"Akan kulakukan apa saja untuk menjadikan-mu milikku"
"JUST MINE!"
"Berhenti bermimpi, bakugo"
.
.
---Tamat---
.
.
Bakugo sudah menetapkan hak miliknya pada todoroki sejak ia melihat bagaimana imutnya sosok yang selalu minim ekspresi itu. Dan apapun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Nah sekarang, hari yang biasa. Dimana todoroki pulang sambil melewati tempat psikologi pak guru deku yang entah kenapa di sana sudah ada kejadian aneh dengan kepala sekolah allmight yang juga ikutan ada disana entah sejak kapan. Deku kini ia sedang melihat allmight dengan wajah nafsuan ala stalker. Ya. Dia memang stalker sih. Sambil memegang gemetar poster allmight yang sudah banyak tertempel di dinding tempat psikologi itu, terutama karena disana juga gelap. Tidak ada penerangan. Sengaja, dan disana ada pak guru BK itu di depannya dengan allmight yang sudah berkeringat di depannya.
"A.. allmight" desah deku.
"A..ada apa Shounen?" Tanya allmight yang sudah berkeringat banyak melihat guru yang di rekrut nya itu kini sedang memandangnya dengan wajah ala stalker dan ia memegang sebuah poster allmight yang sedang boker disana. Sumpah, darimana ia bisa mendapatkan foto-foto seperti itu?!.
"Allmight, aku sangat-sangat mengagumi dirimu. Kau itu adalah pahlawan guru yang sangat luar biasa" seru si deku yang awalnya berwajah polos gak berdosa. Kini ia malah memasang wajah berkeringat dengan tatapan cintanya kearah allmight di depannya itu.
"Ya..ya aku tau. Tapi Shounen, kenapa kau harus memasang foto seperti itu?!" Seru allmight memandang ngeri saat melihat deku mengkoleksi fotonya.
"Allmight, aku ini ingin agar diriku di kelilingi oleh allmight. Aku ingin tau apa yang dilakukan oleh pahlawan-ku ini"
"Ya, tapi gak difoto juga!"
"Tapi.. allmight kau itu adalah idolaku. Apa salah jika aku melakukan hal yang aku sukai dari idola ku?" Tanya deku. Dengan kedua mata hijaunya menatap kearah allmight.
"Kembalilah jadi Shounen dulu!" Rintih allmight . Pertama kali ia melihat deku. Ia adalah anak polos hingga deku tau kalau ia adalah kepala sekolah di sekolah Hero ternama. Dan ia mulai bersikap aneh dan ia juga mulai membuntuti dirinya dengan wajah yang menyeramkan. Dan terlebih lagi dimana saja, dia bisa melihat kamera dimana mana terpasang melihat kearah dirinya. Seram banget!.
Tok tok!
Terselamatkan, allmight menghela nafas sebelum kesuciannya diambil oleh guru BK nya sendiri. Deku melirik ke arah lubang pintu datar. Dan ia langsung membukanya dengan wajah yang sudah berubah jadi deku yang biasanya. Ternyata, di depannya adalah uraraka. Murid cantik yang dia sukai. Dan deku tidak tau kalau orang yang dia sukai itu juga sama parahnya dengan dia. Uraraka memasang wajah normal yang biasa.
"Wah uraraka!, Ada apa kemari?" Tanya deku. Sembari memasang wajah polosnya.
"Tidak ada, aku hanya rindu pak guru deku saja. Pak guru baik baik saja kan?" Tanya uraraka dengan wajah tersenyum-nya.