"Hiks."
"Udah gue bilang berhenti kejar dia. Masih ada yang mau ama lo, beomgyu."
"Hiks, gabisa bin. Gue sukanya sama dia, bukan sama yang lain hiks."
Soobin memutar bola matanya malas. Dirinya sudah lelah menasihati sahabat sehidup sematinya ini. Memang beomgyu itu pribadinya keras kepala, susah di nasehatin ditambah naif, polos dan mudah dibodoh bodohin dan dipermainkan. Ya beginilah jadinya.
"Ya tapi dia gak suka sama lo, Choi Beomgyu. Buset dah kudu berapa kali gue perjelas hah ? Kang.Taehyun.gak.suka.sama.lu."
"Dan lo tuh cuman di permainin doang perasaannya, beomgyu. Lu sadar ga sih ?u tuh lagi dipermainin, dibodohin sama dia."
Beomgyu terdiam mendengar kata kata soobin. Tentu hatinya sakit, tapi entah kenapa dia terus menginginkan taehyun yang notabenenya adalah anak emasnya sekolah dan most wanted karna ketampanannya. Susah di raih, apalagi beomgyu hanya murid biasa yang tak ada apa apanya jika dibandingkan taehyun yang jenius, berasal dari keluarga terpandang, dan lain lainnya.
Sebenarnya ini bukan fullnya salah beomgyu yang ngejarnya kebangetan. Ini juga si Kang Taehyun jadi penyebab beomgyu ga nyerah nyerah.
Soobin jadi ingin sekali menonjok si taehyun itu, pasalnya kalau disaat beomgyu ingin menyerah mengejar taehyun, si taehyun ini bakal ngedeketin beomgyu kayak ngasih harapan tapi habis beomgyu nya semangat buat deketin dia lagi, dianya malah kembali ngejauh dan dingin. Maunya apa coba ? Kan soobin jadi pengen ngasih bogem mentah bertubi tubi untuk si bangsat itu.
Soobin bukan sahabat yang jahat berkata begitu pada beomgyu. Justru dia ini sahabat yang baik sudah mengatakan semua realita yang ada. Sebab, beomgyu mengejar ngejar si jenius taehyun itu seperti orang gila, sudah 15 kali ditolak pula. Soobin takut beomgyu terobsesi, untungnya mereka sempat ke psikiater, dan dari hasil beberapa tes yang dijalani beomgyu, kata dokternya sih beomgyu bukan terobsesi. Hanya berkeinginan kuat saja katanya.
Dan yang soobin liat, justru beomgyu itu seperti mendewakan si taehyun ini. Apa apa pasti semuanya tentang taehyun. Soobin kadang kesel tapi lebih ke kasihan, sahabatnya ini sebegitu sukanya dengan si taehyun itu sampai jadi terlihat menyedihkan begini.
Seperti sekarang ini, beomgyu sudah menyatakan kembali pernyataan cintanya yang ke 16 kali dan ditolak lagi. Dan sekarang mereka sedang di rumah soobin, dan beomgyu sedang memeluk boneka kelinci besar milik soobin sembari menangis pilu ditolak mas crush.
Soobin sudah mencoba berbagai cara untuk membuat beomgyu menyerah, karena dia sungguh tak tega melihat beomgyu terus terusan sakit hati karena si geblek itu. Tapi hasilnya selalu gagal, karena si Kang brengsek itu terus terusan seakan memberikan harapan dan beomgyunya semangat lagi lalu dijauhi lagi. Begitu terus berulang ulang. Benar benar brengsek.
Sebenarnya beomgyu ini terlalu naif dan polos, sehingga tak sadar tengah dipermainkan oleh si Kang itu. Walau soobin sudah memberikan semua wejangan, tetap saja beomgyu itu akan dengan mudahnya jatuh di lubang yang sama karena kenaifan dan kepolosannya.
"Hiks, g-gue mau nyerah aja, bin. G-gue udah capek diginiin terus." Ucap beomgyu di sela sela tangisannya.
Dalam pikiran soobin, sudah pasti anak ini akan jatuh lagi di lubang yang sama. Sudah banyak kali dia bilang ingin menyerah, tapi nyatanya jatuh kembali. Dan soobin sudah tak tau harus berbuat apalagi.
"Ya terserah lo. Palingan juga jatoh lagi di lubang yang sama." Cibir soobin.
"Gaakan. Gue jamin kali ini gue gaakan jatuh di lubang yang sama."
>>>
Di sekolah.
Biasanya sebelum masuk kelas, beomgyu akan mengantar bekal sarapan buatannya ke kelasnya taehyun. Kelas unggulan.

KAMU SEDANG MEMBACA
•> La Vida Cotidiana <•
Fanfic|| BOOK • 3 • || 🍓✍🏻 ☆ RANDOM ~>ŤÆĢÝŮ §łôw űpđåțə dom ~ Beom => sub °🍓•Lil sweet berry from bubbliss•🍓°