23

370 50 3
                                    

Vote dan comment kalian sangat berharga bagi author😊

Happy reading!!!😉

.
.
.

Keesokan harinya, Yeri bangun dari tidurnya, lebih tepatnya bangun dari posisi berbaringnya di sofa, ia terjaga semalaman. Matanya enggan tertutup dan membawanya ke alam mimpi padahal tubuh dan pikirannya sungguh membutuhkan istirahat.
Tubuhnya serasa remuk karena semalaman mematung di atas sofa, ia bisa saja ikut bergabung dengan Taehyung di tempat tidur yang super nyaman itu tapi ia merasa gengsi.

Yeri melirik jam pada ponselnya

"Udah jam 8 ternyata, dia pasti udah berangkat" gumamnya

Saat akan ke kamar mandi, Yeri dibuat terkejut oleh gerakan tiba-tiba dari balik selimut.

"Astaga.. astaga.. bikin kaget aja" sahutnya sambil mengusap dadanya.

Yeri lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi tanpa mempedulikan Taehyung yang ternyata masih tertidur, padahal biasanya di jam segini pria itu sudah tidak di rumah.

Setelah mandi dan berpakaian, Yeri berniat untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri, namun sekali lagi ia melirik suaminya yang sama sekali tak ada pergerakan dari balik selimut tebalnya. Rasa khawatir kemudian datang mengusik jiwanya, mau bagaiman pun juga Yeri tidak bisa membohongi dirinya bila dia masih sangat peduli dengan suaminya meskipun sikapnya membuat jengkel.

"Tae.." Yeri perlahan mendekat dan duduk di sisi tempat tidur.

"Tae.." panggil Yeri untuk yang kedua kalinya, namun masih tidak ada jawaban.

"Apa dia masih marah yah? atau emang belum bangun?" pikirnya.

Yeri lalu menyibak selimut itu dan mendapati wajah suaminya yang pucat pasi dengan keringat yang membasahi pelipisnya.

"Taehyung!" sahutnya sambil membawa kepala Taehyung ke pangkuannya seraya menyeka keringat Taehyung.

"Badan lo panas banget ini tae.." Yeri mengecek suhu suaminya dengan meraba dahi dan lehernya.

"Kok nggak bilang sih kalo lo sakit" suara Yeri bergetar, baru kali ini dia melihat Taehyung dalam keadaan seperti ini.

"Gue nggak papa yer, nggak usah nangis.. dasar cengeng" sahut Taehyung dengan lemah.

"Lo itu yah.. udah sakit masih aja ngatain, gue ini khawatir banget tau nggak!"

"Lo juga, udah tau gue sakit masih aja lo bentak" balasnya.

"Udah ah, lo tunggu disini gue buatin bubur terus minum obat, jangan banyak gerak" Yeri membantu Taehyung untuk duduk dan bersandar di dashboard tempat tidur.

Hanya berselang 20 menit dan Yeri sudah kembali ke kamar dengan nampan yang berisi semangkuk bubur, segelas air, obat dan juga alat pengompres.

"Nih makan dulu gue suapin" Yeri dengan telaten menyuapi suaminya.

Saat sudah pada 3 suapan terakhir, Taehyung meneteskan air matanya.

"Loh kok nangis? ada yang sakit? mananya yang sakit?" tanya Yeri khawatir.

Taehyung hanya menggeleng sambil terisak.

"Terus kenapa??" Yeri jadi ikut menangis, ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia membawa kepala suaminya ke dalam dekapannya, memeluknya dengan penuh kasih sambil mengelus surai coklat Taehyung hingga ke pipinya.

Seketika suhu yang sangat hangat dari tubuh Taehyung menjalar ke seluruh tubuh Yeri. Dapat ia rasakan bahwa suaminya ini benar-benar demam.

"Jangan nangis nggak jelas gini dong.. jelasin lo kenapa? jangan buat gue bingung.. gue nggak tau harus gimana.." ucapnya sambil terisak.

My Enemy My Love | Taehyung X YerimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang