ᴄᴀᴍᴇʟʟɪᴀ sɪɴᴇɴsɪs (n) ; [ᴋəˈᴍēʟʏə sɪɴēɴsɪs] ᴛᴀɴᴀᴍᴀɴ ᴛᴇʜ, sᴘᴇsɪᴇs ᴛᴀɴᴀᴍᴀɴ ʏᴀɴɢ ᴅᴀᴜɴ ᴅᴀɴ ᴘᴜᴄᴜᴋ ᴅᴀᴜɴɴʏᴀ ᴅɪɢᴜɴᴀᴋᴀɴ ᴜɴᴛᴜᴋ ᴍᴇᴍʙᴜᴀᴛ ᴛᴇʜ.
_________________________________________
It’s ringing again, that sound,
A crack again on this frozen lake,
I dumped myself into the lake,
I buried my voice for you.
- Singularity ( Kim Taehyung 'V')
___________________________________________
"Dirgantara-san"
Dirgantara membatu, ia cukup kaget untuk bertemu tatap muka dengan orang dihadapannya. Hiroshi Yasuo, persona negeri matahari terbit Jepang.
Dirgantara masih diam, ia termasuk cukup santai menghadapi Yasuo. Ia sudah cukup lelah karena pertemuannya dengan Yao, jika ia breakdown lagi dihadapan Yasuo, itu hanya menambah rasa lelah nya saja.
Dirgantara memilih untuk melepas cengkraman tangan Yasuo, dan melanjutkan perjalanan nya menuju tempat Philip berada.
"DIRGANTARA-SAN!" Yasuo kembali menarik Dirgantara, kali ini ia memeluk pemuda Nusantara itu dari belakang.
"...." Dirgantara masih diam, rokok yang semula ia hisap sekarang terbengkalai di sela jarinya.
Aroma teh hijau benar-benar semerbak di hidung Dirgantara. Aroma tubuh Yasuo yang dulu Dirgantara sangat suka.
"Dirgantara-san, aku rindu." Ucap Yasuo
"Lepas. Aku mau pulang. Masih banyak pekerjaan di negara ku." Dirgantara mencoba melepas pelukan Yasuo, namun apa daya tenaga bocah kerempeng penyuka kerupuk sepertinya pasti kalah dengan Yasuo yang hobi karate. Meski dirinya juga terhitung jago bela diri silat, tapi tenaganya tak sebanding mengingat ia sudah terlampau lelah.
"Onegai, inchidodake--" Yasuo makin mengeratkan pelukannya.
"Yasuo, lepas. Philip menungguku."
Yasuo memutar tubuh Dirgantara dengan mudah, mencengkram bahu yang lebih muda dan menariknya dalam satu ciuman.
Yasuo menarik pinggang Dirgantara agar mendekat kearahnya. Dada saling menempel, bibir masih berpagut, lidah saling bergelut.
Dirgantara sudah cukup lelah karena kegiatan hari ini. Ciuman dari Yasuo membuatnya semakin lemas dan lemas.
'' nnhh ya-chuo" Kaki Dirgantara serasa seperti jeli, ia hampir merosot kebawah kalau-kalau Yasuo tidak menopangnya (mencengkram pinggangnya).
Bahkan rokok digenggaman Dirgantara jatuh, karena ia terlalu fokus untuk menghentikan ciuman Yasuo.
_________________________
_______________
_________________________
Philip berjalan kesana kemari mencari Dirgantara, ia sudah mencari kemana-mana bahkan ia melihat setiap tempat sampah yang ia lalui.
Namun nihil, ia tak menemukan Dirgantara.
Dengan berat hati Philip berjalan keluar dari ruang meeting menuju tempat parkir. Ia sengaja keluar menggunakan pintu darurat, ia ingin cepat-cepat berada di tempat parkir dan menunggu Dirgantara disana dengan senyuman.
Ah, membayangkannya saja membuatnya senang.
Senyum merekah dibibir pemuda Filipina itu. Philip bergegas berjalan menuju mobil yang ia parkir, kemudian duduk di kap mobilnya, menunggu Dirgantara keluar dari gedung WM.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASPHYXIA
Fanfic[BOOK RATE MATURE DAN HOMO 🔞 DIMOHON JANGAN SALAH LAPAK] Sesak. Itu yang Dirgantara rasakan. Penderitaan yang akan terus Dirgantara rasakan hingga akhir hayatnya, hingga akhir hidupnya di dunia fana ini. Disaat dirinya bisa terbebas dari belenggu k...
