Pics cr: pinterest (NaNa)
Suara sorakan dari hampir seluruh murid terdengar pada lapangan basket indoor sebuah sekolahan. Mereka bersorak dan bertepuk tangan supaya kejadian di tengah lapangan basket itu tidak berhenti. Seperti layaknya kebanyakan siswa dan siswi di sekolah-sekolah lain, mereka menyukai apabila sebuah pertengkaran terjadi. Seperti sekarang.
Apalagi yang bertengkar sudah menjadi musuh bebuyutan jauh sebelum keduanya menghadiri sekolah menengah atas ini.
Kedua orang ini bernama, Lee Jeno dan Na Jaemin.
Hampir setiap hari keduanya bertengkar. Entah apa masalahnya. Namun, hal ini menjadi hiburan anak-anak di sekolah. Pertengkaran bisa terjadi di mana saja. Contohnya di dalam kelas, di tempat lapangan outdoor, di ruang musik, dan di atap gedung sekolah. Hari ini, Lee Jeno dan Na Jaemin memutuskan untuk bertengkar di tempat 'baru'.
Siswa dan siswi bersorak, "Fight! Fight! Fight!"
Beberapa diantara mereka bahkan juga melakukan taruhan, siapa yang akan menang setiap harinya.
Lee Jeno dan Na Jaemin kini saling menggenggam bahu satu sama lain, matanya juga bertemu. Bukan dalam hal romantis, tapi dendam.
"Kamu akan mati hari ini, Lee Jeno."
"Coba saja kalau bisa." Jeno mengejeknya balik, sehingga tersulutlah api amarah Jaemin.
Tanpa berpikir lagi, Jaemin langsung memukul rahang Jeno dengan kepalan tangannya dan sekuat tenaganya. Pukulan itu sukses membuat Jeno tersungkur.
Siswa dan siswi yang menaruh taruhannya pada Jeno, sedikit kecewa.
Tapi, Jeno sendiri mengisyaratkan agar tidak putus harapan dulu. Dia langsung bangkit dan siap untuk menghadapi Na Jaemin lagi.
"Bajingan."
"Apa? Kamu memanggil dirimu sendiri?"
Lee Jeno memainkan emosi Jaemin. Dia kembali tersulut. Ketika Jaemin meluncur ke arahnya, Jeno dengan mudah menahan tangannya yang sudah mengepal kuat, lalu menyerang bagian tubuh Jaemin yang lain.
# Hm, memang bukan romantis, jangan pikirkan hal lain soal 'menyerang' ya.
Dengan gerakan gesit, Jeno menyerang bagian perut Jaemin menggunakan lututnya yang keras. Begitu Jaemin terlihat lengah, Jeno membuatnya kembali berdiri tegap menghadap ke arahnya. Dengan senyuman khas anjing samoyednya, Jeno kemudian memukul bawah dagu Jaemin. Tidak hanya itu, Jeno juga memukul kedua rahangnya. Dia bilang,
"Supaya seimbang. Jadi, dua-duanya harus kupukul."
Setelah sukses, Jeno kembali menyerang bagian tulang dada. Dipukulnya tulang dada Jaemin--mungkin sampai retak?--lalu diakhirnya dengan gerakan menendang perut menggunakan telapak kaki. Na Jaemin tersungkur lemah.
Para pendukung Lee Jeno, bersorak. Mereka sangat yakin sekarang Jeno akan memenangkan pertarungan kali ini. Tapi, tentu saja tidak semudah itu.
Na Jaemin kembali bangkit.
Dia meregangkan otot bagian lehernya, lalu berlari ke arah Jeno dengan tubuhnya ditundukkan. Kepalanya menargetkan bagian perut Jeno. Jaemin berlari kencang, hingga mengenai perut Jeno. Sementara Jeno mencoba menahan dorongan Jaemin, Jaemin mengepalkan tangannya kuat sebelum akhirnya memukul kedua lutut Jeno sampai patah.
"Dasar keparaaaat, Na Jaemin!"
Jeno mengerahkan segala kekuatannya yang tersisa. Sorakan di dalam gedung itu semakin keras antara pendukung Jaemin dan Jeno. Jeno menarik rambut Jaemin sangat kencang sampai rambut hitam Jaemin sekarang bercampur darah. Merasa ada yang menetes dari arah kepalanya, Jaemin segera menyadari bahwa Jeno penyebabnya. Ia segera menggigit tangan Jeno yang lain, hingga mematahkan jari tengahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nemesis [JenJaem/NoMin/others]
Fanfiction[ WARNING! 🔞 ] Contains: sadist, violence, gore, sexual, harsh word, jaemin!harem Cerita ini tidak akan difokuskan bagaimana Jeno dan Jaemin akan berkenalan dan jatuh cinta kepada satu sama lain. Tidak. Tapi, mereka akan menjadi musuh bebuyutan. Ak...