"Maaf udah bikin baju kamu basah"
_____________________________________
Ricard sudah datang dengan 1 penghulu dan 2 saksi untuk pernikahan mendadak Leon dan Lea
Lea mengerutkan jidat nya heran, ranty yg melihat raut bingung Lea menghela nafas, pasti Leon anak nya ini belum memberi tahu Lea
"M-maaf tante ini ada apa ya? " Tanya Lea ia benar benar sangat bingung sekarang
"Leon..." Panggil ranty ke anak nya itu yg sedang berbicara ke Ricard
"Ya ma? Ehh maaf, gw lupa ngasih tau lo harii ini juga lo bakal nikah sama gw titik dan ini pemaksaan gaada bantahan oke! " Cerocos Leon Ricard menatap atasan nya kagum baru kali ini Leon berbicara panjang ke perempuan
Ranty menggeleng kan kepala nya heran dengan sikap Leon, Lea? Jangan tanya perempuan itu sekarang tak bisa menyembunyikan raut muka terkejut nya
"Lea? Kamu baik baik aja kan? " Tanya ranty, jujur dirinya sekarang sedang menahan rasa sakit yg menjalar di dadanya
"Ini beneran tante? "
"Mama Lea mama" Ucapan ranty tersenyum di tengah tengah kesakitan nya
"Baik semua urusan sudah selesai bisa kita mulai akad nikah nya? " Tanya laki laki dengan setelan jas itu
Yg menjadi saksi akad nikah Leon ada lah 2 ustad yg kebetulan kenal dengan Ricard
Dengan satu tarikan nafas Leon mengucapkan ijab qobul dengan lantang, Lea yg berada di sebelah Leon hanya bisa tertunduk diam Dan memikirkan bagaimana kehidupan nya kedepan, semoga saja akan baik dan tidak berakhir tragis
Alea tersenyum miris melihat Leon memasangkan cincin di jari manis nya, pernikahan tanpa cinta...
Alea juga tidak memikirkan itu saja! Bagaimana bisa buku nikah dan foto formal nya di dapat! Berkas berkas nikah juga harus memerlukan berbagaii macam kan kenapa ini terliat sangat mudah! Seolah ini adalah sinetron yg pernah Lea tonton! Ahh memikirkan nya membuat kepala nya seperti mau pecah!
Tiba tiba suara alat memecahkan lamunan Alea,Alea menatap alat deteksi detak jantung yg berada di samping brankar ranty
"MA... MAMA!"
"RICARD PANGGILKANN DOKTER CEPAT, SIALAN! "
hari itu detik itu dan di jam itu Leon merasa dunia nya kembali runtuh, orang tersayang dan terpenting di hidup nya kembali pergi meninggalkan dirinya, sekarang ia terduduk di depan gundukan tanah menatap peristirahatan terakhir sang ibu dengan tatapan kosong
Disamping nya terdapat perempuan yg ia nikahi beberapa jam yg lalu bukan karena atas dasar cinta... Perempuan yg menjadi permintaan terakhir sang mama sebelum pergi menyusul papa nya
Leon menghela nafas nya kemudian ia melirik lea yg dari tadi hanya bisa menangis dan menunduk, ia menatap Lea lekat, tak lama Lea juga menatap Leon dengan mata sembab nya
Leon tak tega melihat Lea, ia sadar Lea lebih dulu merasakan ini bahkan orangtua Lea pergi disaat bersamaan dan disaat umur nya baru menginjak 15 tahun
Leon mendekap tubuh Lea, Lea sekarang tanggungjawab nya dan warisan paling berharga dari sang mama, akan Leon pastikan tak ada yg akan menyakiti dan mencelakai Lea
Lea semakin menangis pilu, baru beberapa bulan lalu Lea menganggap ranty ibu nya, baru beebrapa jam lalu Lea melihat senyum senang ranty, sekarang senyum itu hanya tinggal kenangan di benak Lea
"Hiks...maaf udah bikin baju kamu basah" Ucap Lea di sela sela tangisan nya, sudut bibir Leon tanpa sadar tertarik keatas, merasa lucu dengan tingkah Lea
"Haha gapapa kok, mau pulang? Atau mau nginep disini gelar karpet? " Tanya Leon, Lea menatap Leon bingung. Ini maksudnya Leon mau ngajak nginep di tengah tengah pemakaman?
Lea seolah menjadi semngat hidup nya sekarang, Ricard dari kejauhan menatap senang 2 sejoli itu, seperti nya akan ada nyonya bos di dalam hidup nya, dan untung nya nyonya bos nya itu baik dan polos tentu nya, coba kalo galak dan dingin kek Leon mati beku Ricard ngadepin nya
"Biasa aja dong natap nya, liat tuh ingus nya meler kemana mana ihh " Ucapan Leon membuat Lea menutup muka nya merasa malu
"Ihhh Leon! "
"Ahahaha udah udah, ayo kita pulang... "
Kedua nya kini sudah sampai di rumah kediaman Leon bersama orangtua nya dulu, rumah mewah itu tampak sepi, Leon berusaha tegar dan berusaha menerima semua nya
"Ayo, bentar lagi maghrib... Gabaik diluar" Ajak Leon ke Lea yg menatap kagum rumah mewah didepan nya ini
"Ini... -"
"Ini rumah kita Lea ayo... Ricard lo boleh balik ke markas! Banyak yg mau laporan"
Halah bilang aja mau berduaan-batin Ricard kemudian ia terkekeh
"Gausah ngebatin lo! "
"Kamu mandi okey! Baju nya ambil di lemari yg warna putih tuh" Suruh Leon ke Lea, Lea mengangguk dan berjalan kearah lemari itu
Setelah memastikan Lea sudah masuk kamar mandi Leon merebahkan badan nya ke kasur king size nya,ia tersenyum ntah memikirkan apa
Kemudian tak lama ada suara ketukan dari pintu kamar nya, Leon beranjak dari posisi nya dan melangkah ke arah pintu
Celek...
"Maaf tuan ini ada surat titipan dokter, dokter itu nemuin surat ini di bawah bantal nyonya besar" Ucap Ricard nyonya besar yg ia maksud adalah ranty mama Leon
Leon mengangguk tanpa sepatah kata pun ia menutup pintu kamar nya, meninggalkan Ricard, Ricard yg sudah biasa dengan kelakuan Leon langsung balik badan dan keluar rumah, markas tujuan nya sekarang
Tak lama Lea keluar dari kmar mandi dengan memakai baju tidur, berlengan pendek dan dengan celana yg berada di atas lutut
"Udah mandi nya hmm? " Tanya Leon
"Iya... Emm kamu ga mau nanya sesuatu? Secara kita baru kenal beberapa jam yg lalu? " Ucap Lea spontan, ada rasa sedikit takut takut
"Ga perlu, aku udah tau kamu, kamu karyawan di cafe mama? Kamu juga udah tinggal sendiri sejak orang tua mu maaf meninggal? Semua sudah aku cari tau Lea... " Ucap Leon
"D-darimana kamu tau? "
"Kepo ya...? Ada saat nya kamu akan tau semua nya Lea..."
"Lupakan..! Sekarang kamar ku dimna Leon? "
"Ini kamar mu, ahh ralat kamar kita! "Leon menyeringai dan mendekat kearah lea, membuat nyali Lea ciut seketika
TBC💕🌼
Vote menetukan tanggal up tq:)
KAMU SEDANG MEMBACA
MY POSESIF MAFIA!
Genç KurguLeon mafia terkenal dikalangan mafia lainya tak hanya itu Leon adalah mafia terkejam dan banyak disegani yg lain nya Tapi bagaimana jadi nya Leon mafia kejam ini harus menikahi gadis lugu sebagai permintaan terakhir sang mama Apakah wanita itu bisa...
