Tiga kereta kuda berjajar rapi 2 kereta barang dan satu kereta penumpang, kereta penumpang untuk Jia Yu dan ChuXi dan pelayan pribadi mereka. Chuxi ikut sebagai perwakilan dari kekaisaran Wei untuk menjalin kerja sama dengan kekaisaran Mo. ChuXi harus membantu kakaknya untuk kembali membangun kekaisaran Wei yang di jatuhkan oleh keluarga selir RyuYu.
"Salam Jia Yu jiejie, salam gege."
"Untuk apa kau ikut kami ke Mo?"
"Itu tidak ada urusan nya dengan mu jiejie."
"Sudah masuklah!" perintah Hua Chen pada permaisurinya itu. ChuXi juga melangkah memasuki kereta.
"ChuXi, kita akan berjalan berdampingan. Jika kau kekurangan sesuatu katakan padaku."
"Terimakasih gege." ChuXi duduk di kereta. Hua Chen berbalik menaiki kudanya dan memimpin perjalanan.
Entah dosa apa yang di perbuat ChuXi dimasa lalu, saat kereta sampai di perbatasan Wei dan Mo sekelompok pria berpakaian hitam datang dan menghadang mereka. ChuXi berusaha tetap tenang di dalam kereta, sedangkan Jia Yu ketakutan setelah mengintip keluar. Beberapa prajurit sudah tumbang bersimbah darah, tiba-tiba atap kereta sudah terbang di tendang oleh beberapa bandit itu. Hua Chen yang melihat kereta kuda itu kaget dan berniat menyelamatkan ChuXi namun beberapa bandit datang menahannya. Mereka berempat ditarik keluar dari kereta, saat seorang bandit akan membawa Jia Yu dia mendorong Lin Mei dan alhasil Lin Mei yang dibawa oleh beberapa bandit itu. Tanpa pikir panjang ChuXi mengambil pedang milik prajurit yang tergeletak di bawahnya dan mengejar lima bandit itu.
"ChuXi!!"teriak Hua Chen, namun ia masih di hadang oleh tiga bandit. ChuXi yang berhasil menyusul langsung menikam 2 bandit sekaligus.
"Berhenti kalian pengecut!"
"Nona cantik kau ingin ikut dengan kami menjadi penghangat ranjang kami?"
"Hentikan ocehan kalian pengecut!" Saat seorang bandit akan maju menyerangnya, ChuXi berteleportasi kebelakang Lin Mei yang berdiri ketakutan. Ia menutup mata Lin Mei dan menebas dua bandit bersamaan. Saat itu tiba-tiba sebuah pedang menebas lengan kanan kiri ChuXi. Membuat Lin Mei membuka matanya, darah mengalir dari luka yang mengaga itu.
"Lin Mei tutup matamu!" Lin Mei segera berbalik dan menutup matanya. ChuXi menggunakan kekuatannya untuk meremas tubuh bandit terakhir hingga bunyi retakan tulang terdengar jelas, membuat ChuXi mengeluarkan smirknya.
"Lin Mei!" ChuXi terjatuh ketanah, Lin Mei langsung membantunya untuk berdiri namun gagal.
"Lin Mei lihat kedalam mataku." ChuXi menghapus ingatan Lin Mei tentang pertempuran kecil ini, membuat Lin Mei tak sadarkan diri.
"ChuXi!! Kau tak apa?" Hua Chen datang melihat Lin Mei yang tergeletak di pangkuan ChuXi.
"Bantu aku membawanya!" perintah ChuXi pada seorang prajurit yang tersisa.
"ChuXi lenganmu!"
"Aku baik-baik saja gege." Hua Chen menggendong ChuXi menuju kereta.
"Kusir bergegas berangkat ke istana Mo, ChuXi membutuhkan tabib sekarang. Aku akan membawanya dengan kuda." ChuXi kaget saat Hua Chen membawanya mendekati kuda.
"Tuan ini tidak akan baik di lihat warga Mo, saya adalah permaisuri anda."
"Aku akan menyelamatkan nyawanya bukan membawanya sebagai permaisuri ku. Apa kau tak bisa berfikir jernih?" Ucap Hua Chen lalu menaiki kudanya, setelahnya ia membantu ChuXi untuk menaiki kuda. Secepat kilat Hua Chen memacu kudanya.
"Kalian bawa pelayan rendahan ini ke kereta barang! Aku tak sudi satu kereta dengannya." prajurit akhirnya memindahkan Lin Mei ke kereta barang, dan mereka mulai berjalan kembali.
Saat sampai di istana, Hua Chen langsung membawa ChuXi ke kediaman tabib agar segera di obati.
"Tabib istana, cepat obati lukanya."
"Baik yang mulia."
"Gege tak perlu se khawatir itu denganku."
"Sudah diamlah ChuXi, tabib akan bekerja." Setelah membuatkan obat luar untuk luka, dan beberapa botol ramuan tabib hendak menutup luka dengan perban namun di tahan oleh Hua Chen.
"Biar aku saja tabib." Hua Chen mengambil kendali, ia membalut luka ChuXi dengan lembut takut ChuXi akan merasa kesakitan.
"ChuXi kau sedang memikirkan apa?"
"Aku sedang memikirkan Lin Mei gege, bagaimana jika Jia Yu jiejie membuang Lin Mei."
"Dia tidak akan berani."
"Terimakasih gege, kau sudah menyelamatkan nyawaku."
"Ini sudah kewajibanku sebagai gege mu untuk melindungi mu. Kau adalah prioritas hidupku saat ini. Camkan itu."
"Tapi ge, bukankah seharusnya Jia Yu jiejie yang menjadi prioritas mu?"
"ChuXi bukankah seharusnya kau yang menjadi permaisuri ku?"
"Memangnya aku bersedia menjadi istrimu?" decih ChuXi.
"Memangnya kau tak mau?"
"Tidak, aku sudah banyak mendengar tentangmu yang selalu menggoda para wanita. Bahkan kau sudah memiliki beberapa selir gege."
"Jika kau tak suka aku akan membuang semua selirku."
"Aku tak memiliki hak untuk itu gege."
"Kau memiliki hak atas hidupku ChuXi." ChuXi tersenyum mendengar Hua Chen.
"Kalau begitu aku ingin berkeliling istana ini. Terimakasih tabib istana." ChuXi berlari menuju bangunan di hadapannya. Tanpa sengaja ia menabrak pelayan dan menumpahkan nampan yang dibawanya.
"Hah... Maaf maaf.. Aku tak sengaja maafkan aku." pelayan itu malah sangat ketakutan melihat ChuXi membereskan pecahan mangkuk itu.
"ChuXi sudah biarkan pelayan yang membereskannya."
"Tidak ge, ini kesalahanku." Hua Chen ikut berjongkok mensejajarkan diri dengan ChuXi.
==========
Hello temen-temen thanks buat yang udah mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak kenangan, vote dan komentar.
-Yoon Hilda-
(Authornim)
KAMU SEDANG MEMBACA
Princess of Wei
Historical FictionKekaisaran Wei yang digadang memiliki tuan putri yang tak berguna di acuhkan bahkan tak pernah di perkenalkan kepada masyarakat. Kaisar terdahulu selalu membawa putri muda dari selir agung di setiap kegiatan kekaisaran. -Kekaisaran Wei 520 M- Seoran...
