💓Pelukan Hangat

3.6K 357 8
                                        

.
.
.
.
.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
.

Bakugo melihat jarum jam yang perlahan semakin bergerak, melihat kearah pintu rumah satu-satunya disana. Sekarang, saat ini. Ia akan menghentikan semuanya. Ia tidak mau terus membuat todoroki kerepotan. Ia seharusnya sudah tau kalau dirinya hanya akan mengunakan todoroki sebagai seseorang untuk mengisi kekosongan nya belaka. Hanya dengan sebuah pemaksaan belaka. Tidak ada cinta atau apapun itu, karena sejak awal bakugo tidak pernah dicintai oleh siapapun.

Tak

Bakugo membuka pintu. Melihat sesosok mungil di depannya yang kini mengunakan baju kaos tipis di tubuhnya. Padahal hari sedang dingin, bakugo menarik todoroki masuk kedalam dan menyerahkan jaket miliknya di tubuhnya itu. Todoroki menatap datar kearah bakugo seraya bergerak hendak membuka jaket itu dari tubuhnya.

"Tidak perlu..aku hanya sebentar disini kan" seru todoroki. Tapi, bakugo menghentikan tangan todoroki yang hendak bergerak melepaskan jaket itu.

"Hari sedang dingin bodoh!, Sudah pakai saja" seru bakugo. Ia mengarahkan tangannya perlahan memakaikan jaket itu pada tubuh mungil todoroki.

"..."todoroki menatap datar ke arah bakugo seraya memegang kedua sisi jaket berwarna merah itu. Bakugo mendecih, lagi-lagi ia malah melakukan hal yang tidak perlu. Bakugo duduk di atas sofa dan diikuti oleh todoroki.

"Nih" seru todoroki seraya , dia menyerahkan sebuah baju yang ada di dalam tas itu. Bakugo mendongak, melihat baju yang kini disodorkan oleh todoroki yang hanya menatapnya dengan tatapan datar seperti biasanya.

"He?, Kau mencucinya?" Seru bakugo ketika melihat kalau pakaian itu jauh lebih rapi dari sebelumnya. Todoroki perlahan mengalihkan pandangannya cuek ke arah lain dengan malas.

"Iya, ibu memaksaku. Dan lagi pula. Kau menginap di rumahku kemarin, jadi aku cuci saja" seru todoroki dengan nada datar.

Sosok bersurai pirang itu dengan tenang menatap ke arah pakaian yang di bawa oleh todoroki, ck, sialan. Dia jadi aneh gini, hanya karena todoroki melakukan hal ini kepadanya sebelum ia benar benar mengatakan itu. Bakugo menatap tajam kearah todoroki di depannya itu. Sudah, ia akan menghentikan semuanya saat ini dan....dia akan kembali seperti semula. Hubungan antara dia dan todoroki akan seperti biasa lagi. Dan ia tidak akan memaksa todoroki lagi bersamanya.

"Todoroki, kau ta-"

.
.
.
.
.

"Are?, Kau mengajak si manis ini kerumahku ya??" Seru sebuah suara yang menjengkelkan itu. Bakugo langsung menghentikan perkataannya itu dan menatap sosok yang lebih tinggi darinya itu kini tengah berdiri disana dan ia menatap dengan sebuah senyuman kearahnya.

"Apa maksudmu?,pergi sana" seru bakugo tajam.

"Ara jahat sekali adikku?, Kenapa kau tidak suka kalau aku merebut dia ya?. Dan sekarang kau sedang mencari seorang pengganti-ya!. Kasihan sekali orang yang harus menjadi korban dari ego-mu itu!"

*Milikku* (BakuTodo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang