"Hum?",gumam Sasuke begitu tersadar jika dirinya sempat tertidur.
"Sudah bangun?",tanya Naruto berdiri tepat di hadapan Sasuke.
"Sudah",balas Sasuke segera duduk.
"Ayo jalan-jalan",ajak Naruto sebelum pergi keluar kamar dan membiarkan Sasuke bersiap-siap.
"Pakaian gantimu sudah ada di lemari di depanmu",ucap Naruto sebelum menutup pintu.
Berkedip-kedip lucu, Sasuke segera beranjak dari kasurnya dan membuka lemari yang dipenuhi pakaian-pakaian untuknya.
'Wah',senang Sasuke terkesima dalam hati.
"Ayo berangkat",ucap Sasuke semangat begitu keluar dari kamar.
"Yuk",ucap Naruto mengambil tangan Sasuke dan menggenggamnya erat tapi cukup hangat bagi Sasuke.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku mau itu",ucap Sasuke menunjuk es kelapa muda.
"Belilah",ucap Naruto dan Sasuke mengangguk.
Dalam keadaan tangan yang masih saling bertautan, keduanya berkeliling dan menikmati aroma pantai.
"Pasirnya lembut",ucap Sasuke segera duduk di atas pasir dan mengambil pasir-pasir halus membentuk istana pasir layaknya anak kecil yang bersenang-senang di pinggir pantai. Naruto juga ikut menikmati apa yang saat ini tengah Sasuke bangun dengan duduk santai di sebelah Sasuke.
'Dia jadi lebih anteng',pikir Naruto menatap Sasuke kemudian mengalihkan pandangannya ke arah debur ombak yang meliuk-liuk indah.
'Aku ingin berselancar',pikir Naruto kemudian menghela nafas dan menatap Sasuke,'aku tidak bisa meninggalkannya, wanita secantik ini berbahaya ditinggal sendirian di tengah banyaknya pengunjung pantai terutama laki-laki' putus Naruto pada akhirnya lalu berbaring di atas pasir menikmati langit berawan dan sinar matahari yang mengganggu arah pandangnya.
"Belum capek?",tanya Naruto mulai bersuara setelah cukup lama berdiam diri memperhatikan Sasuke.
"Belum, kau mau pergi?",tanya balik Sasuke masih sibuk dengan istana pasirnya.
"Mau berenang?",ajak Naruto menatap Sasuke yang terdiam berpikir.
"Kelihatannya asyik",balas Sasuke setuju lalu berdiri mengulurkan tangannya pada Naruto agar ikut berdiri yang dengan senang hati Naruto sambut.
"Kau bisa berenang?",tanya Sasuke dengan angin yang meniup rambutnya indah.
"Tentu bisa",balas Naruto yakin.
Mendengar itu Sasuke memegang tangan Naruto erat,"bantu aku berenang, disitu dalam" tunjuk Sasuke pada ombak yang tengah tergila-gilanya.
"Kau ingin kesana?",tanya Sasuke kemudian.
"Iya, ayo",ucap Naruto berenang perlahan dengan membawa Sasuke bersamanya.
"Bagaimana?",tanya Naruto begitu dirasa keduanya sudah cukup jauh dari tepi pantai.
"Ombaknya",ucap Sasuke memeluk Naruto begitu ombak datang dan menerbu keduanya masuk.
"Apa menyenangkan begini?",tanya Naruto pada Sasuke yang kini berada dalam dekapannya begitu keduanya terbebas dari terbuan ombak.
"Iya, lagi",ucap Sasuke meski masih takut-takut tapi mereka baik-baik saja.
'Kali ini aku selamat berbeda saat masih kecil dulu, kurasa traumaku akan segera menghilang dalam waktu dekat',pikir Sasuke menyadari Naruto tak melepas pelukan dirinya, malah balas memeluk dirinya dan melindunginya.
"Kau ingin kembali?",tanya Naruto merasa Sasuke memeluknya terlalu erat.
"Iya",balas Sasuke cepat.
'Pelan-pelan saja, aku bisa mengajaknya lagi kapan-kapan',pikir Sasuke memantapkan pilihannya.
.
.
.
.
.
.
"Kau mandi duluan di dalam",ucap Naruto menaruh handuk di atas kepala dan di belakang punggung Sasuke.
'Apa tadi dia takut ombak?',tebak Naruto setelah melihat Sasuke masuk ke kamar mandi.
"Hahh terserahlah, karena tadi dia masih baik-baik saja kurasa lain kali aku akan membantunya pelan-pelan",gumam Naruto membalikkan badan dan membuka lemari di depan kasur miliknya.
😳✋😂😗 Ketemu lagi kita
Senin, 12 Oktober 2020
15:47
KAMU SEDANG MEMBACA
My Choice {Slow Update}
Fantasy"HEY, BERANINYA KAU",teriak seorang pemuda tampan, Namikaze Naruto ketika seorang gadis tomboi meludahinya tepat di wajah kesayangannya, Uchiha Sasuke. "APA? ITU SALAHMU, SIAPA SURUH KAU DIAM-DIAM SAJA DENGAN PERJODOHAN KITA",teriak Sasuke kesal ing...
