💓Cinta Pertama

4.1K 321 30
                                        

.
.
.
.
.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
.

"Suapin aku!" Perintah bakugo yang kini duduk di sebelahnya.

".." todoroki memilih untuk mengabaikannya dan makan tanpa menghiraukan bakugo.

"Hei, kau dengar kan!, Suapin aku!" Seru bakugo lagi. Kali ini ia mulai mendekati wajah todoroki yang duduk di sebelah kanannya dengan kesal.

"..". Todoroki menatap datar ke arah makanan miliknya itu dan kembali mulai mengunyah makanannya lagi tanpa berkata sepatah katapun.

"Ck kau ini, aku adalah kekasih mu tau" tegas bakugo lagi.

".... tidak mau" seru todoroki datar lalu ia lanjut makan lagi.

"Kau..."

Bakugo mendecih kesal, dan ia langsung memajukan wajahnya dan mencium bibir todoroki yang tengah mengunyah makanannya. Bakugo perlahan mulai memasukkan lidahnya dan mencicipi todoroki seperti makanan. Todoroki tertegun saat bakugo melepaskan perlahan ciumannya itu. Ia mengelap ujung bibirnya dan tersenyum miring kearah todoroki yang kini hanya terdiam ,tertegun.

"Susah amat" seru bakugo dengan nada sedikit mengejek. Todoroki diam, ia merasa kalau pipinya sedikit memerah saat ia tau kalau dirinya dicium begitu saja oleh bakugo tadi.

"....///" Todoroki diam saja. Ia masih terdiam di tempat, dengan kedua pipinya memerah tipis. Bakugo mengetahui hal itu dan kali ini ia mengecup ujung bibir Todoroki yang masih terdiam di tempat dan tanpa terjadi apa-apa malah lanjut memakan makanannya. Todoroki melihat kearahnya dengan tatapan datar sekaligus bingung, ia melihat kearah bakugo yang kini tengah asyik mengunyah makanan.

"Kenapa?, Kau mau kucium lagi?" Goda bakugo menatap tajam ke arahnya. Todoroki mengeleng dan ia menunduk lagi tapi sebelum itu bakugo, ia menyeret kedua pipi todoroki hingga menghadap kearahnya. Dan ia melihat kearah todoroki yang tampak memerah ,sangat manis tanpa dia sadari.

"...". Todoroki menahan nafasnya saat dirasakan bakugo perlahan mendekatinya dengan menutup kedua matanya itu. Tapi sebelum hal itu terjadi. Bakugo sudah menepuk dahi todoroki seraya terkekeh dan menjauh dari sana dengan jarak yang sangat dekat.

"Pfft, kenapa kau berharap aku mencium mu lagi?" Seru bakugo menunjuk ujung bibirnya yang kini mengulas seringai licik.

Todoroki tersadar, ia langsung mengeleng dan mengambil sumpit makanannya. "Tidak, aku tidak menginginkannya".

.
.
.
.
.

Bakugo keluar dari rumah todoroki saat ia diberitahu kalau kakaknya datang. Jujur, bakugo dan kakaknya terlibat dalam hubungan yang rumit. Bakugo menatap dengan tatapan tajam dan tidak suka saat melihat sosok bersurai pirang yang sama dengannya kini sedang berdiri di depan rumah todoroki.

"Kenapa kau datang kemari?, Aku bisa pulang sendiri" ketus bakugo. Ia memilih untuk tidak mau menatap kakaknya itu.

"Jahat sekali, aku kan kakakmu. Tentu saja aku harus mengawasi adik bandel sepertimu" seru sang kakak seraya tersenyum licik kearah adiknya itu.

*Milikku* (BakuTodo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang