Saat ini di sebuah perkotaan dengan gedung-gedung setinggi langit yang mengelilinginya terlihat seorang pemuda tampan tengah menyeruput jus jeruk kesayangannya dengan ditemani Minato sang ayah yang saat ini tengah menatapnya malas dan sang istri yang terlihat begitu percaya diri.
"Naruto, kau sudah dengarkan keputusan tou-san untuk menjodohkanmu dengan keluarga sahabat tou-san dan kaa-sanmu?",tanya Minato melihat putranya yang nampak tidak peduli.
"Aku tidak masalah tou-san, asal dia tidak matre",balas Naruto melihat gelas yang kini setengah kosong dengan menutup sebelah matanya.
"...Kaa-san bangga padamu, Naruto. Kau tahu, sebelum menikah dengan tou-san jawaban kaa-san juga sama sepertimu",instrupsi Kushina menepuk dadanya super bangga dengan jawaban sang anak.
"Tou-san, kapan ketemu dengan anak sahabat tou-san?",tanya Naruto sembari menguap bosan.
"Besok siang",balas Minato mulai kesal dengan tingkah sang anak yang tidak peduli.
"Hm",gumam Naruto sebelum melenggang pelan menuju ke kamarnya santai.
"Ingat, Naruto. Kaa-san bangga padamu, KAA-SAN JUGA SEPERTI ITU SEHARI SEBELUM PERJODOHAN",balas Kushina lantas teriak melihat sang anak yang sudah masuk ke kamarnya.
"Apa?",tanya Kushina tiba-tiba malu melihat sang suami yang meliriknya dalam.
"Kushina, aku tidak menyangka",balas Minato seakan-akan sakit hati mengingat pertemuan pertamanya dengan sang istri dan langsung jatuh cinta padanya.
"Apa kau mencintaiku sekarang?",lanjut Minato bertanya dengan enggan.
"Hah? Apa maksudmu? Te-ten-tu saja hahahaha",balas Kushina merasa melakukan kesalahan dengan cengiran lebar dan ngibrit ke kamar.
😳😳😳
"Sasuke",rengek Naruto sebal melihat sang kekasih yang menatap lapar perempuan-perempuan seksi di sekitar mereka.
"Hn?",gumam Sasuke seolah-olah tak peduli dengan rengekan sang kekasih yang saat ini sedang meneteskan air mata antara kesal dan tidak tahan.
'Brakk', terdengar suara kursi yang dimundurkan kasar, Naruto segera berlari pergi meninggalkan sang kekasih yang nampak masih tidak sadar dengan kepergiannya.
Di tengah larinya, Naruto melihat sebuah mobil super mewah yang saat ini sedang ada di depannya dengan ditemani beberapa orang pria berbadan kekar berbaju hitam sedang menyambut kedatangannya. Sementara di dalam mobil super mewah itu terlihat sang nenek sedang menunggunya, melihat itu Naruto langsung berlari memeluk sang nenek yang nampak biasa saja, sudah tidak asing dengan penyebab cucunya menangis jika bukan karena Uchiha playboy yang pergi kesana kemari semaunya.
"Sayang, kita akan bertemu orang tuamu",ucap Tsunade menenangkan Naruto.
"Aku boleh bertemu mereka?",tanya Naruto kaget.
"Tentu",balas Tsunade dan pintu mobil pun otomatis tertutup sebagai penanda kepergian Naruto ke rumah orang tuanya sebagai kunjungan pertamanya sejak tinggal bersama sang kakek dan nenek.
😀😀😀
Saat ini di Konoha tepatnya di kediaman Namikaze, terlihat Naruto seorang diri memandang kediaman milik orang tuanya. Dengan sedikit kikuk, Naruto pun membawa kakinya memasuki halaman kediaman Namikaze yang terhitung sangat luas itu. Naruto disambut dengan berbagai jenis pelayan dan diarahkan ke ruangan tempat kumpul keluarga.
Disana Naruto melihat dua orang asing yang sedang menanti kedatangannya.
"Kyaa, putriku tiba",teriak Kushina histeris lantas memeluk putri kesayangannya kangen.
"K-kaa-san?",panggil Naruto ragu dan Kushina yang langsung mencium kedua pipi cantik putrinya.
"Hehe, anikimu pasti kaget",ucap Kushina berkoar-koar tidak sabar dengan pertemuan pertama kedua anak kembarnya itu.
"NARUTO",teriak Kushina memanggil putranya.
"Ehm? Aneh",gumam Kushina heran melihat putranya yang tak kunjung keluar kamar.
"Minato, panggil putramu", perintah Kushina dengan sumringahnya.
"Hahh",Minato pun menghela nafas pasrah dengan sikap memerintah sang istri.
"Naruto, sebentar lagi. Kau akan bertemu kakak kembarmu",ucap Kushina dengan mata yang berbinar-binar.
😗😗😗
"Naruto, keluar. Imouto kembaranmu menunggu",ucap Minato sembari mengetuk pintu kamar Naruto.
Masih belum juga mendapat balasan, Minato pun membuka pintu kamar Naruto yang rupanya tidak terkunci.
Begitu melenggang masuk, Minato terpaksa harus menutup telinganya rapat jika tidak ingin tuli. Minato pun dengan paksa melepaskan kabel dari stopkontak dan bunyi berisik yang memekakkan telinga itu pun berhenti.
"Tou-san?",panggil Naruto begitu membuka mata dan mendapati sang ayah yang sedang menatapnya kesal.
Naruto pun beralih dari posisi baringnya ke posisi duduk,"ada apa tou-san?" tanya Naruto heran.
"Imouto kembarmu pulang, temuilah",ucap Minato menatap putranya yang kembali sibuk ke earphone miliknya.
"Naruto, kau tidak ingin bertemu adikmu?",tanya Minato mulai kesal.
"Hn, tidak usah. Adikku pasti akan tidur bersamaku di kamar ini",balas Naruto kembali cuek.
"Kau lebih memilih meladeni kaa-sanmu yang akan mengomel atau turun ke bawah dan temui imoutomu",ucap Minato masih sabar.
"Baiklah-baiklah",balas Naruto ogah dan keluar dari kamar pribadinya yang kedap suara dengan meninggalkan Minato sang ayah yang sudah kesal.
😤😤😤
"Mana imoutoku?",tanya Naruto begitu sampai ke ruang temu keluarga.
"Disini",balas Kushina berbinar-binar menyilaukan Naruto yang tidak peduli dengan langsung memakai kaca mata hitam yang entah didapatkannya darimana.
Naruto lantas melihat adik kembarnya versi perempuan dengan salah fokus,"imoutoku kemari" ucap Naruto meminta sang adik datang ke pelukannya.
Dengan senang hati, Kushina pun mendorong punggung putrinya pelan ke arah putranya.
"Imoutoku sudah besar",ucap Naruto memeluk adiknya dan mengecup kening adiknya singkat.
"Um, imoutoku sangat mirip aku. Apa kami kembar?",tanya Naruto baru menyadari sesuatu yang ganjil pada rupa adiknya itu dan buru-buru melirik sang ibu yang terkikik-kikik geli.
"Benar, dia adik kembarmu. Jaga dia ya?",ucap Kushina gemas dengan tingkah anak kembarnya dan Naruto memeluk sang adik sayang.
Setelah cukup puas memeluk sang adik, Naruto mengajak adiknya berkeliling Mansion Namikaze.
😳😗😤
👋👋👋👋
Rabu, 23 September 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
My Choice {Slow Update}
Fantasy"HEY, BERANINYA KAU",teriak seorang pemuda tampan, Namikaze Naruto ketika seorang gadis tomboi meludahinya tepat di wajah kesayangannya, Uchiha Sasuke. "APA? ITU SALAHMU, SIAPA SURUH KAU DIAM-DIAM SAJA DENGAN PERJODOHAN KITA",teriak Sasuke kesal ing...
