Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~Happy reading~
Setelah selesai memasak, sarapan juga mencuci mangkok-mangkok kotor. Kini Sakura kembali beranjak menuju kamarnya. Tentu ini bukan keinginannya melainkan karena perintah dari sang suami. Ya, Sasuke terus memerintahkannya untuk kembali beristirahat. Ia tahu kalau kondisi Sakura saat ini masih kurang baik tetapi selalu ditepis keras oleh istrinya itu.
Dengan sedikit keterpaksaan akhirnya Sakura hanya bisa menurutinya saja, ia mengiyakan apa yang Sasuke perintahkan padanya. Melangkahkan kaki tak minat menaiki setiap anak tangga dan meninggalkan Sasuke yang masih bebersih diruang tengah.
Ceklek...
Pintu kamar dibuka lalu ditutup kembali. Berjalan gontai dengan netra yang menyapu seisi ruangan. Sakura tak tahu harus melakukan apa? Rebahan, ia sangat malas. Itu terlalu membosankan bagi dirinya yang terbiasa bergerak ini. Apakah ia harus... Aa, Sakura tersenyum lebar, mendapatkan ide bagus dan langsung berjalan menuju balkon.
Sesampainya disana, ia meletakkan telapak tangannya pada pagar pembatas. Memejamkan mata seraya menghirup udara dalam-dalam. Nyaman, satu kata yang bisa Sakura rasakan sekarang.
Udara pagi memanglah sangat segar, sensasinya dingin dan bersih karena belum terkontaminasi sedikit pun. Ini yang Sakura suka, ia jadi merasa tenang.
Beberapa saat, Sakura masih dalam posisinya. Menikmati kenyamanannya tanpa ada seorang pun yang mengganggu.
Ceklek...
Sampai dimana pintu kamar tiba-tiba dibuka dan memperlihatkan siapa pelakunya, Sakura tetap betah berdiri disana. Ia seakan tak terusik sedikit pun.
Sasuke menolehkan kepalanya kesamping, mendapati pintu balkon yang terbuka dan menampakan seseorang dibaliknya. Ia tentu tahu itu siapa, lantas melangkahkan kakinya dan menghampiri Sakura.
"Eungh..." lenguhan tak nyaman itu membuat Sakura menutup hidung serta matanya rapat-rapat. Menahan mual yang kini kembali menyeruak. Apa ini? Mengapa aromanya sangat tidak enak.
Sasuke yang sudah berada disamping istrinya itu pun lantas mengernyitkan kening heran. Sakura tak menyadari kehadirannya sekarang.
"Ada apa?"
Suara dari sosok yang Sakura kenal itu membuatnya membuka mata dan menoleh kaget.
"Sasuke-kun."
Sasuke hanya menatap tanpa kembali bersuara sementara Sakura terlihat semakin menutup hidungnya.
"Aku tidak suka aroma ini." ucapnya tiba-tiba.
Kembali kening Sasuke mengernyit. Apa yang dimaksud istrinya tersebut, aroma apa?
Sasuke lalu mengendus sekitar, tentu cara mengendus dirinya berbeda dari kebanyakan orang. Sasuke akan tetap tenang, hanya mengedarkan pandangannya kesamping dan kebelakang mencari sumber aroma tak nyaman tersebut.