"Akan kulakukan apa saja untuk menjadikan-mu milikku"
"JUST MINE!"
"Berhenti bermimpi, bakugo"
.
.
---Tamat---
.
.
Bakugo sudah menetapkan hak miliknya pada todoroki sejak ia melihat bagaimana imutnya sosok yang selalu minim ekspresi itu. Dan apapun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Dan sekarang disinilah dia sekarang. Berada satu ruangan dengan pak guru sialan itu. Bakugo dengan ogah duduk di atas kursi berhadapan dengan pak guru berambut hijau itu. Kemarin, dia kabur sampai jam pelajaran berakhir. Dan sekarang ia ditangkap oleh pak guru deku untuk diintrogasi.
"Mooh!, Kacchan. Berhenti kabur seperti itu!" Gumam midoriya menggerutu. Ia sungguh sangat kesusahan untuk mengatur murid bandel seperti bakugo ini. Sebentar-sebentar kabur , lepas dari pengawasan.
"Ck berisik deku!"
"Sebut aku dengan nama pak guru kacchan, gak sopan!" Tukas midoriya. Tapi si bakugo malah kesal dengan hal ini. Ia malah berpikir ingin segera lepas dari sini dan bolos seperti biasa.
"Bodoh amat!" Tukas bakugo. Mengarahkan manik matanya dengan malas ke arah lain.
"Huh....kacchan. Dasar kau ini, seharusnya kau meniru allmight!"
"Huh!, Kepala sekolah pemalas itu?!. Dia juga malah sering ke UKS sebentar-sebentar batuk batuk , dia TBC apa?!"
"Kacchan!, Allmight melakukan itu untuk perdamaian kelas!"
"Perdamaian apanya?!, Guru yang sudah kurus kayak kertas itu?!. Cih, mending kau itu berhenti bermimpi!"
"Kacchan!, Kau harus meniru allmight. Lihatlah meksipun ia sakit-sakitan. Allmight masih mau jadi kepala sekolah!"
"Bodoh!"
"Kacchan!, Tirulah allmight" seru deku menekan kalimat akhirnya dengan wajah yang di rupa-kan sama dengannya. Sumpah kok jadi ngakak gini. Beneran dah, nih bocah sepertinya sudah kemasukkan virus allmight.
"Kenapa kau jadi ooc gini?!"
. . . . .
Dan sekarang disinilah bakugo. Setelah keluar dari tempat pak guru kutu buku itu. Bakugo yang malang malah di tarik paksa oleh sahabatnya, kirishima. Yang walaupun sudah di-umpat, dia tetap aja masih bisa ketawa. Sepertinya si kirishima ini adalah masokis. Bakugo sudah lama menduga hal ini. Bakugo memberontak. Ia tidak mau di paksa masuk ke dalam kelas. Ia ingin kabur, malas kalau harus belajar seharian lagi.
"Ck kau kenapa sih merah!, Sudah lepaskan sialan!" Geram bakugo. Menendang berkali kali tubuh kirishima. Yang sialnya ia malah mengunakan quirk pengeras miliknya itu.
"Sudahlah bakugo menyerah saja~, kau ikut saja aku!" Seru kirishima dengan santai. Bakugo menghela nafas. Ia melihat dengan tatapan jengkel. Apalagi yang akan dilakukan dengan orang orang bodoh ini.
. . . . .
"Aku sudah membawa bakugo!" Seru kirishima saat ia memasuki kelas hero jangan lupa dengan senyum lebar pepsodent nya.
"Ck ada apa sih?!". Dibelakang si bakugo sudah memasang wajah sangat jengkel ingin membunuh siapapun yang membuat ia harus mengikuti kirishima yang sekarang malah kesenangan.
"Ada apa s-" belum sempat bakugo mengeluarkan kata kata mutiara miliknya. Ia terdiam saat melihat todoroki yang ada di depannya. Sosok mungil yang dikenal sangat tampan layaknya pangeran berkuda putih dari negeri dongeng itu.
"...". Todoroki menatap dengan wajah se-datar triplek. Tapi, bukan itu yang membuat bakugo sampai terdiam. Terheran-heran dengan kejadian langka yang terjadi tepat didepannya.
Yaps, todoroki tengah memakai sebuah pakaian kostum hoodiehitam yang begitu besar hingga membuat tubuh mungil nya tampak tenggelam didalamnya. Dia menatap kearah bakugo yang ada di depannya dengan wajah datar yang begitu polos. Dan kedua matanya menatap ke arah bakugo dalam yang kini tengah terdiam. Menatap heran seraya otak kecilnya itu sedang memproses kejadian itu.
"Todoroki, sini~" panggil tsuyu yang entah sejak kapan malah memperlakukan sang pangeran sekolah itu seperti kucing. Dan todoroki tanpa mengatakan apapun. Lengkap dengan wajah datar nan polosnya malah perlahan berjalan mendekat ke arah tsuyu yang sudah pengap pengap menahan nafasnya.
Dan entah apa yang telah wanita katak itu lakukan. Kini todoroki perlahan mendekati bakugo yang masih berdiri disana. Dan sosok mungil manis itu, Ia langsung memegang ujung baju milik bakugo yang berantakan. Ia menunduk dengan posisi yang begitu dekat dengan bakugo. Bakugo tidak tau apa yang ingin dilakukan oleh todoroki. Jadi ia hanya diam saja saat todoroki mendekat kearahnya.
"..."
Dengan perlahan todoroki mengangkat wajahnya yang polos ke arah bakugo dengan melambaikan kedua tangannya membentuk cakar sangat dekat dengan bakugo. Tepat di depan wajah bakugo yang sangat dekat itu. Dengan wajah mungil manis yang minim ekspresi milik todoroki yang dapat dilihat jelas oleh sosok bakugo.
"Nya?" Seru todoroki gemas. Kemudian ia mengarahkan tangannya mencakar pelan pipi milik bakugo. Bakugo menatap tajam. Hingga ia menangkup kedua pipi todoroki.
"Ngh..nya..nya" gumam todoroki dengan nada pelan tidak jelas. Todoroki merasa aneh saat bakugo terus saja menangkup kedua pipinya dan menatap tajam tanpa mengatakan apapun kepada dirinya. Kedua matanya yang selalu marah, terus saja menatap tajam lurus ke arah todoroki membuatnya malu. Tanpa mengatakan apapun dan hanya menatapnya tajam. Tidak marah marah seperti biasanya.
Todoroki perlahan mengalihkan pandangannya kearah lain dengan gugup. Dengan perlahan ia mulai melambaikan kedua tangan kecilnya berusaha untuk mencakar bakugo didepannya itu yang malah terlihat gemas karena tidak nyaman. Bakugo langsung mencubit pelan kedua pipi mungil milik todoroki yang membuatnya meringis pelan. Dia lebih kecil daripada bakugo, sekarang todoroki ia hanya setinggi dada bakugo. Dan todoroki tampak begitu mungil dan begitu mengemaskan.
"Nyaa.....ba..bakugo" seru todoroki pelan. Ia membuka kedua matanya dengan sayu. Melihat dengan wajah memerah sedikit merintih polos. Bakugo berhenti mencubit pipinya. Dan ia mengarahkan tangannya kini mengelus surai milik todoroki. Todoroki menutup salah satu matanya dengan menurut. Dan sebuah ekor panjang berwarna hitam serta telinga hoodie itu perlahan muncul dan membuat todoroki seperti kucing manis.
"Ck, sudahlah. Aku pergi" seru bakugo tajam. Ia menjauhkan tangannya dan memasukkan kedua tangannya didalam saku dan berlalu pergi begitu saja.
Todoroki menatap dengan wajah polos yang sedikit sedih. Kedua matanya menatap penuh harap kearah bakugo yang menjauh darinya. Kedua tangannya saling terulur ke arah depan berusaha mencapai bakugo, namun ia tau dan perlahan menariknya lagi. Tampak kuping kecil manis dan ekor panjang hoodie itu terkulai sama seperti todoroki yang tampak sedikit terluka saat ia ditinggalkan begitu saja oleh bakugo disini. Wajah dan sikap todoroki yang jauh berbeda itu membuat semua orang seketika merasa sangat gemas.
"....n..nya~" gumam todoroki dengan nada pelan sedih. Menautkan dengan polos kedua jari jemari mungilnya yang sedikit tenggelam dalam hoodie yang besar itu. Kedua matanya itu sedikit menyipit dan kedua bibir mungilnya sedikit menutup menggerutu gemas. Ia hanya menunduk saat bakugo perlahan menghilang dari pandangannya.
Yang membuat todoroki sangat menggemaskan. Tidak tau kalau Bakugo sudah memerah disana. Ketika melihat sisi yang begitu manis dari sosok datar itu.
Shit, kalau lama lama disana. Ia pasti akan menerkam todoroki.