Ini bukanlah tentang bagaimana kamu mengerjakan tugasmu. Bukan pula bagaimana kamu menjalani kelas.Ini adalah hidup.
Hidup yang kurasa hampa. Hingga tak mampu membuatku berkata. Bagai seketika diam. Hanya dapat mendengarkan.
Sampai suatu saat, ia datang. Memberi sinar yang terang. Menuntun sebagai jalan. Menyingkirkan apapun yang menghalang.
Harapan pun mulai tumbuh. Mulai menjadi saat bertemu pengiring. Pengiring yang ikut memupuk harapan itu.
Tanpa terasa, harapan itu tak dapat terkira. Hingga suatu kejadian membuat harapan itu mati kembali.
Mereka yang tak memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan terus menuntut agar aku menjadi yang terbaik.
Mereka yang tak peduli dengan kejenuhan yang ku alami. Jenuh dengan tuntutan menjadi sempurna dengan cara mereka. Jenuh dengan ancaman dan gertakan yang selalu diberikan.
Semua yang terjadi mulai dari dia lahir. Dia kecil yang dimanja. Menggantikan aku yang ada di hidup mereka. Menganggap seolah aku hanya pelengkap yang tak perlu.
Kejadian demi kejadian membuatku mulai tidak menyukai salah satu antara mereka. Yang hanya dengan masalah sepele, aku hampir meregang nyawa. Hanya tinggal menyayat maka berakhirlah hidupku. Namun Dia belum berkehendak.
Aku pun mulai bangkit. Dengan tak mengurangi rasa hormat, aku mulai menata kembali hati. Yang dulu tersayang sekarang menjadi tersingkir kan.
Waktu berlalu hingga kejadian kedua tak terlepas. Tinggal melepaskan tali saja aku akan membentur permukaan tangga.
Lagi-lagi Dia belum mengijinkan. Kembali lagi ku tata hidup. Dengan penuh penyesalan.
Hingga ada seorang yang mengenal kan ku pada dunianya. Dunia penuh harapan. Dunia yang memberi harapan.
Awalnya aku enggan masuk ke dalam, namun melihat orang yang diberi harapan itu senang. aku mencoba memasukinya.
Benar saja. Harapan itu menjadi melimpah. Menjadi alasan untuk hidup lebih lama agar bertemu mereka.
Hingga saat ini pun berdiri walaupun masih dengan penyangga yang rapuh. Aku akan tetap mencoba meyakinkan jika aku bisa menjadi lebih dari yang mereka inginkan.
Yang harus kulakukan saat ini hanyalah usaha, doa, dan tinggal tunggu hasil.
Sorry karena mengecewakan kalian ya guys.
Bab ini hanyalah isi hati yang pengen diutarakan aja. kalau mau baca silahkan engga juga gapapa.

KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT SOMETHING -hiat-
General FictionAku ingin pulang namun tidak bersama anumerta