Part 7

3.9K 244 4
                                        

Tanpa terasa, sebulan sudah Alzhea bekerja di salah satu rumah sakit umum di kotanya dan kini usia pernikahannya dengan Nalendra sudah berjalan tiga bulan dan sampai tiga bulan usia pernikahannya mereka belum juga bertemu satu sama lain.

Bahkan mereka sudah saling melupakan karena kesibukan masing-masing dan kedua orang tuanya pun selama ini tidak pernah mengungkit tentang Nalendra apalagi Rafka.

Perlahan Alzhea juga sudah mulai mengubur nama Rafka di hatinya, Alzhea berusaha melupakan Rafka dengan kesibukannya di rumah sakit menjadi Dokter di ruang IGD dan ruang rawat inap.

Malam ini tepanya pukul 21:00, Alzhea baru tiba di rumah selepas shift sorenya, wajah lesu, badan lemas karena kelelahan, menangani banyak pasien di IGD.

"Assalamu'alaikum, Mih!" sapanya kepada Maminya yang membukakan pintu.

"Wa'alaikummussalam!" sambut Maminya.

"Capek ya sayang?" tanya Papinya yang duduk di kursi tamu.

"Banget, Pih!" jawabnya lalu membaringkan badannya di kursi dengan paha Papinya sebagai bantalnya.

"Udah makan belum?" tanya maminya.

"Udah tadi Mih, di kantin rumah sakit."

Kini mata Alzhea sudah terpejam karena merasa nyaman dengan elusan tangan Papinya di kepalanya, tidak butuh waktu lama Alzhea sudah melanglang ke dunia mimpi.

"Haddeuh, anak ini udah terlelap saja Pih, bangunin tuh suruh pindah ke kamarnya.

"Biarkan begini dulu, mungkin Dia kelelahan, lagian juga Papi masih mau nonton," sela Papinya.

Karena sudah larut dan pahanya sudah kebas, akhirnya Pak Chandra membangunkan putri kesayangannya yang semakin pulas dalam tidurnya.

"Sayang, bangun! Ayo pindah ke kamar Kamu, Papi gak bisa ngangkat Kamu lho Nak," ujar Papinya.

Perlahan Alzhea mengerjapkan matanya dan berusaha mengembalikan kesadarannya yang baru saja berselancar di dunia mimpi.

Alzhea melirik ke arah jam dinding dan sontak dia membangunkan dirinya.

"Astaghfirullah, sudah jam sebelas malam! Maaf ya, Pih! Sea ketiduran, pasti paha Papi kebas," ucapnya dengan suara serak bangun tidurnya, lalu beranjak masuk ke dalam kamarnya, sebelum melanjutkan mimpinya yang tertunda Alzhea terlebih dahulu masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur kesayangannya yang sepasang dengan celana panjangnya.

Baru saja Alzhea merebahkan tubuhnya di pembaringan tiba-tiba ponselnya berdering.

"Siapa sih yang nelpon tengah malam begini?" gumamnya meraih ponselnya yang terletak diatas Nakas.

"Bambang?? ngapain Dia nelepon tengah malam begini, mabuk kali ya?" gumamnya.

Alzhea : "Assalamu'alaikum bambang, what happen aya naon???"

Dimas : "Wa'alaikummussalam, bisa nggak Kamu ke rumah sakit sekarang?"

Alzhea : "Ngapain???"

Dimas : "Tik tokan!!!"

Alzhea : "What????"

Dimas : "Ke IGD sekarang kita kebanjiran pasien!"

Alzhea : "Woi, Aku baru pulang dari rumah sakit kalau kamu lupa."

Dimas : "Ya nggak lupa sih, masalahnya sekarang kita kekurangan dokter soalnya terjadi kecelakaan beruntun dan sebentar lagi ambulancenya tiba di rumah sakit."

SUDDENLY MARRIED ( END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang