* part ini akan banyak sekali narasi dibanding percakapan.
˚ ༘♡ ⋆。˚ ❀. ☄. *
orion menengok ke samping rumahnya. ada banyak sekali orang-orang berlalu lalang sambil membawa barang-barang dan kardus besar, ciri khas orang pindahan.
"ini udah tetangga ke 1,2,3.." orion kecil menghitung jemari mungilnya, berusaha memastikan jumlah tetangga terdahulunya sebelum yang ini.
"ah, yang ke 5!" serunya senang.
anak laki-laki itu mendongak, lalu tak sengaja bersitegang tatap dengan seorang anak yang lebih mungil darinya- bukan, maksudnya sepertinya ia juga lebih tua dua sampai tiga tahun dari anak itu. dua netra karamel yang berkilauan bersinar karena diterpa matahari itu mengedip lucu, membuat orion kecil merasakan gelenyar aneh disekujur tubuhnya.
"oracle, masuk sayang, panas diluar!" suara wanita dewasa hinggap di telinga orion.
orion terdiam menatap tubuh mungil itu berlari kecil memasuki rumahnya.
"mama, ayo undang tetangga baru kita makan malam!" teriak orion dari halaman depan, mengundang tawa kecil disertai gelengan kepala dari ibunya.
˚ ༘♡ ⋆。˚ ❀. ☄. *
suara bel rumah terdengar, membuat orion segera menegakkan tubuhnya diatas sofa. ini dia, orang yang orion tunggu akhirnya akan datang. orion ingin tampil sempurna didepan oracle. maka dengan penuh kekhawatiran, si kecil berlari ke arah ibunya, hendak bertanya apakah ia terlihat aneh malam ini.
"orion udah ganteng kok. sekarang kedepan, temenin papa sambut keluarga dennise ya sayang," suruh ibunya yang jelas akan dituruti oleh orion.
anak laki-laki itu berlari. kaki mungilnya menapak buru-buru di lantai rumahnya, tak sabar menemui sosok yang terus berputar di otaknya, bahkan ketika ia mandi sore tadi.
orion menghentikan lajunya. dan ia sampai disamping ayahnya, orion membeku. ia benar-benar tak mengantisipasi kalau oracle akan tampil begitu cantik dan sempurna malam ini.
"papa, oracle cantik banget.." gumaman spontan orion mengundang gelak tawa dari pasangan dennise, dan tawa malu papa orion.
sedang yang dipuji oleh orion hanya bisa tersenyum malu sambil menyembunyikan wajah merahnya dibalik tubuh sang ibu.
˚ ༘♡ ⋆。˚ ❀. ☄. *
Dua belas musim telah berlalu sejak pertemuan pertemuan resmi orion dan oracle. sejak malam itu, mereka berdua sangat lengket bagai perangko. dimana ada oracle, disitu ada orion, begitupun sebaliknya. mereka berdua akan pergi kesekolah yang sama dengan kendaraan yang sama, dan pulang dari sekolah berjalan kaki beriringan.
hidup orion terasa lengkap ketika bersama oracle. orion akan dengan senang hati menjaga oracle, menemani kemanapun ia mau pergi, tidur memeluk oracle ketika hujan pada malam hari- karena oracle takut dengan suara menggelegar, juga orion akan dengan senang hati memasangkan sepatu oracle ketika anak laki-laki itu menangis karena ia tidak tahu caranya mengikat simpul tali sepatu.
semua itu orion lakukan demi oracle, karena orion menyayangi oracle. orion rela kehilangan apapun untuk oracle, termasuk kedua penglihatannya. oracle kecil tak bisa menghentikan tangisnya ketika tahu orion harus rela tidak bisa melihat indahnya dunia lagi semata-mata karena orion menyelamatkan oracle dari sekelompok orang jahat yang ingin merundung oracle setelah pulang sekolah.
orion berkata bahwa ini bukan salahnya sama sekali. tapi tetap saja, oracle menyesal sekali. ia merasa bersalah atas hilangnya penglihatan orion. ia marah pada dirinya sendiri. kenapa ia dilahirkan dengan kondisi fisik yang lemah dan mental yang penakut. kenapa ia tidak bisa sekali saja melawan orang-orang jahat itu. kapan ia bisa berhenti mengandalkan orang-orang disekitarnya sebagai tamengnya?
oracle kecil kecewa sekali pada dirinya sendiri hingga ia melontarkan keinginan tak masuk akal pada kedua orangtuanya. ia begitu kukuh pada pendiriannya hingga akhirnya orangtuanya tak punya pilihan selain menuruti keinginannya.
malam hari itu juga, oracle memilih untuk pergi dan masuk akademi diluar kota, meninggalkan orion tanpa penjelasan sedikitpun dan kerinduan yang tak berujung.
orion menangis setiap malam ketika ia tahu bahwa oracle meninggalkan dirinya. orangtua oracle juga menolak memberi tahu dimana keberadaan anak semata wayangnya itu. orion terpuruk sendirian selama bertahun-tahun. menolak membuka diri kepada orang lain termasuk kedua orangtuanya. anak itu suka menghabiskan malamnya dengan menangis seperti orang tak waras sambil memeluk sebuah foto bergambar ia dan oracle tersenyum di taman hiburan.
sudah lima tahun dan dua puluh musim ia lalui dengan hidup dalam siklus yang tak berujung. hingga pada suatu pagi, orang tua orion mendadak membawanya menuju kerumah sakit, berkata bahwa ada donor mata yang cocok pada orion.
orion yang kebingungan hanya mampu diam disepanjang perjalanan hingga ia masuk keruang operasi sekalipun. beruntung si pendonor merupakan seorang ibu yang kehilangan anaknya dan ia berbesar hati untuk memberi orion kedua mata anaknya. operasi berjalan dengan lancar dan sekarang orion tengah dipindahkan keruang rawat inap intensif. remaja itu perlu waktu seminggu untuk pemulihan pasca operasi.
remaja yang kini terbaring diranjang rumah sakit itu hanya bisa diam dan menjawab seperlunya ketika baik orangtua atau asisten kedokteran bertanya padanya. kedua orangtua orion sampai bingung, anak mereka yang dulunya ceria dan cerewet kini berubah menjadi sosok yang berbeda sekali. tak ada lagi orion yang cerewet maupun orion yang jahil. yang ada sekarang hanyalah orion yang dingin dan seperti tak hidup.
ini hari terakhir orion ada di ruang berbau obat itu. dokter akan datang sebentar lagi dan akan membuka perbannya. seketika, orion merasakan perasaan gugup menghinggapi dirinya. sudah cukup lama sejak terakhir kali ia melihat kedua orang tuanya dan lingkungannya.
seakan tahu bahwa putera mereka gugup, sang ibunda meraih tangan orion hangat dan menggenggamnya hangat. meremas tangan lembut itu penuh perhatian, seakan menetralisir perasaan gugup yang orion rasakan.
begitu perban dilepas dari kepalanya, yang pertama kali orion lihat adalah kabut putih didepannya. tak lama, kabut putih itu berangsur hilang dan digantikan dengan wajah sumringah dan bahagia kedua orangtuanya.
jauh didalam hati, perasaan orion menghangat ketika melihat raut bahagia yang terpatri pada wajah kedua orangtuanya. tetapi ketika bayangan oracle melintas melewati kepalanya, hati orion mendingin.
ia benci oracle.
˚ ༘♡ ⋆。˚ ❀. ☄. *
Louise Orion
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oracle Dennise yang terakhir orion ingat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ini bagian pertama dari orion dan oracle! kebanyakan narasi daripada percakapan, tapi semoga feelnya nyampe yaa..