Narufemnaru/Narufemsasu

576 46 2
                                        

Seperti yang biasanya diharapkan dari anak kembar, keduanya menjadi sangat akrab dan lengket. Minakushi yang melihat keduanya pun senang dan enggan mengganggu kebersamaan keduanya,"akhirnya anak kita bertemu" ucap Kushina santai melihat Minato yang masih cemberut dengan omongan mereka sebelumnya.

"Apa kau mencintaiku?",tanya Minato ragu melihat sang istri yang terlihat sangat senang dengan kebersamaan anak kembar mereka.

"Anata, kau terlalu memikirkan kata-kataku",ucap Kushina gelisah ditatap sedemikian rupa oleh Minato. Minato jatuh dalam kelesuan dan memeluk sang istri erat tanda takut kehilangan.

Sementara itu dengan kedua saudara kembar Naruto ini sedang asik dalam dunia mereka.

"Aniki, kata kaa-san siang ini kau akan bertemu tunanganmu",ucap Naruto mendapatkan bahan pembicaraan.

"Kurang lebih begitu, imouto",ucap Naruto membelai rambut panjang adiknya.

"Aku ikut ya?",tanya Naruto penasaran.

"..Imoutoku, bagaimana jika nanti kita kabur saja, jadi aku tidak akan bertemu dengannya?",usul Naruto merasa malas dengan perjodohan yang dilakukan orang tuanya.

"Naruto, kaa-san tahu jika tou-sanmu itu sangat pemaksa jadi temui saja dulu calon tunanganmu",tegur Kushina mendengar percakapan keduanya dengan Minato yang menatap polos Kushina.

"Tunggu dulu, bukankah kau juga setuju dengan itu?",tanya Minato merasa seperti ditinggalkan.

"Gomen Anata, aku memihak anak kita",cengir Kushina. Minato mematung di tempat.

.
.
.
.
.
.
.
.

"Aku tidak mau tou-san",tolak Sasuke tegas.

"Kau harus, kau perempuan Sasuke. Temui saja dulu",ucap Fugaku keras kepala melihat putrinya yang ngambek.

"Ish, aku tetap nggak mau tou-san",tolak Sasuke untuk kesekian kalinya. Sudah berjam-jam yang lalu mereka terus memperdebatkan hal yang sama sampai-sampai Mikoto menguap bosan karenanya.

"Tou-san",rengek Sasuke.

"...Aku mengantuk, kalian lanjutkan saja perdebatan kalian",ucap Mikoto melengos pergi. Sasuke memandang kaku ibunya yang sama sekali tidak peduli, Mikoto sama sekali tidak mau ikut campur dalam perdebatan panjang putrinya dan suaminya.

"Ck, TOU-SAN AKU TIDAK MAU",debat Sasuke pada ayahnya.

"HARUS MAU, SASUKE",teriak balik Fugaku tidak berniat mengalah hanya karena putrinya seorang perempuan.

"HISH, TOU-SAN",teriak Sasuke jengkel.

"HARUS MAU, SASUKE",balas Fugaku berteriak.

"TIDAK MAU, TOU-SAN",tolak Sasuke keras kepala.

"HARUS, SASUKE. KAU SUDAH TUA, HARUS NIKAH",bentak Fugaku geram.

"AKU TIDAK TUA, TOU-SAN. AKU BARU LIMA BELAS TAHUN",balas Sasuke membentak.

.
.
.
.
.
.
.

Siang harinya, Sasuke dibawa paksa oleh Fugaku dengan keluarga Namikaze yang kini ada tepat di hadapan keluarga Uchiha.

"Minato, sekarang acaranya bisa kita mulai",ucap Fugaku merasa putrinya berniat untuk kabur.

'Cih, tou-san terlalu peka. Aku jadi tidak bisa kabur, kesempatanku hanya saat pria yang dijodohkan denganku juga menolak perjodohan ini',pikir Sasuke.

"Naruto, mereka adalah keluarga Uchiha",ucap Minato setelah mengangguk atas usulan Fugaku sebelumnya.

"Jadi?",tanya balik Naruto melihat gadis di depannya yang terlihat tengah menatapnya intens.

'Semoga saja gadis itu tidak lebay, matre, dan tidak bermuka dua',pikir Naruto melihat gadis di depannya menatapnya dengan berbagai ekspresi yang tidak mengenakkan hati Naruto.

"Sasuke, coba lihat baik-baik wajah calon tunanganmu. Dia tampan kan?",ucap Mikoto melihat gelagat aneh putrinya.

"Dia jelek", gumam Sasuke dan semua orang yang ada disana mendengarnya termasuk Naruto yang lebih memilih diam.

"Pelayan, berikan aku minuman baru",ucap Naruto meminta seorang pelayan untuk datang ke arahnya.

"Baik, Naruto-sama",balas sang pelayan menuangkan kembali minuman ke gelas Naruto. Naruto yang melihat gelasnya sudah kembali penuh pun lantas meminumnya santai, terlihat sekali sangat menikmati minuman yang ada di depannya dan mengabaikan orang-orang di sekitarnya.

"Fugaku tou-sama, saya ingin ke balkon untuk menghirup udara segar",ucap Naruto formal dan santai secara bersamaan sebelum beranjak pergi.

'Dia lumayan sopan, aku tidak akan melepaskannya. Dia lebih baik daripada pria-pria lain yang selama ini mendekati putriku',pikir Fugaku senang karena Minato dan Kushina mendidik putranya dengan baik.

"Tunggu, bisakah nanti malam kita bicarakan pertunanganmu dengan Sasuke?",tanya Fugaku menghentikan langkah Naruto.

"Bagaimana jika besok saja Fugaku tou-sama? Jika nanti malam, pasti akan sulit tapi jika besok pasti kita bisa berbicara dengan lebih lama",ucap Naruto menolak secara halus.

'Ah aku tahu, pasti dia sudah tidak sabar ingin mendengar musik kencangnya itu di kamarnya yang anti suara itu',tebak Minato menatap Naruto curiga.

"Baiklah",balas Fugaku setuju.

'Dia. Dia. Mengapa dia tidak menolak perjodohan ini dan malah memanggil tou-san, Fugaku tou-sama. Ck, ini tidak bisa dibiarkan. Bisa gawat jika tou-san sampai menyukainya',pikir Sasuke geram karena harapannya tidak terkabul.

😗😗😗😮

Kamis, 1 Oktober 2020

My Choice {Slow Update}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang