22

338 46 13
                                    

Vote dan comment kalian sangat berharga bagi author😊

Happy reading!!!😉

.
.
.

Jam menunjukkan pukul 00.45 saat Taehyung baru saja memasuki kamar.

"Pulang tengah malam lagi?" tanya Yeri dengan nada ketus.

"Yah seperti biasanya, di kantor lagi sibuk banget" jawab Taehyung sambil membuka dasinya.

Yeri yang saat itu tengah bermain ponsel di sofa kemudian berdiri menghampiri suaminya untuk menyampaikan keluh kesahnya selama ini.

"Emang di kantor ngapain aja sih?" tanyanya dengan menyilangkan lengan di depan dada.

Taehyung yang sedang membuka satu per satu kancing kemejanya lalu menghentikan kegiatannya itu.

"Ya kerjalah, emang apa lagi?"

"Suami temen-temen yang lain juga kerja kantoran, bahkan ada yang udah jadi CEO malah.. tapi nggak ada tuh yang berangkat pagi pulang tengah malam kayak lo, bahkan nyicipin buatan istri sendiri pun nggak pernah".

"Jadi maksud lo gue boong?" Taehyung merasa tersinggung.

"Gue nggak bilang lo boong, tapi lo sadar nggak sih tae? Udah hampir 2 minggu gue terus-terusan ditinggal seharian.. Gue masakin lo makanan nggak pernah dimakan, gue mau bikinin bekal lo nolak terus, lo sama sekali nggak punya waktu buat gue.. lo pulang cuma buat tidur malam doang.. gue dianggurin terus, gue juga butuh perhatian tae!" Yeri meninggikan suaranya di akhir kalimatnya. Akhirnya dia sudah bisa mengeluarkan semua unek-uneknya selama 2 minggu terakhir.

Mendengar ungkapan itu dari istrinya membuat Taehyung membuang nafas kasar dan mengusap wajahnya.

"Jangan diem aja tae!" suaranya bergetar, Yeri sudah tidak tahan, dadanya terasa sesak sehingga membuat air matanya lolos dari pelupuk matanya.

Taehyung menatap Yeri sambil berkacak pinggang, dia sungguh tak bermaksud memperlakukan Yeri seperti itu. Tapi ini juga demi kepentingan masa depan keluarga kecilnya.

"Ya terus gue harus apa? berhenti kerja? jadi pengangguran? gitu?"

"Kok malah ngomong gitu?"

"Ya makanya jangan asal protes kalo nggak punya solusi, lo pikir gue nggak capek kek gini?"

"Sebagai suami lo harusnya tau dong cari solusi gimana baiknya"

"Huwaa.. enak banget idup lo, cuma protes ini itu tanpa tau gimana susah dan ribetnya jadi kepala keluarga"

"Lohh bukannya itu udah jadi konsekuensinya.. gue nggak pernah maksa lo yahh buat nikahin gue"

"Iya tau.. itu kemauan gue sendiri, sekarang gue baru belajar buat jadi kepala keluarga yang baik dan lo sebagai istri harusnya support gue, bukannya malah kek gini!" Taehyung sudah tak bisa mengontrol emosinya.

"Lo ngebentak gue??"

"Gue lagi capek banget Yer, gue nggak mood buat debat.. gue mau mandi" ucapnya kemudian berlalu meninggalkan istrinya yg masih terisak.

Yeri lalu menghempaskan tubuhnya di kasur empuk itu, ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk bantal.

Ia menangis sambil bergulat dengan pikirannya antara pergi atau bertahan dan entah bisikan dari mana yang membuat Yeri bangkit dari posisinya dan berniat untuk pergi dari rumah.

Baru saja ia, mengambil ponsel dan tasnya, dengan sigap Taehyung lalu meraih lengan istrinya itu untuk mencegatnya.

"Aww.. sakit tae! Lepasin!" Yeri memberontak karena merasa sakit pada lengannya yang digenggam erat oleh Taehyung.

"Nggak sebelum lo simpen tas itu" balasnya dingin.

"Nggak! buat apa juga gue tinggal di sini, gue udah nggak berguna.. selama ini lo juga nganggap gue nggak ada kan? jadi mending sekalian aja gue pergi"

"Yer, lo itu udah dewasa.. bisa nggak sih mikir pake logika?!"

"Gue udah mikirin semuanya tae, logika lo dan hati gue udah nggak sejalan"

"Jangan ngomong kek anak ABG diluaran sana bisa nggak sih?, kita ini udah berkeluarga, udah dewasa.. gue kayak gini juga bukan tanpa alasan, ini semua juga demi nafkahin lo"

"Gue nggak butuh dinafkahin kalo kek gini ceritanya, lo pikir nafkah itu cuma pake duit doang? nggak tae.. nafkah lahir itu bisa kita cari sama-sama.. begitu pun dengan nafkah batin, gue nggak bisa sendiri tae.."

"Ya udah ayo kita lakuin sekarang" ucapnya dengan enteng lalu menarik lengan Yeri dan menghempaskannya di kasur. Namun dengan cepat Yeri kembali bangkit dari posisinya.

"Lo jangan ngegampangin dong! lo pikir gue perempuan apaan yang abis lo bentak-bentak tiba-tiba mau enak gitu" kata Yeri sambil mengusap air mata di pipinya.

"Terus maksud lo apa? mau lo apa? Inikan yang lo maksud? Ya udah sini" Taehyung kembali meraih lengan itu namun lagi- lagi Yeri menolak dengan menghempaskan tangan Taehyung.

"Nggak jelas banget sih jadi orang?! katanya butuh nafkah batin, giliran mau dinafkahin malah nolak.. lo mau gue ngemis-ngemis? nggak usah munafik deh yer, kalo pengen ya lakuin aja nggak usah sok jual mahal, lagian kalo udah gituan lo malah keenakan dan bahkan minta lagi"

Plakkk!!

Kali ini apa yang dikatakan Taehyung sudah benar-benar keterlaluan, karena sudah tidak tau harus bagaimana lagi akhirnya Yeri melayangkan satu tamparan pada pipi Taehyung. Ini adalah pertama kali baginya, dan ia merasa sedikit menyesal telah berani menampar suaminya sendiri.

Taehyung lalu memegang pipinya atau lebih tepatnya  bekas tamparan Yeri dengan mata yang membelalak. Ia tidak menyangka bahwa istrinya akan bertindak sejauh ini.

Air mata Yeri kembali menetes. Dengan sigap ia meraih ponselnya dan mencoba untuk menelpon seseorang untuk menjemputnya sekarang juga. Ia sudah muak dengan keadaan ini.  Sebenarnya ia tak tahu harus menghubungi siapa di jam segini. Ia hanya asal menghubungi kontak yang tertera paling atas di riwayat panggilannya. Sialnya kontak yang tertera disana adalah milik Jungkook.

Taehyung lalu mengintip pergerakan tangan Yeri pada ponselnya, dan melihat siapa orang yang baru saja ia hubungi. Setelah ia melihat sendiri siapa yang istrinya itu hubungi di jam segini, Taehyung lalu merampas ponsel Yeri dan menampar pipi yang basah itu, ponsel ditangannya ia hempaskan ke lantai sehingga membuat layarnya retak.

Yeri sungguh sangat terkejut, ia memegangi pipinya dan menutup mulutnya, lututnya tiba-tiba terasa lemas dan akhirnya ia berlutut di hadapan Taehyung sambil menatap ponselnya yang dengan sengaja dirusak oleh suaminya sendiri.

"Oh, jadi gitu? nelpon laki-laki lain saat lo lagi sama gue hah? Jangan harap gue bakal ngebiarin lo berbuat semaunya, ingat itu!"

Seolah tak peduli, Taehyung lalu beranjak ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya yang  sangat lelah. Ia sudah benar-benar marah sekarang. Taehyung merasa rasa lelahnya selama ini sama sekali tidak dihargai.

Sementara Yeri masih terduduk dilantai yang dingin itu dengan ponsel yang retak di genggamannya. Ia memeluk kedua lututnya sambil menenggelamkan wajahnya pada kedua lengannya dan menangis dalam diam.


~•🌹•~

Tbc

My Enemy My Love | Taehyung X YerimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang