"Jadi ternyata lo kerja di cafe ini" Ucap Renjun saat mereka sudah sampai di depan kafe tempat Yiren bekerja.
"Ini kan cafe punya mama" batin Renjun
"Iya, ini juga gue baru setengah bulan kerja di sini. Kalau sebelumnya gue kerja di mini market"
"Lo ngga pernah ngerasa lelah gitu?"
"Terkadang.... tapi gue tau ayah gue pasti lebih lelah lagi" Ujar Yiren sedikit menundukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sedih lalu sedetik kemudian Yiren kembali tersenyum "Aku harus semangat demi ayah ku, aku akan membanggakan nya"
"Gue yakin lo pasti bisa" Ucap Renjun lalu mengelus pelan kepala Yiren membuat rasa hangat tiba-tiba menjalar di pipi Yiren.
"Ehm, Makasih udah ngantarin gue Njun. Kalau gitu gue masuk dulu ya. Hati-hati di jalan" Ucap Yiren lalu berjalan masuk ke dalam kafe tempat kerjanya meninggalkan Renjun yang masih terus saja memperhatikannya.
"And Your nature makes me fall in love again, Wang Yiren" - Renjun
«●○●»
08.03 PM
"Ah hari ini cukup melelahkan" Gumam Yiren sambil berjalan keluar dari kafe.
Dia meregangkan tubuhnya sejenak. Hari ini kafe tempatnya bekerja cukup ramai.
"Lo udah selesai kerja?" Tanya seseorang tiba-tiba, membuat Yiren terlonjak kaget
"Aish Njun! Lo itu ngagetin aja" kesal Yiren
"Hahaha, sorry princess"
"Ck' gue hampir jantungan tau ngga, eh tapi lo ngapain di sini?"
"Nungguin princess lah"
Yiren mengeryit heran mendengar ucapan Renjun "nungguin gue?" Tanyanya sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri
"Iyalah, lo pikir gue ngapain disini"
"Yah maksud gue lo ngga mungkin kan nungguin gue sejak siang tadi"
"Sayangnya gue udah nungguin lo sejak gue nganterin lo kesini"
"Tidak mungkin! Lo bercanda kan Njun"
"Ngga princess"
"Aish Njun jangan bohong ih, lo ngebuat gue jadi merasa bersalah"
"Merasa bersalah? Kenapa?"
"Karena lo udah nungguin gue sejak tadi siang, gue jadi merasa bersalah"
"Ck' ngga usah merasa bersalah, inikan kemauan gue sendiri. Jadi santai aja"
"Aish, ngga boleh gini. Sebagai rasa bersalah gue... besok gue bakal traktir lo di kantin, kita makan sama-sama, lo mau ngga?"
"Mau, tapi gue yang traktir lo"
"Eh kok gitu, kan gue mau nebus rasa bersalah gue Njun"
"Ya udah kalau gitu, ngga usah. Nyesel gue nungguin lo berjam-jam di sini" Ucap Renjun lalu memalingkan wajahnya ke arah lain