Film Biru💦

4.1K 77 7
                                    

Cuap-cuap:
Cerita ini di buat untuk merayakan 1K viewer dari Sexual Appetite. Makasih banyak untuk reader-nim sekalian yang sudah membaca ff ini🤗🤗
.
.

Beberapa hari terlah berlalu. Tubuh Hyunggu pun sudah sehat seperti sedia kala. Sejujurnya ia merasa tidak enak dengan Jinho. Ia merutuki kebodohannya yang meletakkan obat perangsang sembarangan hingga hyung polosnya itu salah memberikan obat.

Suatu hari di tengah malam, Hyunggu merasakan kerongkongannya kering. Ia bangkit dan berniat untuk mengambil air di dapur. Hyunggu berjalan gontai karena matanya sudah sangat mengantuk.

Di dapur, Hyunggu mendengar samar-sama sebuah suara laknat yang membuat ia sadar sepenuhnya dari rasa kantuk. Suara siapa itu? batinnya bertanya-tanya.

Usai minum, Hyunggu segera menyusuri kamar demi kamar yang ada di rumahnya. Semakin lama rasanya suara itu semakin dekat.

"Shh.. ahh.."

Hyunggu membulatkan matanya ketika sampai di sebuah kamar yang tidak tertutup dengan benar. Hyunggu memicingkan matanya untuk melihat sesuatu yang ada di dalam kamar itu.

Terlihat seseorang laki-laki tengah duduk di depan televisi dalam keadaan kamar yang gelap. Wajahnya tampak fokus menatap layar kaca sambil tangannya bergerak di bawah sana untuk bermain dengan penisnya sendiri.

Hyunggu masih terhenyak melihat Shinwon bermasturbasi. Wajah Shinwon datar, tapi tangannya terus bergerak. Suara desahan laki-laki terus terdengar dari dalam kamarnya.

Dengan perlahan, Hyunggu masuk ke dalam kamar Shinwon tanpa sepengetahuannya. Hyunggu berdiri di belakang Shinwon, turut menatap layar kaca televisi yang menampilkan dua laki-laki yang sedang bercinta.

Video itu membuat Hyunggu terangsang. Ia berjalan mendekati Shinwon dan memeluk laki-laki itu dari belakang. Shinwon tampak terkejut merasakan sepasang tangan yang ikut memegang penisnya. Shinwon menolehkan kepalanya dan menemukan Hyunggu sedang tersenyum menatapnya.

"Mau aku bantu, hyung?" goda Hyunggu.

"Yak! Apa yang kau lakukan di sini, Kang Hyunggu?!" teriak Shinwon.

Hyunggu meletakkan jari telunjukkan di depan bibir sebagai isyarat agar Shinwon tidak berteriak lebih kencang. "Kau sendiri tidak menutup pintu dengan baik," kata Hyunggu membela diri. "Kalau tidak mau dibantu, apa aku boleh ikut menonton? Sepertunya itu film bagus."

Tanpa menunggu persetujuan Shinwon, Hyunggu duduk di sampingnya. Shinwon menatap Hyunggu kesal karena sudah mengganggu privasinya. Tapi ia hanya membiarkannya saja dan kembali fokus melihat film.

Mereka larut dalam perjalanan film biru itu. Suara desahan memenuhi gendang telinga mereka. Bahkan Hyunggu pun sudah menanggalkan pakaiannya. Entah sejak kapan.

Keduanya tengah sibuk mengurut penis masing-masing. Shinwon tampak tenang, sedangkan Hyunggu tampak gusar. Ia merasa kurang jika hanya melakukan dengan tangannya sendiri.

Ia mengambil sebelah tangan Shinwon dan mengarahkan pada penisnya. "Hyunghh.. bantu aku mengocok penisku nehh.. aku kurang puas," bisik Hyunggu pada Shinwon. "Aku juga akan mengocok penismu."

Mulut Shinwon memang tidak menjawab, tapi gerakan tangannya pada penis Hyunggu menjawab semuanya. Hyunggu merapatkan duduknya mendekati Shinwon. Ia meletakkan kepalanya pada bahu Shinwon, menikmati permainan tangan Shinwon.

"Shh.. ahh.."

Suara desahan kali ini berasal dari Hyunggu. Gerakan tangan Shinwon yang pelan membuat Hyunggu frustasi. Ia ikut memegang tangan Shinwon dan menggerakkannya dengan kencang.

Sexual Appetite [Rate M 21+]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang