"Akan kulakukan apa saja untuk menjadikan-mu milikku"
"JUST MINE!"
"Berhenti bermimpi, bakugo"
.
.
---Tamat---
.
.
Bakugo sudah menetapkan hak miliknya pada todoroki sejak ia melihat bagaimana imutnya sosok yang selalu minim ekspresi itu. Dan apapun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Todoroki sedang duduk seperti biasanya di kursinya. Hingga Momo berekor kuda poni, bukan Momo challenge ya, mendekat.
"Todoroki" panggil nya. Todoroki mengarahkan manik matanya menatap datar ke arah Momo dengan posisi masih memangku dagunya dengan tangan kanan. Hari ini seharusnya mereka belajar seperti biasa. Namun, karena pak guru aizawasedang menderita corona maka hari ini seharusnya libur , sialnya para murid dipaksa harus sekolah. Pak guru deku juga tidak masuk kali ini, mungkin karena ia itu sedang mengagumi allmight yang sudah seperti stalker-nya di ruangan psikologi pribadinya.
"Ada apa?" Tanyanya datar tanpa merubah raut wajahnya.
"Kau itu takut kegelapan ya todoroki-kun?". Todoroki diam, ia seketika mengingat kejadian di gudang waktu itu. Tapi lagi lagi wajahnya masih datar. Ia masih bisa tetap tenang.
"..., Iya" serunya. Lalu ia mengarahkan tatapannya lagi ke arah depan dengan dingin tanpa ingin mengatakan apapun lagi. Todoroki memang sangatlah dingin dan sangatlah pendiam. Dia itu adalah tipe kuudere yang kalau udah manis. Uh dipastikan akan meleleh kalian semua!.
"Kalau gitu...uh...apa benar ini adalah kau todoroki?". Momo mendekatkan sebuah lembar foto di hadapan todoroki.
"Ada ap-". Todoroki tertegun seketika saat melihat foto itu adalah saat dimana ia sedang ketakutan dan ia terpaksa memegang ujung baju milik bakugo karena ia takut ditinggal sendirian ditengah kegelapan. Disana ia tampak sangat gugup tidak seperti biasanya.
"Da..darimana kau dapat?" Tanya todoroki meskipun ia tampak sangat tenang. Namun, dia sebenarnya sangat terkejut dan malu karena foto itu. Momo terkekeh kemudian uraraka muncul dibelakang dengan kedua jarinya membentuk tanda peace dan senyum lebar mereka yang menatap todoroki dengan bernafsu ala pedofil.
"Kami meletakkan kamera di dalam gudang itu, kero" kata tsuyu tetiba dengan kata katak khasnya. Te-tiba saja nongol dari belakang uraraka membuat dirinya tampak seperti setan dan membuat orang yang belum terbiasa bisa jantungan.
"Wah todoroki kau memang sangat imut sekali, indah!" Seru uraraka melihat kearah fotonya sambil mimisan langsung.
"Yah!, Kau kawaiii!" Timpal momo yang sudah berwajah seperti om-om mesum.
"Hapus itu" seru todoroki ia berdiri dari tempat duduknya dengan wajah datarnya. Uraraka dan Momo mengeleng. Mereka memeluk foto yang sudah susah payah mereka dapatkan.
"Gak mau~"
"Hapus itu" seru todoroki lagi menekan kata katanya. Ia mengarahkan kedua tangannya tapi sayang ia terlalu mungil, uraraka mengangkat foto itu ke atas seraya todoroki berusaha untuk menggapainya. Uraraka tersenyum nista melihat kearah foto itu. Todoroki merasa kalau ketenangannya mulai terganggu. Ia tidak mau kalau hal yang sangat memalukan seperti itu sampai dilihat oleh orang lain.