoon."
Yena hanya memandang tangan tersebut kemudian berdecak.
"Yena."
Ia hanya tidak suka ada orang yang tiba-tiba mendekatinya seperti ini. Annoying, menurutnya.
Jihoon menarik tangannya kembali ketika Yena tidak memberi respon apapun.
"Jutek amat sih? Gue cuma mau ngajak temenan doang nih."
"Gue gak mau. Mending pergi deh lo, bentar lagi pacar gue dateng."
Pfft, pacar.
Yena menggigit bibir bawahnya setelah melontarkan kalimat yang tidak seharusnya ia ucapkan.
"Ini udah dateng pacarnya."
Changbin entah muncul darimana sudah ada di depan mereka berdua. Yena menggaruk tengkuk belakangnya dan memalingkan wajah ke segala arah asal tidak ke Changbin.
"Oh, hehe. Iya, gue pergi dulu." Jihoon tanpa melihat reaksi setelahnya langsung pergi begitu saja. Meringis melihat pasangan galak ini, tidak habis pikir.
"Cieeeee pacar."
"DIEM CHANGBIN."
KAMU SEDANG MEMBACA
sebel [discontinued]
Fiksi Penggemar"yena, kamu jelek." ㅡseo changbin "diem lo serbuk marimas." ㅡchoi yena changbin jahil, yena orangnya cuek. begitulah cara mereka menjadi dekat. ㅡshort story. jooyis, 2020.
![sebel [discontinued]](https://img.wattpad.com/cover/164992251-64-k956376.jpg)