Aku menunggu bersama kenang..
Bersamaan dengan lampu jalan yang padam..
Terdiam..
Hanya seteguk kenangan yang tampa sadar tertumpah membasahi buku itu...
Kenanglah..
Di hari berjumpa tapi tak terasa lama..
Selangkah kaki yang berdenyut oleh rasa ragu..
Malu...
Aku sejenak terdiam..
Bayangmu terbersit dibenak..
Bertemu kamu..
Kacau...
Sayangnya aku bukan aktor..
Senyum yang kurencanakan..
Berubah menjadi seringai..
Benar kacau...
Tersenyum sambil setangkai itu menguncup dan kembali mekar..
Redu..
Tidak ada yang berhasil..
Yang ada hanya salah arti...
Kamu tersenyum..
Membuat sekelilingmu seperti taman ria..
Pada hari itu aku bertemu..
Saat itu aku tak tersadar..
Bertemu..
Berjumpa..
Pada akhirnya terluka...
Stasiun itu lengang..
Perih dingin yang kuabai kian datang..
Kamu tidak terlihat..
Setumpuk surat lama kian memudar di sakuku...
Seharusnya aku mengerti..
Perjumpaan..
Harapan..
Setelah hari itu..
Aku..
Tidak bertemu dan mengenalmu lagi...
_Aidan
-Di kenang yang masih bertumpuk harapan yang kulupa.
5november2020
quote me
_Aku bertemu denganmu seperti hujan yang mengganggu bumi dengan rintiknya tampa henti.
Yang pada akhirnya mengaliri detak arus hati yang dulu berlari menjauh pergi.
_Apa kamu tahu apa yang kukhayal setelah berjumpa sekali denganmu.
Walau aku suka bermimpi dan mencoba melupakan debar ini aku tetap tak bisa membenci.
_Kamu adalah atmosfer hidupku yang memompa gravitasi semangat,cinta dan suka ku kepadamu tampa memedulikan galaksi yang menunggu kehancuranmu.
Aidh.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLEEP POEM
PoetryHai... Disini,sebaris dan serangkaian puisi di jarak waktu yg berbeda. Seperti kesedihan yang berjarak dalam waktu,aku membisu dalam kegelapan dan mega mengitariku. Bisa saja kita mewarnai kembali cerita ini dengan keceriaan. Agar hari itu akan mene...
