i. sakit

96 31 6
                                        

Sudah dua hari Yena tidak melihat Changbin. Yena disibukkan dengan acara himpunan, membuat perempuan itu sulit untuk menjenguk Changbin padahal rumah keduanya hanya berbatas tembok saja.

Rasanya sangat aneh tentu saja. Setiap hari direcoki, tapi ketika Changbin tidak ada malah membuatnya merasa kesepian.

Diam-diam, Yena memikirkan pria itu. Padahal seharusnya Yena senang karena Changbin tidak ada, yang artinya ia bisa bersenang-senang secara bebas tanpa harus diganggu.

Yena menggembungkan pipinya. Perempuan itu sangat khawatir, bahkan ia memutuskan untuk naik ojek saja agar cepat sampai rumah.

Rumah Changbin sangat sepi. Tetapi Yena langsung masuk saja seperti rumahnya sendiri karena memang sudah terbiasa sejak kecil.

Yena langsung menuju kamar Changbin di lantai dua. Kamarnya gelap, Yena juga tidak berniat untuk menyalakannya karena takut membuat sang empu kamar terganggu.

Changbin memang sakit. Pria itu bergulung di balik selimut tebal yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.

Yena mendekat dan berbisik, "Cepet sembuh ya, gue lebih suka liat lo nyebelin daripada liat lo sakit gini."

sebel [discontinued]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang