Beomgyu ditarik paksa taehyun dan bawa kabur dia dari parkiran ke tempat terbengkalai, belakang sekolah. Dia khawatir kai, pacarnya itu nyariin dia. Soalnya ini sudah jam pulang dan di chat tadi kai bilang beomgyu tunggu aja di parkiran, sebentar lagi bakal keluar. Gitu katanya.
Dan sekarang beomgyu tengah berdua, hanya berdua dengan taehyun di taman belakang yang terbengkalai ini.
"Ashh, t-taehyun.."
Beomgyu meringis kesakitan saat taehyun mendorongnya dengan kasar hingga punggungnya bertubrukan dengan tembok. Ingin lari, tapi kedua tangan kekar itu sudah mengukung kedua sisi. Tatapan tajam yang mengintimidasi membuat beomgyu lemas seketika. Entah mengapa mulutnya tertutup rapat untuk tidak berteriak meminta tolong sejak taehyun menariknya dengan kasar ke tempat sepi ini.
"Beomgyu.."
Suaranya terdengar lebih berat dari biasanya. Beomgyu belum pernah mendengar suara berat taehyun, ini membuatnya merinding.
"T-taehyun.. tolong lepasin." Bahkan untuk menatap mata taehyun saja beomgyu butuh keberanian yang besar, dan meminta taehyun melepaskannya sudah menguras nyaris seluruh tenaga beomgyu.
Kini kedua tangan taehyun mencengkeram kuat bahu yang bergetar ketakutan itu. Hingga empunya bahu meringis sakit.
"Kamu tau, hm ? Kalo kamu gabisa jadi milik aku, maka orang lain juga gaboleh milikin kamu."
Badan beomgyu menegang, bulu kuduknya berdiri menandakan dirinya tengah ketakutan. Tak pernah dia lihat taehyun yang seperti ini, taehyun yang ini sungguh menyeramkan.
"Hiks t-taehyun lepass.. hiks."
Menangis. Beomgyu melampiaskan ketakutannya dengan tangisan.
Hati taehyun langsung nyeri melihat air mata turun dari mata indah beomgyu. Kini dirinya kembali dalam kendalinya, dia melepaskan cengkeraman kuat nya dari bahu beomgyu. Tatapannya berubah dari mengintimidasi menjadi tatapan sendu yang mampu menyayat hati beomgyu lebih sakit.
Ya, hati beomgyu sakit ketika melihat tatapan sendu yang menyiratkan keputusasaan disana. Tapi apa daya, jika saja taehyun tak berbuat kesalahan begitu, bisa saja ini semua tak akan terjadi.
"Maaf, beomgyu.. a-aku salah, maaf beomgyu maaf.."
Pada akhirnya, hanya kata maaf yang dapat diucapkan pemuda Kang itu.
Di satu sisi beomgyu yang egois, memang ingin balas dendam pada pemuda di depannya ini. Tapi hatinya di dominasi oleh pemuda ini, walau dia sudah jadi pacar orang lain, tetap saja ruang khusus untuk taehyun tetap ada dalam hatinya.
"T-taehyun hiks."
Tak mampu berbohong, beomgyu masih mencintai taehyun. Balas dendamnya di kantin tadi dengan menerima pernyataan cinta hueningkai hanyalah kepuasan sesaat. Nyatanya, hingga detik ini, pemenang hatinya tetaplah Kang Taehyun.
Tak bisa di tahan, ada gejolak dalam dirinya yang membawa kedua tangannya memeluk leher taehyun. Bahkan, kini kepalanya dia sandarkan di bahu kanan yang tegap itu.
Taehyun juga tak dapat menahan dirinya untuk tidak membalas pelukan dari pujaan hatinya. Merengkuh pinggang kecil itu dengan erat dan kepala nya bersandar nyaman di bahu kiri yang bergetar sebab menangis.
Beomgyu menangis tanpa suara di bahu tegap itu, rasanya hangat dan nyaman sekali saat dirasa dirinya di rengkuh oleh taehyun.
"Beomgyu, sayang... aku sayang kamu. Jangan begini, please..." lirih taehyun memohon.
Beomgyu melepaskan pelukannya pada leher taehyun, dirinya sendiri berusaha mengontrol tangisannya supaya dia bisa berbicara jelas pada taehyun.
Kini kedua tangannya menangkup kedua pipi taehyun, mengusap pipi tirus itu dengan ibu jarinya. Sedangkan, taehyun menatap penuh harap pada mata cantik yang berkaca kaca itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
•> La Vida Cotidiana <•
Fanfiction|| BOOK • 3 • || 🍓✍🏻 ☆ RANDOM ~>ŤÆĢÝŮ §łôw űpđåțə dom ~ Beom => sub °🍓•Lil sweet berry from bubbliss•🍓°