Keesokan harinya, tidak seperti yang Sasuke duga Naruto ternyata datang lagi menjemputnya.
"Senang melihat kalian janjian lagi setelah kemarin",ucap Mikoto ditemani Fugaku yang nampak memberikan Naruto kado.
"Jaga anakku",ucap Fugaku dan Naruto hanya tersenyum dengan ekspresi senangnya.
Tatapan Naruto kemudian tertuju pada Sasuke yang terlihat enggan padanya.
"Ayo berangkat",ucap Naruto menghampiri Sasuke dan mengulurkan tangan.
"...",Sasuke menatap Naruto intens.
'Aku tidak tahu apa yang dia inginkan dariku tapi ini jelas bukan sesuatu yang baik untukku',pikir Sasuke curiga.
Setelah memasuki mobil Naruto, Sasuke kembali menatap Naruto tajam.
'Aku curiga melihat dia yang masih bertahan padaku. Dia tidak mungkinkah menyukaiku sejak pandangan pertama?',pikir Sasuke curiga.
"Tidak mungkin",gumam Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya merasa mustahil.
'Jika dia memang suka padaku sejak itu, dia pasti akan lebih perhatian bukannya cuek-cuek bebek seperti kemarin',pikir Sasuke mengangguk setuju.
"Apanya yang tidak mungkin?",tanya Naruto menatap depan.
'Dia dengar, dia tidak membaca isi hatikukan?',batin Sasuke mencelos.
"Tidak ada",balas Sasuke melihat ke samping.
"Kau akan membawaku kemana?",tanya Sasuke menyadari jarak tempuh perjalanan mereka yang terlalu jauh.
"Pantai, kita akan menginap di vilaku",balas Naruto seadanya tapi lengkap.
Sasuke melotot,'dia bahkan tidak bertanya apapun padaku dan bahkan dengan seenaknya memutuskan' pikir Sasuke geram.
"Tidak bisa besok aku sekolah",tolak Sasuke pedas.
"Tidak perlu",balas Naruto tidak peduli.
'Ck, lama-lama laki-laki ini membuatku kesal',pikir Sasuke.
"Apanya yang tidak perlu? Lelaki sepertimu mana tahu, aku ini ketua osis tahu. Apa jadinya jika ketua osisnya saja bolos sekolah",omel Sasuke.
"Sekolahmu kuliburkan",balas Naruto cuek kemudian membuat Sasuke terpelongo.
'Dia apa tadi? Dia liburkan, seperti siapa saja dia. Hanya lelaki tua',pikir Sasuke gemas sendiri dengan tingkah sesuka hati Naruto.
"Jangan mengejekku",ucap Naruto melihat Sasuke dalam dan Sasuke yang terbata-bata setelah ditatap sedemikian rupa oleh Naruto.
"A-aku tidak mengejekmu",balas Sasuke kaku.
"Begitukah?",tanya Naruto meninggikan alisnya sepihak dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?",teriak Sasuke kaget melihat Naruto yang mendekatkan dirinya ke arahnya.
"Asal kau diam dan tidak berpikir seenaknya, aku tidak akan melukaimu",ancam Naruto begitu wajah keduanya terpaut wajah satu meter, wajah Sasuke sudah merah padam karenanya karena merasa salah tingkah sendiri.
"A-aku tidak berpikir buruk tentangmu kok",ucap Sasuke merasa dirinya tertebak Naruto.
"Jadi kau berpikir baik tentangku?",tanya Naruto memiringkan wajahnya pada jarak yang terlalu dekat dengan Sasuke.
"Tidak juga",ucap Sasuke gelagapan karena tidak bisa mengalihkan pandangannya kemana-mana sebab Naruto yang terlalu dekat dengan bibirnya.
.
.
.
.
.
.
"Turunlah",ucap Naruto santai dan Sasuke yang menatapnya kaku.
"Jangan memperlakukan wanita seenaknya",ucap Sasuke tiba-tiba dengan wajah layaknya tomat rebus, merah.
"Aku mengerti",balas Naruto pelan lalu keluar dari mobilnya dan kembali membukakan pintu untuk Sasuke.
'Apa maksudnya dengan dia mengerti?',pikir Sasuke gagal paham.
"Apa yang kau tunggu? Tidak turun?",tanya Naruto melihat Sasuke yang masih terdiam di tempat.
Lantas salah tingkah Sasuke pun akhirnya turun karena dirinya yang sedari tadi asyik melamun.
"Masuklah",ucap Naruto membukakan pintu untuk Sasuke agar bisa masuk ke dalam vila miliknya terlebih dahulu.
Menggandeng tangan Sasuke, Naruto mulai memberikan informasi tentang vila miliknya.
"Kau mengerti?",tanya Naruto menatap Sasuke yang masih anteng sejak dirinya mulai berbicara tentang vilanya dan mengajak Sasuke berkeliling.
"Tidur dimana?",tanya balik Sasuke panik.
"Ikut aku",seret Naruto kembali menarik tangan Sasuke, Sasuke hanya mengangguk dalam diam.
"Lihat, disini ada dua kasur. Kau pilih saja ingin tidur dimana?",tanya Naruto santai dan melepaskan tautan tangan terjalin diantara keduanya.
"Aku akan memarkirkan mobil sebentar, kau lakukan saja apapun yang kau mau selama disini",ucap Naruto melangkah pergi begitu saja.
'Disini?',tanya Sasuke menatap kedua kasur yang ada tepat di hadapannya.
"Aku ingin disini, ada matahari terbitnya",gumam Sasuke kalem lalu berbaring di kasur pilihannya dan tertidur dengan helaan nafas pelan.
.
.
.
.
.
.
"Hm?",gumam Naruto melihat Sasuke yang sudah tidur di kasurnya.
'Suka sesuatu yang tenang ya?',pikir Naruto berbalik pergi tak lupa menutup pintu kamar keduanya.
😳😂✋😗
Senin, 12 Oktober 2020
12:05
KAMU SEDANG MEMBACA
My Choice {Slow Update}
Fantasi"HEY, BERANINYA KAU",teriak seorang pemuda tampan, Namikaze Naruto ketika seorang gadis tomboi meludahinya tepat di wajah kesayangannya, Uchiha Sasuke. "APA? ITU SALAHMU, SIAPA SURUH KAU DIAM-DIAM SAJA DENGAN PERJODOHAN KITA",teriak Sasuke kesal ing...
