-Selamat membaca 🐰
"Ke mana saja kamu Jae? Kita ini rindu padamu." Jisung memukuli punggung Jaemin. Jisung tidak memedulikan pekikan Jaemin. Ia kesal pada Jaemin. Saat tidak masuk sekolah, Jaemin memberi kabar padanya pun tidak. "Untuk apa kamu punya ponsel kalau tidak dimanfaatkan dengan baik?" tanya Jisung sarkas.
"Iya maaf."
"Kamu marah pada ayahmu?" tebak Haechan dan tepat jawabannya.
Jaemin menatap kedua sahabatnya yang menunggu jawabannya.
"Sebenarnya aku kesal dengan ayah karena ayah punya calon." Jisung dan Haechan menyimak ucapan Jaemin. "Tapi aku sudah merestui mereka kok."
"Lalu?"
"Aku cemburu saat melihat ayah, mamanya Jeno, dan Jeno sedang memasak di rumahku. Waktu itu aku marah ke Jeno karena memasuki kamarku sembarangan. Ayah membelanya." Jaemin cemberut mengingatnya.
"Manusia satu itu benar-benar ya." Haechan tersulut emosi dan Jisung menenangkannya.
"Waktu itu Jeno mengatakan apa padamu? Hingga kabur tanpa memberi tahu kami. Jahat sekali."
"Iya maaf Ji, aku bolos. Jeno Hyung mengatakan padaku bahwa aku kekanakan dan haus kasih sayang. Memang benar ya?" Pikiran Jaemin menerawang.
Haechan dan Jisung pun tahu, kalau perasaan Jaemin terlalu sensitif. Dikasari sedikit saja, efeknya luar biasa. Makanya kalau berbicara dengan Jaemin, harus berhati-hati. Karena hatinya mudah patah seperti kayu.
"Memangnya aku terlalu nakal ya?" tanya Jaemin lagi ketika teringat ucapan ayahnya.
"Sudah jangan dipikirkan omongan Jeno." Jisung menenangkan.
"Dia bodoh, tidak berpikir dulu sebelum berbicara." Tambah Haechan.
"Oh iya, lihat ini -Jaemin menunjukkan ponselnya- untuk kalian yang suka makan, aku rekomendasikan tempat ini." Ucap Jaemin tersenyum bangga.
"Tempatnya tak jauh kok."
"Ini editanmu ya?" Haechan memicingkan matanya.
"Wah Echan ku luar biasa." Jaemin mengacungkan dua jari jempolnya di hadapan Haechan.
"Menunya terlihat menggiurkan." Ujar Jisung ingin cepat-cepat makan.
"Itu kedai tempat Hyunjin bekerja. Aku membantu mempromosikan. Mau tidak nanti ke sana? Aku traktir."
"Siap grak!" jawab keduanya serempak.
"Kalian ya, kalau soal gratisan memang top." Jaemin mengacungkan kedua jempol tangannya di depan Haechan dan Jisung.
CUP
Kedua pipi Jaemin dikecup oleh Jisung dan Haechan.
🍁
Jaehyun sedang memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di kantornya. Maniknya melirik layar komputer; jari-jarinya mengetik sesuatu. Sesekali ia menyesal kopinya. Hari ini terasa melelahkan baginya. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya. Setelah itu pulang dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk nan nyaman.
