"HEY, BERANINYA KAU",teriak seorang pemuda tampan, Namikaze Naruto ketika seorang gadis tomboi meludahinya tepat di wajah kesayangannya, Uchiha Sasuke.
"APA? ITU SALAHMU, SIAPA SURUH KAU DIAM-DIAM SAJA DENGAN PERJODOHAN KITA",teriak Sasuke kesal ing...
Note: Naruto cowok/kakak/Naruto Naruto cewek/adik/Naruto Sasuke cewek/?/Sasuke Sasuke cowok/?/Sasuke
Ini hanya berlaku jika keduanya ada dalam satu Chap bersamaan.
***
Naruto menatap pemandangan dari jendela kamarnya dengan perasaan berdebar-debar,"aniki cepatlah kembali, ahh aku sudah tidak sabar..hadiah premiumku kita akan segera berjumpa" gumamnya sambil memeluk guling.
"Hehe, hadiah premiumku",iler Naruto tak berdaya.
"Hadiah premiumku..hadiah premiumku..hadiah premiumku",sebut Naruto berulang-ulang tak sabar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hingga tiba-tiba sebuah kenangan muncul di pikiran Naruto,"hahh Sasuke benar-benar tidak peduli padaku ya?" lesu.
"Tidak, aku sudah janji. Aku harus menghindari memikirkannya kapanpun itu, ini demi HADIAH PREMIUMKU",teriak Naruto kemudian.
"Tok tok tok, Naruto kaa-san masuk",ucap Kushina melihat putrinya yang nampak sangat senang.
"KAA-SAN",teriak Naruto menghambur di pelukan Kushina.
"Apa aniki sudah pulang?",tanya Naruto penasaran.
"Huh? Belum, kenapa?",heran Kushina.
"Ano ne, aku sangat senang jika nanti aniki pulang hehe",cengir Naruto lebar.
"Begitukah? Baiklah nanti kaa-san beritahu jika anikimu sudah pulang",ucap Kushina tersenyum lega.
"Yeay, bagus-bagus",ucap Naruto mengangguk-angguk.
. . . . . .
"Ck",decak Sasuke sebal karena tidak menemukan Naruto di rumahnya.
"Awas jika ketemu, akan kuputuskan dia. Pasti nanti dia nangis-nangis minta balikan",gumam Sasuke menyeringai puas.
. . . . . .
"Bagaimana imoutoku?",tanya Naruto penasaran.
"Seperti yang Tuan Muda perintahkan, nampaknya Nona Muda saat ini sedang menunggu Tuan karena.. hadiah premium?"
'Syukurlah dia masih menuruti keinginanku, hadiah itu cukup mampu untuk menahannya agar tidak pergi menemui Sasuke',pikir Naruto tenang.
"Kembali ke tempatmu", perintah Naruto.
"BAIK, TUAN",balas si bawahan.
'Imoutoku tidak boleh terluka lagi kali ini', pikir Naruto sembari memejamkan matanya lelah, sudah dari seminggu yang lalu dirinya tak tidur.
. . . . . . .
"Lelaki itu datang lagi, sudah berapa banyak dia membuat cucuku menangis. Ne anata lakukan sesuatu padanya",ucap Tsunade kesal sendiri.
"Hm?",gumam Jiraiya merasa terpanggil dan terkejut disaat dirinya tengah melihat majalah mesum secara sembunyi-sembunyi.
"A.NA.TA",teriak Tsunade dengan raut wajah mematikan.
'Aku akan mati',pikir Jiraiya tidak merasa kapok setelah berulang kali diingatkan. Dipukul.
"Ha-ha-ha, gomenasai",ucap Jiraiya sembari membungkuk di lantai.
"Jika begitu bakar semua majalah-majalahmu..kalau tidak",ancam Tsunade dengan ancaman mengerikan bagi Jiraiya.
"H-HA'I, GOMENASAI",teriak Jiriaya ketakutan dan kabur ke gudang.
"Hiks majalah-majalahku, maafkan aku yang harus membakar kalian. Aku sungguh pengecut, takut dijauhi istri",lirik Jiraiya sebelum membakar majalah-majalah berharganya.
"Tok tok tok",terdengar bunyi ketukan di pintu depan.
"Apa?",tanya Tsunade garang.
"Baa-san, apa Naruto sudah pulang?",tanya Sasuke lembut.
"Tidak",balas Tsunade menaikkan sebelah alisnya.
'Ck, baa-san? Aku tidak sudi',pikir Tsunade makin kesal.
'Hm? Jika dia tidak ada disini lalu pergi kemana dia?',pikir Sasuke dengan tatapan mata menggelap yang disembunyikan dari Tsunade.
💢💢💢😶Kali ini author yang kesal. Event dimulai, up kelima selesai.