-Selamat membaca 🐰
Jaemin sedari tadi cemberut. Penyebabnya adalah orang tuanya pagi-pagi sekali sudah berangkat ke Bali untuk honeymoon. Jaemin tentu belum bangun tidur. Dan tidak diberi tahu juga bila orang tuanya akan pergi. Mark juga sudah pulang. Tanpa memberitahunya juga. Tega. Kenapa dengan semua orang? Jaemin 'kan juga ingin pergi ke Bali.
"Jangan cemberut terus."
"Aku 'kan ingin ikut hyung!" Jaemin duduk di sofa dengan tangan kiri memeluk setoples soes coklat.
"Kalau kamu ikut, nanti hanya mengganggu."
Jaemin membalas Jeno dengan lirikan tajam.
"Sudah, ayo berangkat sekolah."
"Tidak mau!"
"Ayo Jaemin!"
🍁
Sampai di salah satu hotel di Bali, Taeyong segera merebahkan tubuhnya di kasur hotel yang empuk. Lelah karena perjalanannya menempuh waktu kurang lebih 11 jam.
"Huh lelah." Keluh Taeyong kepada Jaehyun yang sedang bersiap untuk mandi.
"Mandi dulu, jangan langsung tidur." Jaehyun membungkukkan tubuhnya; menyibak poni Taeyong yang menghalangi wajah cantiknya.
"Nantiiii~" Taeyong merengek, membuat Jaehyun gemas.
"Baiklah, aku dulu yang mandi. Nanti aku bangunkan."
Jaehyun keluar dari kamar mandi dengan wajah bugar dan segar. Ia menoleh ke arah Taeyong yang tertidur pulas.
"Bangun sayang."
"Eungh." Taeyong melenguh pelan ketika Jaehyun menggoyangkan tubuhnya. "Mandi dulu."
Taeyong bangun terduduk lalu mengucek matanya. Namun Jaehyun mencegahnya. "Jangan, nanti matamu merah."
"Baiklah, aku mandi dulu."
Selama Taeyong mandi, Jaehyun mempersiapkan makan malamnya dari hotel.
"Setelah ini kita mau ke mana?" Tanya Taeyong yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ingin lihat matahari terbenam?"
"Boleh."
"Makan dulu tapi."
Seusai makan, Jaehyun membawa Taeyong ke salah satu spot strategis untuk menyaksikan matahari terbenam. Sebelumnya ia mencari rekomendasi tempat bagus di internet dan pilihannya jatuh pada Uluwatu. Mereka datang ke sana menggunakan mobil jeep merah yang Jaehyun sewa.
"Jeno tadi mengirimi aku pesan. Katanya Jaemin marah karena tidak diajak ke Bali."
"Itu memang salahmu. Kamu tidak memberitahu Jaemin soal ini. Kalau aku di posisi Jaemin, aku juga akan marah." Kata Taeyong sedikit kesal. Taeyong sebenarnya tidak tega. Mengingat Jaemin yang moodyan seperti itu.
"Kalau ada dia nanti menganggu." Jaehyun terkekeh.
Taeyong mendengus, "aku tidak mau ya, Jaemin membenciku gara-gara kamu."
"Aku yakin Jaemin lupa jika sudah bersama teman-temannya."
Lagi-lagi Taeyong mendengus.
